Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
84. Bertemu Ilham



Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat di tempat tujuan mereka, Firman dan Laila kemudian langsung menuju ke hotel, yang sudah dipesan oleh Firman selama seminggu ini, untuk merayakan honeymoon mereka berdua.


tetapi ketika mereka dalam perjalanan ke hotel tanpa sengaja Laila melihat seorang pria yang tidak asing baginya, yaitu mantan suaminya! Tampak Ilham yang sedang membereskan pakaian ke dalam lemari.


Laila juga melihat ada seorang perempuan cantik, berjilbab besar, yang menemani Ilham di kamar tersebut. Ya, kebetulan kamar Itu memiliki jendela dengan sebuah kaca yang transparan. Jadi bisa terlihat dari luar apabila tirainya tidak tertutup. Tiba-tiba hati Laila merasa sakit, melihat mantan suaminya kini berada di sebuah kamar hotel bersama seorang wanita lain.


Firman berdiri saja, memperhatikan istrinya yang tampak nyalang memperhatikan sepasang suami istri yang sedang membereskan pakaian mereka ke dalam lemari. Firman awalnya bertanya-tanya. Apa yang sedang dilakukan oleh Laila? Tetapi Firman belum berani untuk bertanya tentang kejadiannya sebenarnya.


"Sayang! Ayo bereskan pakaian-pakaian kita! Biar nanti kita bisa makan malam di tempat yang romantis! Dan kita bisa jalan-jalan di tepi pantai!" ucapan Firman seketika membuyarkan lamunan Laila, mengenai mantan suaminya, yang kini tampaknya sedang berbahagia menikmati honeymoonnya bersama istri barunya.


"Mas saja! Aku malas! Ingin berendam di bathtub!" Laila langsung masuk ke kamar mandi. Tanpa memperdulikan panggilan Firman yang mulai kesal dengan Laila.


"Siapa ya, laki-laki yang diperhatikan oleh Laila itu? Apakah itu mantan suaminya ataukah mantan pacarnya aku jadi penasaran nih!" ucap Firman.


Setelah selesai membereskan pakaian mereka berdua ke dalam lemari, Firman kemudian memutuskan untuk berenang saja di kolam renang pribadi yang ada di kamarnya.


Mata Firman terus memperhatikan Ilham dari kejauhan. Ilham dan Qonita tampaknya sangat menikmati masa-masa honeymoon mereka berdua.


"Sayang, kita nanti langsung pulang aja.Ga usah nyusul Kesya dan Andika, Ok?" ucap Ilham sambil melihat wajah istrinya yang sangat cantik.


"Kenapa?" tanya Qonita heran.


"Aby nggak bisa lama-lama meninggalkan Pondok! Kasihan santri-santri kalau kita memilih untuk senang-senang di sini. Menghabiskan waktu. Bagaimanapun Aby ini pimpinan pondok pesantren, tidak bisa menghabiskan waktu begitu saja!" ucap Ilham.


"Baiklah Aby! Umy ngerti! Ya udah, habis ini kita langsung pulang ke Indonesia aja! Nggak perlu menyusul Mbak Kesya dan mas Andika!" Qonita tanpa sengaja melihat ke arah Firman yang terus saja memperhatikan mereka berdua. Qonita merasa heran.


"Aby! Apa Aby kenal dengan laki-laki itu? Kenapa Umi perhatikan dia dari tadi terus saja memperhatikan kita?" tanya Qonita. Ilham kemudian mendekati Firman, maksudnya hanya ingin bertanya, Kenapa sejak tadi Firman selalu memperhatikan mereka berdua.


"Ya ampun Bung! Hello! Hotel ini milik umum ya! nggak mungkinlah Saya hanya memperhatikan kalian berdua! Saya tuh sudah memperhatikan keindahan hotel ini! Nggak cuma sedang melihat kalian berdua! Nggak usah jadi GR jadi manusia!" jawab Firman emosi.


"Udah Aby! Nggak usah dilayani orang kayak gitu! Nggak usah cari ribut! Ayo kita masuk aja ke kamar Kita dan bersiap untuk makan malam!" ucap Qonita.


Tiba-tiba Laila keluar dari kamarnya dan melihat keributan tersebut. Laila kemudian mendekati Ketiga orang tersebut dan menanyakan apa yang sedang terjadi.


"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Laila.


Ilham merasa terkejut ketika mendapatkan Laila yang keluar dari kamar hotel yang berada tepat di depan kamarnya bersama dengan Qonita.


"Tentu saja honeymoon dong! Jauh-jauh ke Maldives! Masa iya mau mancing atuh Mas? Mikir dong pakai otak!" ucap Firman nyolot.


