Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
237. Pradipta Handoyo, ayah Ayana



Usman dan Hana sudah kembali ke pondok untuk mondok lagi. Setelah acara 40 hari Rahmat dilangsungkan di dalam kediaman utama Humairoh.


Walaupun dibujuk bagaimanapun oleh Ayana agar kedua adiknya mau tinggal bersama mereka. Akan retapi mereka bersikeras tidak mau dan tetap saja menolak untuk tinggal bersama ibunya.


Akhirnya Ayana menyerah dan menjanjikan bahwa dia akan sering datang ke pondok pesantren. Di mana mereka berdua sedang menimba ilmu agama.


Setelah selesai mengantarkan Hana dan Utsman kepada pesantren. Tampak Ayana terlibat pembicaraan serius dengan sang ibu yang tampaknya masih merasa sedih atas kematian Rahmat yang cara.


" Apakah ayahku tidak pernah mencariku?" tanya Ayana dengan penasaran.


Humairah menatap Ayana dengan lekat. Tampak emosi di dalam matanya yang begitu sayu dan lelah setelah dua hari lamanya dia tidak tidur.


Rahmat yang meninggal tiba-tiba membuat Humairoh jadi kesulitan untuk tidur selalu memikirkan kesalahannya kepada sang suami selama mereka menjalani kehidupan rumah tangga bersama.


" Mama juga tidak tahu di mana keberadaan ayahmu. Tapi yang jelas, dia sekarang sudah memiliki keluarga dan mama tidak mau mengganggu kehidupannya yang bahagia dengan membawa kisah masa lalu yang sudah tidak penting sekarang!" ucap Humairoh dengan suara lesu.


" Tapi aku berhak tahu keberadaan ayahku kan Mah?" tanya Ayana tegas.


" Kalau kau mau mencari tahu tidak masalah. Tetapi mamah berpesan kepadamu. Jangan sekali-kali kau berniat untuk mengganggu kehidupannya bersama dengan keluarganya yang baru. Mama tidak mau kalau sampai kita merusak kehidupan orang lain hanya karena keegoisan kita!" ucap Humairoh sambil menatap tajam kepada Ayana.


" Baiklah mah Ayana janji kalau Ayana tidak akan berbuat aneh-aneh. Ayana hanya ingin melihat dan mengetahui siapa ayahku. Itu saja Mah!" ucap Ayana dengan penuh keyakinan berusaha untuk membujuk ibunya agar memberitahukan identitas ayah kandungnya yang sesungguhnya.


" Namanya Pradipta Handoyo. Kau cari saja di ponselmu. Pasti kau bisa menemukan dia. Karena dia termasuk orang yang berpengaruh di dunia politik!" ucap Humairoh sambil bangkit dari tempat duduknya kemudian dia meninggalkan ayahnya sendirian di ruang keluarga.


" Pradipta Handoyo. Aku sepertinya pernah mendengar nama itu!" ucap Ayana sambil terus mengingat nama ayah kandungnya yang telah diberitahukan oleh ibunya.


" Kalau kau ingin bertemu dengan ayahmu aku bisa mengantarmu." tiba-tiba Agus sudah berada di sampingnya bersama putranya.


" Apa kau mengenal ayahku?" tanya Ayana.


" Ya aku kenal. Beberapa kali aku pernah datang ke rumahnya karena dia masih termasuk saudara jauh dengan ibuku!" Ayana merasa terkejut mendengar perkataan Agus.


" Kalau benar aku adalah putrinya. Bukankah itu artinya kita masih bersaudara? Walaupun saudara jauh tentu saja." ucap Ayana mau ngulas senyum kepada suaminya.


" Entahlah sayang! Aku pun tidak tahu. Apakah dia akan mengakuimu sebagai putrinya atau tidak. Karena yang aku tahu, Pamanku itu sangat menjaga kredibilitasnya sebagai pejabat pemerintah yang baik. Kalau sampai publik mengetahui tentang keberadaanmu yang merupakan sebuah kesalahan di masa lalunya. Bisa di pastikan kehidupan dunia politiknya akan hancur seketika dan menjadi puing-puing debu! Mungkin hal itulah yang menjadi alasan ibumu bahkan sampai sekarang tidak pernah datang kepadanya dengan membawamu!" ucap Agus memberikan analisisnya kepada Ayana yang tampak serius mendengarkannya sejak tadi.


