
Agnes sudah bersiap untuk meninggalkan rumah sakit. Dia sudah tidak memperdulikan keinginan ibunya yang menginginkan dia berpura-pura menjadi istri dari Agus, yang masih sepupunya sendiri.
" Sebengal apapun diriku, Aku tidak akan pernah menjadi penipu. Apalagi membohongi saudaraku sendiri!" ucap Agnes sambil berlalu dari rumah sakit.
Akan tetapi Agnes terkejut ketika dia mendapatkan ibunya yang sudah menarik tangannya ketika dia hendak masuk ke dalam taksi. " Mama?" tanya Agnes sangat terkejut.
" Mau ke mana kau? Kau tadi bilang akan mempersiapkan kepulangan Agus. Apa yang kau lakukan saat ini?" tanya Andini kesel.
Agnes kemudian menyuruh sopir taksi itu untuk pergi, setelah Dia memberikan uang Rp100.000 untuk pembatalan pemesanannya.
" Agnes tidak mau menipu Agus mah! Bagaimanapun kami masih saudara sepupu! Bagaimana mungkin Agnes bisa menipunya?" tanya Agnes sambil menatap tajam kepada ibunya.
Andini tampak menatap tajam kepada Agnes. " Dasar gadis bodoh! Apa Kau rela kalau perusahaan Bagaskoro Sejahtera jatuh ke tangan Ayana, anak dari selingkuhan ayahmu huh?" ucap Andini dengan suara yang keras sehingga menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang lewat di depan mereka.
" Apa maksud Mama? Siapa yang mama katakan sebagai selingkuhan dari papa?" tanya Agnes merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.
Agnes sangat menyayangi ayahnya. Selama ini dia tahu bahwa Ayahnya adalah seorang laki-laki yang baik, juga seorang pejabat yang baik. Ayahnya tidak pernah macam-macam selama berada di luar sana. Bagaimana mungkin, sekarang tiba-tiba Ibunya memberikan sebuah cerita tentang seorang selingkuhan dan juga anak lain dari ayahnya?
Apakah ada lelucon yang jauh lebih lucu dari hal itu? Agnes benar-benar bingung dengan cerita yang diberikan oleh ibunya tentang ayahnya yang selama ini menjadi idolanya.
" Mama nggak usah ngarang cerita deh! Tidak mungkin papaku berselingkuh!" ucap Agnes sambil berlalu dari hadapan ibunya.
Andini kemudian menarik tangan Agnes dan memaksanya untuk kembali masuk ke rumah sakit.
" Ayah kok ikut dengan Mama. Kau lihatlah dengan mata kepalamu sendiri kelakuan ayahmu!" karena merasa penasaran akhirnya Agnes pun mengikuti keinginan ibunya.
Walaupun perasaannya sangat kacau balau, tetapi Agnes berusaha untuk menekan perasaan di dalam hatinya saat ini.
' Aku tidak percaya kalau Ayahku memiliki selingkuhan. Biarlah aku akan melihat apa yang akan Mama tunjukkan padaku!" batin Agnes ketika dia terus ditarik tangannya oleh sang ibu untuk mengikutinya menuju sebuah ruangan perawatan.
" Kau Lihatlah ayahmu dengan wanita itu! Ayana adalah anak ayahmu dengan perempuan yang saat ini sedang duduk di sampingnya. apa Kau rela kalau sampai perusahaan keluarga besar kita jatuh ke tangan Ayana? Anak dari selingkuhan Ayahmu itu?" tanya Andini dengan mata penuh kebencian.
Agnes yang berotak pintar dan cerdas dia tampak berusaha untuk mencerna apa yang dikatakan oleh ibunya.
" Sepertinya yang mama katakan itu perlu dikoreksi lagi!" ucap Agnes sambil melirik kepada ibunya yang sekarang malah melotot kepadanya.
" Apa maksud perkataanmu?" tanya Andini.
" Usiaku dan Martin saat ini kurang lebih sekitar 20 tahun. Sementara usia Ayana saya perkirakan sekitar 25 atau 27 tahun. Kalaupun di sini ada selingkuhan itu pasti adalah mama. Bukan perempuan yang menjadi Ibu dari Ayana!" ucap Agnes mengutarakan analisisnya kepada sang ibu.
Tampak Andini terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh putrinya.
" Itu artinya Papamu memiliki hubungan dengan perempuan itu sebelum menikah dengan Mama!" ucap Andini mencelos hatinya dengan sebuah kenyataan yang baru dia sadari.
Agnes menatap ibunya dengan lekat. Seakan mencari sebuah kejujuran yang bisa dia pegang untuk memutuskan. Apakah dia akan menolong ibunya untuk menjadi istri pura-pura Agus ataukah dia akan membiarkan ibunya melakukan penipuan itu sendirian.
" Apakah mama pernah bertanya perihal Ayana kepada papa dan kenapa bisa ada kejadian semacam ini?" tanya Agnes kepada ibunya yang masih tampak bengong melihat kedekatan sang suami dengan Humairoh.
Humairoh yang kemarin sibuk sekali mengurus pemakaman untuk Axel yang meninggal setelah mengalami kecelakaan, dia tampak lelah dan saat ini sedang bersandar di bahu Pradipta.
" Beristirahatlah ke rumah. Jangan sampai kau nanti sakit. Saat ini Ayana benar-benar sangat membutuhkan kita berdua untuk mengembalikan mentalnya. Setelah meninggalnya Axel yang tiba-tiba. Ayana Pasti sangat sedih dengan meninggalnya sang Putra kesayangannya apalagi sekarang Agus yang hilang entah ke mana." ucap Pradipta yang masih merahasiakan tentang Agus yang telah dipindahkan oleh istrinya ke ruangan VVIP yang lumayan jauh jaraknya dari ruangan perawatan Ayana saat ini.