" Dia suamimu Laila?" tanya Ilham tampak tidak percaya.


"Laki-laki Barbar yang sama sekali tidak tahu sopan santun! Ditanya baik-baik malah nyolot!" ucap Ilham kesal.


"Kamu berbuat apa, Mas? Nggak usah cari ribut deh! Kita di sini tuh mau seneng-seneng! Bukan cari musuh!" ucap Laila mulai kesal.kepada Firman.


"Mas juga nggak seang cari musuh kok! Mas jelas-jelas dari tadi cuman berenang di sini! Tapi tiba-tiba dia datang dan bilang kalau Mas sedang memperhatikan mereka berdua. Padahal Mas kan cuma melihat pemandangan hotel di sini aja! Nggak maksud ngawasin mereka! Dia aja tuh sensitif banget jadi laki-laki!" ucap Firman tidak mau mengakui kesalahan dirinya.


"Jelas-jelas dari tadi itu aku melihat Kalau Masnya itu, memperhatikan kami berdua terus! Nggak mau juga ngaku kesalahannya sendiri!" ujar Qonita.


"Ya udah Mas Ilham! Maafin suaminya Laila, ya? Mungkin dia sedang kecapean. Makanya jadi gampang emosinya Ya udah kalian Nikmati aja honeymoonn kalian! Kami permisi!" Laila kemudian menarik tangan Firman untuk masuk ke dalam kamar. Firman tampak protes dengan kelakuan lain yang tampaknya membela Ilham laki-laki yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


" Siapa laki-laki itu apakah kau mengenalnya?" tanya Firman. Dia tampak marah kepada Laila.


"Dia itu Mas Ilham! Mantan suami aku! Pimpinan Pondok Pesantren di Jawa Timur!" ucap Laila singkat.


"Oh, jadi dia itu mantan suami kamu? Pantas aja dari tadi kamu ngeliatin dia terus! Kamu masih cinta sama dia?" tanya Firman tampak sangat marah.


"Kamu bicara apa sih,Mas? Jelas-jelas tadi kamu ya, yang cari masalah! Kenapa sekarang malah kau marah-marah sama aku? Aku ngeliatin dia cuma kaget aja, kenapa dia di sini bersama seorang wanita. Cuma itu doang! Nggak kurang nggak lebih!" ucap Laila lalu memilih untuk tidur saja daripada keributan semakin melebar kemana-mana, dan akhirnya malah membuat honeymoon mereka menjadi kacau balau.


Sementara itu, di kamar Ilham dan Qonita, Ilham tampak sedang menjelaskan kondisi yang baru saja terjadi di luar sana. " Wanita tadi bernama Laila, dia Itu mantan istriku, satu tahun yang lalu. Aku nggak tahu kenapa bisa bertemu di sini Aku aja kaget! " Ilham mencoba menjelaskan kepada istrinya, takutnya ada salah paham nanti nya.


"Oh jadi Mbak Laila itu adalah mantan istrinya, Mas Ilham? Ya udah nggak apa-apa kan cuma mantan yang penting kan sekarang Aku adalah istrimu!" ucap Qonita dengan senyum manisnya.


Ilham menatap Qonita dengan Intens tidak percaya dan mendengar ucapan Qonita yang begitu percaya diri dan Qonita tampaknya tidak marah sama sekali mendengar bahwa Laila adalah mantan istrinya.


" Terima kasih ya kamu nggak marah ataupun salah paham sama Aby! Sungguh, sejak perceraian itu, ini adalah kali pertama aku bertemu dengan Laila lagi!" ucap Ilham Sambil menggenggam tangan Qonita.


Qonita merasa bahagia sekali, karena melihat Ilham begitu berusaha keras untuk menjelaskan tentang kondisinya bersama Laila. Itu membuat hatinya merasa senang mengetahui bahwa Ilham peduli dengan hatinya saat ini.


"Udah Aby nggak apa-apa! Aku betul nggak papa! Kan dia cuma Masa Lalu Aby! Yang penting sekarang, masa lalu itu sudah berakhir dan kita akan menjalani masa depan kita yang jauh lebih penting!" ucap Qonita sambil mencium bibir suaminya yang masih cemberut.


" Alhamdulillah kalau Umy bisa mengerti kondisi ini. Ya udah ayo kita makan malam aja Aby sudah lapar!" Ilham dan Qonita akhirnya memutuskan untuk pergi ke restoran yang ada di hotel tersebut dan menikmati malam romantis mereka berdua, sebelum akhirnya besok mereka akan meninggalkan Maldives dan kembali ke Indonesia.