" Aku tidak butuh dia mengakuiku sebagai putrinya. Aku hanya ingin mengetahui. Apakah dia pernah merasa bersalah setelah dia membuat seorang wanita remaja hamil diluar nikah." ucap Ayana dengan nada datar dan nyaris tanpa ekspresi.


Agus menarik nafasnya dalam-dalam dan dia menatap Ayana dengan penuh arti.


Ayana mengambil putranya dari pelukan sang suami yang tampak sudah mulai terlelap dalam tidur.


" Bagaimana kalau kita mengunjungi kediaman pamanmu sekarang? Kau cukup kenalkan aku sebagai istrimu. Kau tidak perlu memperkenalkan diriku sebagai putrinya!" ucap Ayana kepada suaminya.


" Baiklah tidak apa-apa kalau seperti itu aku akan menemanimu dan selalu menjagamu. Tapi tolong dengan sangat. Jangan pernah sekali-kali pun kau menyinggung tentang kehidupan masa lalunya bersama dengan ibumu. Karena Bibiku memiliki jantung yang lemah. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengannya, karena mengetahui kehidupan masa lalu sang suami bersama dengan ibumu dan ternyata telah sukses membuahkan hasil sebesar kamu!" ucap Agus mewanti-wanti kepada Ayana.


" Tenanglah suamiku. Percayalah padaku. Aku berjanji kalau aku tidak akan pernah bicara atau menyinggung perihal masa lalunya bersama dengan Mamaku. Aku hanya ingin mengetahui dia saja!" ucap Ayana berusaha untuk meyakinkan suaminya.


" Baiklah kau bersiap-siaplah sayang. Aku akan menghubungi Pamanku dulu kalau kita akan datang ke kediamannya sekalian kita akan memperkenalkan Axel ke keluarga besarku!" ucap Agus memutuskan.


Ayana merasa sangat bahagia sekali karena akhirnya dia bisa membujuk sang suami untuk membawanya bertemu dengan ayah kandungnya yang tadi sudah dia selidiki di internet sesuai dengan petunjuk dari ibunya.


Agus kemudian tampak sibuk dengan ponselnya saat dia menghubungi pamannya yang merupakan ayah kandung dari Ayana.


' Tidak tahu takdir seperti apa yang sedang mempermainkan kami. Siapa yang menyangka kalau ternyata Ayana masih bagian dari keluarga jauhku.' batin Agus ketika dia selesai berbicara dengan pamannya.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Ayana kemudian mendatangi suaminya yang sudah selesai berbicara dengan pamannya yang merupakan ayah kandung.


" Bagaimana?" tanya Ayana kepada suaminya yang sekarang sedang duduk di ruang tamu.


" Pamanku menunggu kita berdua untuk makan malam di rumahnya! Kau harus ingat untuk menjaga sikapmu dan jangan sekali-kali kau keceplosan dan membicarakan tentang masa lalu ibumu bersama dengan pamanku!" ucap Agus kembali memperingatkan Ayana yang hampir bosan karena Agus terus mengulanginya setiap kali berbicara dengan Ayana.


" Hmmmm!" jawab Ayana sangking malasnya dia untuk menjawab ucapan sang suami.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 1 jam lamanya. Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Agus terparkir di sebuah rumah mewah bergaya Eropa.


" Wah ternyata Ayahku kaya raya juga ya?" Agus langsung membekap mulut Ayana karena dia takut kalau ada CCTV yang saat ini sedang mengawasinya.


" Jaga bicaramu sayang. Kalau sampai di sekitar sini ada CCTV dan ucapanmu sampai tertangkap oleh CCTV, maka semuanya akan hancur dalam sekejap!" ucap Agus berbisik di telinga Ayana.


" Maafkan aku! Tadi aku keceplosan! Gak sengaja sayang!" ucap Ayana sambil tersenyum kepada suaminya yang langsung menggamit lengan Ayana untuk berjalan berdampingan dengannya.


Sementara itu Axel sangat bahagia karena berada di dalam pelukan sang ayah yang terasa begitu hangat.


Ketika Ayana masuk ke dalam rumah sang ayah. Ayana melihat gambaran keluarga utuh yang bahagia. Di mana ada seorang ayah, ibu dan juga dua orang putra-putrinya yang sedang asyik bercengkrama di ruang tamu. Tampaknya mereka sedang menunggu kehadirannya bersama dengan sang suami.