Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
285. Percaya



Andika dan Kesya kembali ke mansion di mana saat ini Cakra sedang menangis karena kedua orang tuanya yang tidak ada di tempat.


Mengetahui putranya menangis Kesya pun langsung berlari dan memeluk Cakra. Kesya berusaha untuk mendiamkan putranya yang menangis kejer karena ketakutan kedua orang tuanya tidak ada di rumah.


Begitu melihat Kesya dan Andika. Cakra langsung berlari dan memeluk ibunya.


" Mama dan Papa ke mana?? Dari tadi aku mencari kalian. Aku kira Kalian pergi ke Indonesia tanpa mengajak aku!" ucap Cakra dengan nada sedih karena kedua orang tuanya pergi tanpa mengajaknya.


Kesya pun langsung menggendong putranya dan membawa kembali ke kamarnya.


" Maafkan mama ya sayang. Tadi mama pergi tanpa izin dulu sama kamu. Kan tadi kamu sedang tidur!" ucap Kesya sambil memangku putranya dalam pangkuannya.


Cakra memang sangat manja sekali kepada Kesya dan Kesya pun sangat menyayangi Putra bungsunya.


Andika terus memperhatikan interaksi antara Kesya dan Cakra yang begitu dekat dan sangat intim memperlihatkan kasih sayang mereka berdua yang tidak bisa terpisahkan.


Kesya tampak begitu bahagia ketika melihat Cakra yang akhirnya bisa dibujuk dan sekarang mulai terlelap dalam tidurnya.


" Syukurlah akhirnya kamu mau tidur juga sayangku!" ucap Kesya yang merasa sangat bersyukur karena Cakra akhirnya bisa tidur.


Kesya benar-benar tidak sanggup ketika melihat Cakra yang menangis kejer seperti itu ketika tadi mencarinya dengan sang suami.


Setelah selesai menidurkan Cakra, Kesya pun kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mencari sang suami yang sedang berada di balkon kamar mereka.


Kesya melihat bahwa suaminya saat ini sedang melamun dan tampak memikirkan sebuah masalah besar yang bisa dia tebak sedikit banyaknya. Apalagi kalau bukan karena masalah Serda?


" Aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana kehidupan Cakra kalau tiba-tiba saja Kesya meninggalkannya. Ya Tuhan! Aku bisa gila kalau sampai itu benar-benar terjadi!" ucap Andika yang merasa hatinya tiba-tiba sangat sedih karena dia memikirkan tentang Serda yang meminta dirinya untuk bercerai dengan Kesya dan menikahi wanita aneh itu.


Andika sendiri merasa bingung dan tidak ingat tentang siapa Serda sebenarnya. Karena kejadiannya sudah sangat lama dan nyaris tidak ada di dalam memori Andika.


" Aku sangat heran sekali, berkali-kali aku mencoba untuk mengingat tentang Serda, tapi kenapa rasanya sangat buntu? Apakah aku yang kehilangan ingatan atau kah Serda yang salah mengenali orang?" tanya Andika.


Andika merasa frustasi sekali memikirkan tentang wanita yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kehidupannya dan mengaku memiliki perjanjian pernikahan dengannya pada 15 tahun yang lalu.


Walaupun secara fisik Andika memang mengakui bahwa Serda memiliki wajah yang cantik kecantikan khas wanita Timur Tengah. Tetapi di mata Andika Kesya adalah segalanya dan dia tidak mau menukar kebahagiaan keluarga kecilnya dengan sesuatu yang tidak jelas seperti Serda.


Bahkan Andika tidak bisa mengingat tentang Serda sama sekali.


" Masuklah ke dalam kamar. Jangan di luar sayang. Nanti kalau kau masuk angin dan sakit, kau akan kesulitan sendiri. Bukankah saat ini di kantormu sedang sibuk-sibuknya untuk menyambut anniversary Perusahaan kita?" tanya Kesya sambil duduk di pangkuan Andika yang langsung memeluk istri tercinta.


