Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
244. Agus Sadar



Andini memindahkan Agus ke ruangan VVIP. Sengaja dia lakukan untuk memisahkan antara Agus dan Ayana.


" Pokoknya aku tidak rela kalau sampai Agus menikah dengan anak dari perempuan. Jangan pernah bermimpi dia untuk bisa menguasai harta kekayaan dari keluarga kakakku!" ucap Andini geram ketika dia hendak bertemu dengan Agus yang menurut keterangan dari suster sudah mulai siuman.


" Aku harus merencanakan sesuatu untuk membuat Agus berpisah dengan Ayana!" lihat terus mondar-mandir di depan pintu kamar Agus karena dia belum bisa menemukan ide untuk membuat Agus berpisah dengan Ayana.


Sementara itu Pradipta hanya bisa menatap dari kejauhan sang istri yang menurutnya terlalu berlebihan dalam menyikapi permasalahannya dengan Humairoh.


" Aku dan Humairoh juga tidak pernah melakukan apapun sejak 20 tahun yang lalu. Bahkan kami tidak pernah berhubungan walau hanya sekedar mengucapkan salam di telepon. Lalu apa yang dia takutkan dari kami berdua?" tanya Pradipta kepada dirinya sendiri karena dia benar-benar pusing dengan pola pikir sang istri yang tidak mau mengerti segala penjelasannya.


Di saat Andini merasakan kepusingan karena tidak juga menemukan ide untuk membuat Agus dan Ayana berpisah. Tiba-tiba saja pintu ruangan perawatan Agus terbuka dan keluarlah seorang dokter dan juga suster yang tadi memeriksanya.


" Silakan kalau ingin menjenguk pasien. Kebetulan dia sudah sadar. Tapi saya harus mengabarkan kabar buruk ini kepada Anda. Karena mengalami goncangan yang sangat keras di bagian kepalanya. Saat ini pasien mengalami Amnesia. Kita tidak tahu itu termasuk amnesia permanen ataukah hanya sementara! Tetapi kami pihak rumah sakit akan terus memantau dan berusaha untuk segera membuat ingatan pasien bisa pulih seperti sedia kala!" ucap sang dokter menerangkan kepada Andini mengenai kondisi Agus saat ini.


' Ah semesta memang mendukungku. Aku bisa membuat Agus tidak mengenali Ayana lagi dan melupakan tentang putranya!' Andini sangat senang sekali karena merasa bahwa dia diberikan kesempatan untuk bisa membuat Agus dan Ayana berpisah secara alami. Apalagi dia tadi juga sudah mendengarkan cerita dari Ayana. Bahwa Ayana memang menginginkan perceraian bersama dengan Agus.


" Halo Agus bagaimana kabarmu sayang? Apa kau baik-baik saja?" tanya Andini kepada Agus yang seperti bingung karena tidak mengenali dirinya.


" Tante siapa ya? Kenapa tante bisa mengenalku?" tanya Agus bingung, sambil memicingkan matanya berusaha untuk mengingat Andini yang saat ini berdiri di hadapannya.


" Namaku Andini. Aku adalah tantemu. Adik dari ayahmu. alAku juga sekaligus mertuamu, karena kamu adalah suami dari putriku!" ucap Andini sambil tersenyum kepada Agus yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia katakan.


" Tante Jangan bicara sembarangan dong! Bagaimana mungkin saya bisa menikahi sepupu saya?" ucap Agus menolak sebuah fakta yang disodorkan oleh Andini ke hadapannya yang sebenarnya hanyalah sebuah tipuan belaka untuk membuat Agus berpisah dengan Ayana.


" Tante tidak berbohong padamu Agus. Apakah kau mau melihat bukti-bukti kalau kalian adalah pasangan suami istri?" tanya Andini kepada Agus.


" Tunjukkanlah padaku. Karena aku ingin sebuah kejelasan bukan hanya pengakuan!" ucap Agus sambil menatap tajam kepada Andini yang langsung membuka ponselnya Dia teringat kalau dulu Agnes dan Agus pernah mengambil sebuah foto dengan tema prewedding. Ketika keponakannya yang berada di Bandung hendak menikah.


