Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
284. Usaha Kesya



Setelah mencium kening Andika, Kesya kemudian pergi meninggalkan Andika untuk pergi ke kantor polisi dan bertemu dengan Serda yang sudah di tahan polisi.


" Saya mohon kamu kembali ke negara kamu dan jangan lanjutkan lagi apa yang telah kau rencanakan ini. Aku tidak mau kalau sampai nanti suamiku berbuat lebih nekat lagi dari pada melakukan ini!" bujuk Kesya kepada Serda yang malahan marah kepadanya.


Kesya berusaha untuk bersabar dalam menanggapi semua omongan Serda yang terdengar sangat menyakitkan.


" Dengar ya! Yang harus pergi di sini itu adalah kamu! Karena kamu tidak punya hak untuk berada di samping Andika. Harusnya dia bersamaku karena aku adalah perempuan yang pertama datang dalam hidupnya apa kau dengar itu?" tanya Serda dengan mata berapi-api.


Kesya hanya menatap Serda dengan kasihan dan rasa iba. Karena bagaimanapun dia tidak bisa berkuasa atas kehendak dari Allah yang sudah mengatur jodoh antara manusia. Kalau memang dia mampu, tentu dia juga bisa mengatur dirinya akan berjodoh dengan siapa dan tidak harus kehilangan cinta pertama dalam hidupnya.


" Jangan membuat keributan lagi Serda. Aku akan membujuk suamiku agar segera mencabut laporan dia ke kantor polisi. Jadi kamu bisa bebas segera. Tapi di bawah satu kondisi yang harus kau lakukan." ucap Kesya.


Serda langsung aku menarik tangan Kesya dengan kasar.


" Andika adalah milikku dan akan kupastikan aku akan merebutnya darimu. Karena sejak awal dia nemang seharusnya bersamaku bukan denganmu, paham?" Kesya terus menggelengkan kepalanya merasa kasihan kepada Serda yang sudah terobsesi dengan Andika yang sudah menjadi suaminya sekarang.


Dari luar terlihat Andika dan pengacaranya sedang memperhatikan semua interaksi antara Serda dan Kesya dan sejak tadi selalu saja di sudutkan oleh Serda.


" Silakan kau bicara dengan suamiku. Kalau memang dia menginginkanmu menjadi istrinya, aku pasti bersedia untuk segera meninggalkannya dan aku juga tidak akan memaksakan apa-apa yang bukan menjadi hak ku!" ucap Kesya dengan penuh keyakinan.


Andika sudah merasa geram sejak tadi Tetapi dia masih berusaha untuk kuat dan menyebarkan dirinya untuk Serda yang terus menghina Kesya dengan kata-kata kasar.


' Perempuan itu benar-benar sudah kelewatan batas sejak tadi dia terus saja menghina istriku. Akan kupastikan dia mendekam di dalam penjara untuk waktu yang lama sehingga dia tidak akan lagi mengganggu rumah tangga kami!' batin Andika yang merasa iba melihat Kesya terus saja dirasa dari dorong oleh Serda dengan kata-katanya.


Karena melihat Serda yang mulai lepas kendali dan tidak bisa diajak bicara baik-baik, Kesya pun kemudian meninggalkan penjara dan Kesya merasa terkejut ketika melihat Andika sudah berada di depan pintu.


" Sayang, apa yang kau lakukan disini?" tanya Kesya terkejut sekali.


Andika langsung memeluk tubuh Kesya dengan penuh cinta Andika seperti takut sekali kehilangan Kesya.


" Kamu jangan pernah pergi lagi untuk meninggalkan aku. Sayang, kamu tahu betapa aku sangat panik ketika aku bangun dan tidak mendapatkanmu di sisiku? Oh aku hampir gila rasanya!" Kesya tersenyum melihat suaminya yang begitu mengkhawatirkan dirinya yang masih di peluk oleh Andika.


Kesya kemudian mengajak Andika untuk keluar dari penjara dan kembali ke manstion milik mereka.


" Aku tidak akan meninggalkanmu ko sayang. Sudahlah ayo pulang!" ajak Kesya sambil merangkul Andika dengan mesra.


