
" Apa yang sedang kau lakukan Elena?" tiba-tiba saja Kesya berada di belakang Elena dengan tatapan tajam menatap wanita itu.
Andika sangat terkejut melihat kedatangan Kesya yang tiba-tiba. Tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Elena tertawa terbahak-bahak melihat kedatangan Kesya yang tampak begitu tenang. Walaupun tadi dia melihat Elena yang hendak memeluk Andika.
Andika langsung memeluk Kesya dan mencium keningnya. Kesya tersenyum. Elena benar-benar merasa cemburu melihat mereka berdua yang begitu mesra dan penuh dengan cinta.
" Pulanglah Elena karena kehadiranmu tidak diharapkan sama sekali di sini!" ucap Andika mengusir Elena dari hadapannya.
Elena yang merasa tersinggung dan juga marah langsung meninggalkan tempat itu.
Setelah melihat kepergian Elena Kesya pun masuk ke dalam kamar hotel.
" Pantas saja sejak semalam hatiku tidak tenang sayang. Ternyata ada ular berbisa di sini yang sedang berusaha menggodamu!" ucap Kesya sambil meletakkan semua barang-barangnya.
Andhika tersenyum mendengarkan perkataan Kesya yang terkesan cemburu kepadanya.
" Ayolah sayang aku tidak menggubris sama sekali kedatangannya. Bahkan tadi aku sudah mendorongnya sebanyak dua kali kan aku tidak bersedia untuk dekat dengannya! Bagiku Elena hanyalah masa lalu yang tidak akan pernah kusentuh lagi!" ucap Andika sambil melepaskan niqab sang istri dan mencium bibir Kesya yang sudah dia rindu sejak kemarin malam.
Andika memang masih dalam tahap istirahat karena kelelahan setelah melakukan penerbangan yang panjang dari Dubai menuju Jerman.
" Bagaimana dengan masalah Serda? Apakah sudah beres?" tanya Andika setelah mereka selesai berenang dalam kerinduan dan cinta di atas ranjang Andika.
Kesya yang berada di dalam pelukan suaminya tampak mengatur kata-kata yang tepat agar sang suami tidak marah kepadanya.
" Aku sudah mengirimkan Serda ke negaranya sayang. Tentu saja dengan surat perjanjian bahwa dia tidak akan lagi datang dan mengganggu kita berdua. Aku juga memberikan uang $100.000 sebagai kompensasi untuk dia mau meninggalkanmu dan tidak mengganggu kita lagi!" ucap Kesya dengan berhati-hati.
Bagaimanapun Kesya tidak mau kalau sampai Andika marah dengan keputusan yang sudah dia ambil untuk menyelesaikan masalah Serda yang setelah memberikan sakit kepala kepada mereka berdua sejak kehadirannya.
" Maafkan aku sayang. Kalau kau tidak berkenan dengan keputusan yang sudah ku ambil untuk menyelesaikan masalah ini!" ucap Kesya sambil melipat ke dua tangannya di depan dada.
Akan tetapi Andika menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Kesya.
" Tidak sayang. Tidak apa-apa. Aku malah merasa senang dengan caramu yang selalu bisa berdamai dengan musuh-musuh kita. Setidaknya kita bisa tidur dengan tenang, walaupun kita harus merelakan uang yang begitu banyak!" ucap Andika mengulas senyum kepada Kesya.
Kesya menggelengkan kepalanya dan dia menggenggam telapak tangan Andika yang selama dua hari kemarin sangat dia rindukan.
" Uang segitu tidak ada harganya sama sekali untukku sayang. Daripada dirimu, yang akan selalu berada di sampingku! Aku bisa kehilangan apapun di dunia ini yang penting tidak Kehilangan sayang!" ucap Kesya mencium bibir Andika dengan lembut. " Aku niatku bersedekah kepada orang yang membutuhkan ketika aku menyerahkan uang itu untuk Serda, jadi tidak usah khawatir," ucap Kesya sambil mengecup bibir Andika yang bahagia dengan cara istrinya menyelesaikan masalah Serda tanpa keributan.
Andika benar-benar terbang melayang mendengarkan perkataan Kesya yang benar-benar berarti untuk dirinya.
" Terimakasih sayang! Aku juga tidak akan pernah rela untuk kehilanganmu walau apapun yang terjadi!" ucap Andika yang kembali mengajak sang istri untuk mereguk manisnya bercinta setelah kemarin berpuasa selama dua hari.
Menjelang subuh mereka berdua baru tidur dengan tubuh yang kelelahan dan bermandikan keringat yang membasahi tubuh mereka. Setelah olah raga dan ibadah paling indah bagi suami istri yang saling mencintai.
