Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
303. Kembali ke Dubai



Setelah semua pekerjaan selesai. Andika dan Kesya kemudian memutuskan untuk segera kembali ke Dubai. Karena mereka sudah terlalu lama berada di Jerman.


" Semoga proyek rumah sakit itu berjalan dengan lancar dan bisa membantu warga sekitar yang membutuhkannya dan semoga Yayasan keluarga kita juga akan mampu dan semakin banyak memberikan manfaat kepada orang-orang sakit yang tidak mampu untuk berobat!" ucap Kesya sambil tersenyum kepada Andika yang langsung mengangguk.


Andika merasa beruntung sekali karena memiliki istri secantik Kesya dengan hati yang begitu luar biasa. Sehingga mampu menyentuh hati nurani keluarga besar Albert dan mau mewakafkan tanah keluarga mereka untuk pembangunan rumah sakit.


" Ingat Pah. Pastikan untuk menempatkan orang-orang kepercayaanmu dalam menjaga proyek itu. Aku sangat yakin kalau Elena dan juga Mark pasti tidak akan melepaskan begitu saja proyek itu. Mereka selama ini selalu menghalalkan berbagai cara untuk mencari masalah dengan keluarga kita!" Kesya mengingatkan Andika agar selalu waspada dengan perusahaan Clarkson yang selama beberapa tahun terus saja mencari gara-gara dengan keluarga mereka.


Andika menganggukkan kepalanya dan sangat setuju dengan pemikiran Kesya.


" Ya sudah sayang kalau begitu. Ayo kita segera beres-beres dan kembali ke Dubai saja. Kasihan asisten dan sekretarisku di sana. Mereka sudah sangat kerepotan karena harus menangani begitu banyak masalah ketika aku tidak ada di sana!" ucap Andika sambil menarik tangan Kesya untuk kembali ke Mansion dan bersiap-siap kembali ke Dubai, tentu saja setelah dia memastikan bahwa semua hal di perusahaannya yang ada di Jerman aman dan terkendali.


Dengan menggunakan jet pribadi milik Abimana grup, Kesya dan Andika kembali terbang ke Dubai dan meninggalkan Jerman.


Setelah hampir dua minggu lamanya mereka menghabiskan waktu mereka dalam proyek.


Mereka berkecimpung langsung dan terjun ke proyek pembangunan rumah sakit yang bekerjasama dengan keluarga besar Albert yang sudah mewakafkan 50 hektar tanah milik keluarga mereka untuk pembangunan rumah sakit bagi warga miskin dan tidak mampu.


Proyek itu merupakan bagian dari gerakan sosial keluarga Abimana grup yang di komando oleh Kesya di bawah yayasan keluarga Abimana group.


Begitu sampai di Dubai Kesya dan Andika langsung beristirahat. Mereka sudah sangat merindukan Cakra yang tidak mereka ajak ke Jerman. Karena mereka khawatir kalau putranya akan ketinggalan pelajarannya di sekolahannya.


" Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Kesya kepada Cakra yang sedang asyik main play station bersama teman sekolah dia yang sedang berkunjung ke rumah mereka.


Cakra langsung memeluk ibunya ketika melihat Kesya yang pulang bersama dengan Andika yang merasa senang putranya baik- baik saja dan dalam keadaan sehat.


" Alhamdulillah baik Mah! Perkenalkan Mah, dia adalah temanku Edmundo! Selama kalian berada di Jerman, dia yang sudah menemani aku di rumah. Papa sama mama gak marah bukan?" tanya Cakra sambil menundukkan kepalanya karena takut dimarahi oleh kedua orang tuanya.


Awalnya Andika memang merasa terkejut mendengarkan perkataan putranya. Tetapi melihat Kesya yang menetap kepadanya dan menggelengkan kepalanya, seketika Andika pun merubah mimik wajahnya.


" Tidak apa-apa sayang. Yang penting kau baik-baik saja dan tidak kesepian selama kepergian kami!" ucap Kesya sambil bersalaman dengan Edmundo, anak kecil seusia dengan Cakra yang tampaknya berasal dari Meksiko.


Entah bagaimana caranya, Cakra bisa dekat dengan anak kecil itu yang memiliki mata biru dan wajah yang sangat tampan.