" Awas saja kamu! Akan aku buat kamu meninggal kan Andika!" ucap Serda dengan geram sekali.


Pengacara Andika datang menemui wanita itu dan menjelaskan semuanya padanya.


" Tolong berhenti untuk mengganggu Tuan Andika dan keluarganya maka kami akan mengembalikan Anda ke negara Anda dengan baik-baik. Kalau tidak, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi pengadilan dan kau akan aku pastikan membusuk di penjara dengan waktu yang lama!" ucap laki-laki berusia 45 tahun itu dengan menatap tajam Serda yang sejak kemarin sudah dibujuk berkali-kali tetapi tetap keukeuh menginginkan untuk menikah dengan Andika.


" Dengar ya! Andika Itu milikku dan dia sudah berjanji kepadaku 15 tahun yang lalu akan menikahi aku dan aku sudah menunggunya selama itu. Maka aku punya hak untuk tinggal di sisinya!" ucap Serda masih bersih keras dengan pendirian dan keinginannya.


Andika yang sangat kesal dan juga geram, ketika mendengarkan semua perkataan Serda yang terus saja memaksa dirinya untuk menikahinya.


" Tuan Halil segera tuntut perempuan ini seberat mungkin dan jangan pernah biarkan dia untuk keluar dari penjara semudah itu!" ucapan nikah yang kemudian meninggalkan mereka dipenjara bersama dengan Kesya.


Sejak tadi Kesya terus terus berusaha menenangkan Andika yang kembali mengamuk lagi ketika mendengarkan perkataan Serda yang tidak mau menyerah untuk menikah dengannya.


" Aku benar-benar kehabisan kata-kata bicara dengan perempuan gila itu!" ucap Andika geram sekali. Berkali-kali Andika terus saja mengepalkab kedua tangannya dengan begitu keras. Sangking kesalnya dia.


Kesya yang duduk di samping Andika benar-benar merasa prihatin. Melihat semua kemarahan suaminya dengan kelakuan Serda yang sangat sulit untuk dinasehati.


" Sudahlah sayang, tolong jangan marah-marah terus. Maafkan aku yang sudah datang ke penjara tanpa meminta izin dulu padamu. Awalnya aku hanya ingin membujuk Serda untuk meninggalkan Dubai tetapi sangat sulit sekali untuk meyakinkan dia! Ya Allah, dia sangat keras kepala dan sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya! Entah yang saat ini dia lakukan adalah benar-benar karena mencintaimu ataukah hanya obsesi gila yang ada di dalam kepalanya untuk bisa memilikimu!" ucap Kesya frustasi sekali.


Andika meremas telapak tangan Kesya kemudian menciumnya dengan lembut.


" Tolong jangan lakukan itu. Aku tidak akan bisa hidup kalau sampai kau pergi dan meninggalkan aku. Hanya karena gara-gara perempuan gila yang gak jelas asal-usulnya itu!" ucap Andika yang membuat Kesya terharu dengan cinta suami nya.


Berkali-kali Kesya berusaha untuk mendamaikan Andika dan Serda tetapi nampaknya sangat sulit sekali untuk membujuk dua orang yang sama-sama keras kepala dan sama-sama tidak bisa di bujuk.


Sampai sekarang Andika maupun Kesya tidak bisa mengerti dengan keinginan Serda yang benar-benar sangat tidak masuk akal.


" Sayang please! Kamu jangan pernah temui lagi perempuan itu. Aku mohon! Aku tidak suka ketika dia menghinamu dan terus memojokkanmu!" ucap Andika kesal.


" Aku tidak mau kalau perempuan itu mencuci otakmu dan membuatmu meninggalkan aku! Aku sangat mencintaimu dan kau Ingatlah itu sayangku! Kita juga sudah memiliki dua orang Putra yang telah dihadiahkan oleh Allah untuk rumah tangga kita!" ucap Andika tulus berusaha membujuk Kesya agar jangan pernah menyerah dengan cinta mereka berdua walau apapun rintangan dan halangannya.


" Tolong berjanjilah padaku. Kalau kau tidak akan pernah meninggalkan aku demi apapun dan demi siapapun!" ucap Andika berusaha mengkonfirmasi perasaan Kesya kepadanya.