' Maafkan aku Kakak. Bukannya aku tidak ingin berbuat baik kepada anakmu yang sedang bodoh itu. Tetapi salahkanlah dirimu karena kau tidak pernah memandang adikmu ini. Kenapa kau meninggal hanya bersedia memberikan kekayaanmu kepada Agus saja? Padahal aku adalah adikmu satu-satunya. Aku juga memiliki andil dalam mengembangkan perusahaan itu hingga sebesar ini. Tetapi kau menganggap tidak ada semua jasa-jasaku dengan hanya memberikan perusahaanmu kepada anakmu yang tidak berguna itu!' tampak benar kebencian di mata Andini ketika dia mengingat kembali semua perjuangannya yang benar-benar tidak dihargai oleh sang kakak ketika pengacara keluarganya membacakan surat wasiat dari sang kakak yang menyerahkan 100% harga kekayaannya hanya kepada Agus.


Andini hanya diberikan bulanan oleh Agus sebagai tunjangan dari kekayaan milik keluarganya sebesar 10 juta setiap bulannya.


" Dia mengira kalau aku ini adalah seorang pengemis yang harus merasa puas dengan uang bulanan 10 juta tidak akan ku biarkan ketidakadilan ini terus berjalan akan kurebut semua saham perusahaan itu ke atas namaku. Selama Agus masih dalam keadaan tidak sadar, aku akan menggantikan Agus sebagai CEO di perusahaan dan secara perlahan, aku akan memindahkan aset dan properti ke dengan namaku. Sampai bila massanya Agus bodoh itu akan kembali mengingat masa lalunya!' banyak rencana jahat yang sudah disusun oleh Andini di dalam kepalanya ketika dia melihat Agus yang mulai memejamkan matanya.


" Baiklah Agus. Tante akan menjemput istrimu dulu ya? Saat ini dia belum mengetahui tentang kecelakaanmu. Karena saat ini dia masih sibuk di luar kota untuk mengurus pekerjaannya!" dusta Andini sambil meninggalkan Agus yang mulai terlelap.


Agus sama sekali tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Andini karena dia belum melihat secara pasti bahwa apa yang dikatakan oleh Andini adalah kenyataan yang sebenarnya terjadi di dalam hidupnya.


Ketika Andini menunjukkan fotonya bersama dengan seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian kebaya yang seragam dalam nuansa prewedding. Agus masih merasa ragu. Karena dia tidak melihat perasaan cinta yang tergambar di dalam foto tersebut. Baginya foto itu hanyalah foto sederhana yang simpel dan tidak bermakna apapun.


Sementara itu jauh di dalam relung hatinya. Agus seperti merasakan suatu kesedihan yang amat dalam yang dia pun tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Sementara itu di ruangan perawatan Ayana tampak kegemparan ketika dokter mengumumkan bahwa Axel telah meninggal dunia. Tampak Ayana yang terus menjerit karena tidak terima dengan kematian putranya yang tiba-tiba.


" Kembalikan Putraku! Kenapa bisa dia tiba-tiba meninggal? Padahal tadi malam dia masih terlihat membuka matanya!" Isak Ayana di dalam pelukan Humairoh yang sedih dan juga sangat terpukul dengan kenyataan tengang meninggalnya cucu pertamanya.


" Ini semua gara-gara Agus! Dia yang sudah membunuh Putraku Mah! Aku harus membuat perhitungan dengannya!" ucap Ayana lepas kontrol karena saat ini dia benar-benar sedang frustasi tidak terima dengan kematian putranya.


Sementara itu Andini yang kebetulan lewat di ruangan Ayana tampak terheran. Ketika dia tanpa sengaja melihat kehebohan yang terjadi di sana. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat Pradita yang tampak sesegukan. Ketika dia melihat Ayana yang saat ini sedang histeris menangisi kematian putranya.


" Ibu dan anak sama-sama gila!" ucap Andini merasa jengkel ketika dia melihat berita yang mulai mendekati Ayana dan juga Humairoh.


Seketika darah Andini seakan mendidih. Dia sebenarnya ingin mendekati Pradipta untuk menegurnya. Hanya saja dia melihat banyak dokter dan juga suster yang saat ini berada di dalam ruangan perawatan Ayana. Andini tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri dengan mengamuk di hadapan sang suami di hadapan banyak orang.