Mark yang merasa bingung dengan sang istri yang telah mengamuk berusaha untuk menenangkan Elena.
" Ada apa denganmu Elena? Setelah pergi keluar kau malah pulang mengamuk seperti ini? Apakah ada yang sudah mengganggu perasaan kamu sayang?" tanya Mark sambil menggenggam telapak tangan Elena yang gemetar sekali.
Elena menangis di dalam pelukan Mark dan menyampaikan semua perasaannya yang merasa terhina oleh Andika dan Kesya. Tentu saja disertai dengan bumbu-bumbu penyedap yang membuat Mark semakin marah terhadap Andika.
" Tenanglah aku pasti akan membalaskan sakit hatimu dengan menghancurkan perusahaan Andika hingga tak tersisa!" ucap Mark sambil mengepalkan kedua tangannya dan mencium kening Elena.
Mendengarkan janji dari Mark, hati Elena menjadi lebih tenang dan senang sekali. Bagaimanapun dia tahu bahwa Mark memang sangat mencintainya.
" Terima kasih sayang karena kau mau membela kehormatanku di hadapan musuh kita! Aku pasti akan menjadi istrimu yang baik karena kau sudah membantuku melampiaskan rasa sakit hati ini dengan menghancurkan perusahaan Abimana grup!" ucap Elena dengan senyum liciknya.
Mark memang sangat mencintai Elena sejak dulu. Dia selalu memberikan apapun yang diinginkan oleh istrinya. Termasuk dia yang hanya dijadikan alat oleh Elena untuk mengganggu perusahaan Abimana grup di manapun mereka berada.
Mark selalu menempatkan dirinya sebagai pesaing dari Abimana grup dan selalu berusaha untuk menghancurkan perusahaan itu dimanapun keberadaan mereka.
Perusahaan Clarkson selalu menjadi duri dalam daging bagi Abimana grup selama bertahun-tahun belakangan ini.
Andika yang memiliki kemahiran dalam memilih para profesional yang mengelola perusahaannya. Dia benar-benar sangat beruntung karena para pegawai handalnya sangat keren dan hebat sekali karena mereka selalu berhasil dalam mematahkan semua strategi yang diatur oleh Mark untuk menghancurkan Abimana Group.
Untuk kali ini kedatangan Andika ke Jerman adalah untuk menyelesaikan masalah sengketa tanah untuk pembangunan rumah sakit yang ternyata bermasalah dengan keluarga Clarkson yang memberikan harga Sangat tinggi untuk membeli tanah tersebut kepada pemilik tanah.
Para karyawannya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk pemilik tanah itu agar mau menjual kepada mereka tetapi tetap saja uang lebih berkuasa.
Bukannya Abimana grup tidak bisa membeli dengan harga mahal, hanya saja mereka berpikir realistis dan objektif agar tidak mengalami kerugian dalam proyek mereka.
Berbeda dengan Mark dan Elena yang memang memiliki niat untuk menghancurkan proyek Abimana grup. Sehingga mereka tidak pernah memikirkan untung dan rugi yang di dalam kegiatan mereka.
Mark Clarkon selama bertahun-tahun sudah memberikan sakit kepala untuk Andika dan saat ini Andika sudah bertekad bahwa dia baru akan kembali ke Dubai setelah dia bisa mematahkan pergerakan mereka sehingga mereka tidak lagi mengganggu perusahaannya dimana pun mereka berada.
Keesokan harinya Andika bersiap-siap untuk menemui pemilik tanah yang akan menandatangani kontrak pembelian dan penjualan bersama dengan perusahaan Clarkson milik Mark.
Andika membawa serta Kesya bersamanya karena dia tidak bisa meninggalkan Kesya di hotel sendirian. Sementara dia bekerja di luar dengan waktu yang tidak bisa ditentukan selesainya kapan.
Kesya dengan senang hati selalu mengikuti kemanapun Andika pergi. Kesya selalu berpikir positif dan selalu menganggap perjalanan mereka adalah tamasya sehingga membuat hatinya selalu bahagia tidak pernah menjadikan itu sebagai beban.
Terkadang Kesya ikut membantu Andika dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya.
Andika selalu bahagia di manapun dia berada selama itu ada Kesya di sisinya.
Kemesraan dan romantisan Andika dan Kesya, benar-benar sudah membuat hati Elena sangat cemburu dan juga sakit. Hal itu lah yang membuat Elena menjadi semakin menjadi dan semakin bertekad untuk menghancurkan Abimana group dengan bantuan suaminya yang bodoh atas nama cintanya kepada Elena.