" Terima kasih Ed, karena kamu sudah mau menemani Cakra di sini. Aekarang kalian lanjutkanlah permainan kalian! Cakra Papa akan langsung menaruh hadiahmu di kamarmu. Oke jagoan Papah?" tanya Andika sambil mengelus pucuk kepala Cakra.


Cakra langsung berlari untuk menuju kamarnya. Cakra tidak sabar untuk melihat apa yang telah diberikan oleh kedua orang tuanya dalam perjalanan mereka ke Jerman.


" Pah aku menerima begitu banyak hadiah. Apakah boleh kalau aku membaginya dengan Ed?" tanya Cakra dengan wajah cerianya.


Cakra langsung memeluk Andika. Kemudian dia terlihat tampak serius sekali membuat Andika menjadi kebingungan dengan mimik wajah sang Putra tersayang.


" Ada apa sayang? Apakah ada masalah?" tanya Andika merasa heran.


Cakra kemudian duduk di hadapan ayahnya. Tampak sekali dia sedang berusaha untuk menyusun sebuah kata-kata yang baik untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.


" Katakanlah sayang. Apa keperluanmu? Kau tidak usah khawatir. Kami tidak akan marah denganmu!" ucap Kesya ketika dia keluar dari kamar mandi dan melihat putranya mengalami kesulitan untuk berbicara dengan ayahnya sendiri.


Cakra kemudian mendekati Ibunya dan meminta kepada Kesya untuk duduk bersama dengan sang ayah.


" Pah, Mah! Apakah boleh kalau Ed, tinggal bersama dengan kita?" tanya Cakra sambil menundukkan kepalanya.


Andika tanpa mengurutkan keningnya Kesya kemudian menyentuh tangan suaminya.


Kesya paling mengerti tentang sifat Cakra yang memiliki hati yang begitu sensitif dan juga lembut.


" Kenapa kau menginginkan Ed, untuk tinggal bersama dengan kita?" tanya Kesya lembut.


Kesya sejak tadi terus memberikan kode keras kepada Andika untuk tidak mencela keinginan putranya. Setidaknya dia ingin tahu. Apa alasan Cakra meminta hal itu padanya.


" Mah, Ed adalah anak yang telah dibuang oleh kedua orang tuanya. Karena dia telah dianggap sebagai anak pembawa sial oleh mereka. Setelah kematian neneknya yang di kira oleh kedua orang tuanya gara-gara Ed," ucap Cakra dengan suara gemetar.


Andika mendengarkan semua penuturan putranya dengan seksama.


Andrika sangat kenal tentang sifat Cakra yang selalu baik hati dan tidak bisa melihat orang lain menderita.


" Baiklah sayang. Kau bisa melakukan apa yang kau mau dengan teman kamu itu. Setidaknya sampai kami berdua menyelidiki tentang identitas Edmundo yang sesungguh nya. Cakra di zaman seperti sekarang, banyak sekali kejahatan yang menggunakan anak kecil sebagai pancingannya. Apalagi keluarga kita bukan atau masuk sebagai keluarga biasa saja. Kamu tetap harus waspada dengan temanmu Cakra!" ucap Andika berusaha menasehati putranya.


Kesya menggelengkan kepalanya. Apa yang di katakan Andika, persis dengan apa yang ada di dalam kepalanya. Bahwa suaminya pasti akan mengatakan hal seperti itu kepada Cakra. Makanya sejak tadi Kesya sudah memberikan kode agar Andika diam saja.


" Baiklah Pah. Cakra akan waspada terhadap Ed. Akan tetapi, Ed memang benar-benar anak yang sangat menyedihkan Pah. Cakra yang telah menemukannya di jalanan. Dan dia hampir mati kelaparan setelah diusir oleh kedua orang tuanya." ucap Cakra dengan mata berkaca-kaca.


Kesya langsung memeluk Cakra dan menguatkan putranya yang sedang sedih karena memikirkan nasib temannya yang hidupnya sangat malang di matanya.


" Ya sudah sayang, kau kembalilah temani Ed dan bermain dengan dia. Bagaimana pun kita tidak boleh membiarkan Ed merasa kesepian dan tidak bahagia di rumah ini!" ucap Kesya.


Andika menatap istrinya dengan lekat. Menarik nafasnya dalam-dalam. Andika lalu mengajak istrinya ke ranjang mereka. Karena dia ingin berbicara sangat serius dengan sang istri mengenai Edmundo.