Kesya merasa senang karena Andika yang mulai mau bicara lagi dengannya. Walaupun Kesya bisa merasakan kalau ada yang sedang disembunyikan oleh Andika.


" Katakanlah padaku sayang. Apa kau ada masalah? Wajahmu begitu tertekan sayang. Aku jadi tidak tega melihatnya." ucap Kesya.


Tiba-tiba saja Andika terisak dan menangis sehingga membuat Kesya bertanya-tanya dengan suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi melankolis.


" Katakanlah padaku kalau ada masalah jangan kau menyembunyikannya sendiri, hmmm?" tanya Kesya sambil meraup wajah Andika yang sembab karena menangis.


Andika adalah seorang laki-laki yang tegar dan kuat. Tetapi terkadang perasaannya begitu halus. Kalau sudah menyangkut tentang keluarganya. Khususnya kalau sudah menyangkut tentang Kesya.


" Bisakah kita seperti ini dulu sayang? Sungguh! Aku benar-benar ingin bersama kamu selamanya. Tolong jangan pernah tinggal kan aku seorang diri. Aku gak akan sanggup hidup tanpa kamu!" ucap Andika sambil terisak dalam pelukan Kesya.


Kesya bisa mengerti perasaan Andika saat ini. Di mana permasalahan Serda sudah benar-benar menyita waktu dan pikirannya. Serda tetap tidak mau menyerah dengan keinginannya untuk menikah dengan Andika.


Entah apa yang menjadi motivasi Serda melakukan hal seperti itu, masih menjadi sebuah misteri untuk mereka semua.


" Ayo masuk ke dalam sayang. Di luar sini udaranya benar-benar sangat dingin. Aku takut kalau kau sampai sakit!" ucap Kesya sambil mengelus punggung Andika.


Andika menggelengkan kepalanya menolak saran dari Kesya untuk segera masuk ke dalam kamar mereka.


" Aku ingin menikmati udara malam, sehingga kita bisa menciptakan kenangan yang indah di malam ini." ucap Andika sendu membuat Kesya benar-benar merasa bingung dengan perkataannya.


' Kenapa suamiku mengatakan itu? Apa ada yang dia sembunyi kan dariku?' bathin Kesya mulai was-was dengan perilaku misterius sang suami yang tidak biasanya.


" Kenapa mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan begitu? Sayang! Kau lihatlah bulan itu! Itu angat indah dan dia memberikan kehangatan dengan cahayanya kepada bumi dan semua penghuninya. Sinar rembulan memberikan cahaya dan mengusir kegelapan di muka bumi. Semangat selalu ok?" ucap Kesya pelan.


Kesya bisa menangkap ada sesuatu yang saat ini sedang Andika sembunyikan sesuatu hal yang besar yang mungkin sulit untuk diceritakan kepadanya.


Kesya mencoba untuk mengerti bahwa suatu saat ketika sudah siap Andika pasti akan menceritakan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


" Mari kita di dalam kau harus beristirahat agar pikiranmu kembali tenang!" ucap Kesya namun Andika masih bersikeras dengan tetap di sana di balkon kamar mereka. empat favoritnya ketika dia menyendiri.


Akhirnya Kesya pun menemani Andika sampai larut malam. Mereka berdua duduk di balkon kamar mereka sambil menikmati secangkir kopi dan juga dessert kesukaan Andika.


Setelah perasaannya merasa lebih baik, Andaika pun kemudian mengajak Kesya untuk berisirahat di kamarnya.


Walaupun Kesya masih merasa penasaran terhadap Andika yang masih belum mau bicara dengannya tentang masalah yang sedang dihadapi. Tetapi Kesya merasa cukup senang melihat Andika yang sudah mulai bisa sedikit tersenyum.


' Ya Allah! Apapun yang saat ini sedang di sembunyikan oleh suamiku. Semoga kami mampu untuk menghadapinya dan tidak sampai mengakibatkan kami menemui suatu kesulitan di masa depan nanti!' doa Kesya ketika mereka berdua sudah berada di atas ranjang dan bersiap untuk beristirahat malam.