Bagaimanapun Agus juga harus menjaga kehormatan istrinya di hadapan Humairah.
" Ayana saat ini benar-benar sedang membenci Agus. Kalaupun bertemu dengan Agus dia pasti akan marah kepadanya. Dia belum bisa menerima kepergian Axel yang begitu tiba-tiba. Sebaiknya kita berusaha untuk menguatkan mental Ayana dengan tetap berada di sampingnya dan memberikan semangat kepadanya!" ucap Pradipta bicara kepada Humairah.
" Bagus ya! Dari kemarin Mama cariin Papa di mana, ternyata sedang asyik berduaan dengan perempuan gatal ini!" ucapkan dini yang langsung berkacak pinggang di hadapan Pradipta dan Humairah yang terkejut melihat kedatangannya di hadapan mereka.
Sementara itu Agnes hanya menatap ayahnya dengan tatapan penuh pertanyaan. Namun dia tidak berani mengatakan apapun karena dia tidak mengerti tentang kejadian yang sesungguhnya yang terjadi di antara mereka bertiga.
" Kau salah paham Mah! Kami tidak melakukan apapun yang melanggar norma yang ada. Saya hanya berusaha untuk menghiburnya setelah Axel meninggal karena kecelakaan yang disebabkan oleh Agus!" ucap Pradipta sambil mendekat kepada istrinya yang langsung menghindarinya begitu melihat dirinya mendekat padanya.
Agnes melihat usaha ayahnya yang berusaha untuk menjelaskan kepada ibunya.
" Siapakah mereka berdua bagi Papa?" tanya Agnes dengan suara datar.
" Ayana adalah Putriku di masa lalu bersama Humairah. Sebuah kesalahan yang Papa pun tidak tahu kalau itu menghasilkan seorang anak dan baru Papa ketahui beberapa hari yang lalu. Akan tetapi Papa terlambat karena ternyata cucu Papa sudah meninggal karena kecelakaan yang diakibatkan oleh Agus yang membuat bocah kecil itu meninggal!" ucap Pradipta dengan kesedihan yang nyata terlihat di wajahnya.
" Axel meninggal? Bocah tampan itu?" tanya Agnes akan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
" Benar cucuku sudah meninggal dalam kecelakaan yang diakibatkan oleh Agus. Saat ini putriku dalam keadaan trauma berat, sehingga dia selalu mengamuk apabila dia terbangun. Oleh karena itu kami selalu menjaganya siang dan malam. Agar dia tidak sampai melakukan hal-hal bodoh yang akhirnya akan merugikan dirinya sendiri. Ayana akan selalu mengamuk ketika bangun dan selalu mencari Agus dan hendak membunuhnya untuk membalaskan dendamnya untuk kematian Axel!" ucap Humairoh dengan kesedihan yang luar biasa. Karena semua musibah yang menimpa keluarga kecilnya yang seakan tidak ada habisnya bertubi-tubi silih berganti.
" Kau tidak usah menjual air mata palsumu itu! Tidak usah kau menjual kesedihan di hadapan kami. Bagiku kau hanyalah wanita gatal yang sedang berusaha untuk menggoda suamiku dan merebutnya dari sisi kami!" ucap Andini sambil menuding wajah Humairoh yang tampak memerah karena amarah yang sejak tadi dia tahan.
" Tolong kau jaga bicaramu! Walaupun ada orang yang merebut seseorang, itu pasti adalah kamu! Kamu yang sudah membuat Pradipta meninggalkan aku dan akhirnya menikah denganmu yang waktu itu menjebaknya dengan kehamilan palsumu!" ucap Humairoh sampai menatap tajam kepada Andini yang langsung terkejut mendengarkan perkataannya.
' Dari mana perempuan itu mengetahui sejarah seperti itu yang aku sembunyikan dengan begitu dalam?' batin Andini merasa terancam dengan apa yang dikatakan oleh Humairoh.
" Bukankah yang aku katakan itu benar? Dulu Kau menjebak Pradipta pada saat acara pesta ulang tahunnya? Satu bulan kemudian kau datang kepada Pradipta dan mengaku sedang hamil. Akan tetapi, setelah satu bulan dari pernikahanmu dengannya, kau mengaku bahwa kau mengalami keguguran. Padahal sebenarnya kau tidak pernah hamil kan?" ucap Humairoh sambil menatap tajam kepada Andini yang langsung kalang kabut dan gugup karena semua rahasianya ternyata diketahui oleh Humairoh.
" Semua yang kau katakan itu bohong! Kau jangan percaya padanya Pah! Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu!" ucap Andini sambil mendekat kepada Pradipta yang sedang menatapnya dengan penuh pertanyaan dan rasa kecewa.
Tampak Pradipta menepiskan tangan Andini yang berusaha untuk menariknya dari dekat Humairoh untuk mendekat ke arahnya.
" Apakah semua yang dikatakan oleh Humairah adalah kenyataan? Jelaskanlah semuanya padaku. Karena semua yang diceritakan oleh Humairoh tepat sempurna dengan kejadian kita sekitar 25 tahun yang lalu!" ucap Pradipta dengan suara menuntut penjelasan dari sang istri.
Andini tampak gugup. Dia tidak mampu untuk mengatakan sesuatu. Karena otaknya saat ini sedang tumpul dan buntu. Andini tidak mengerti, bagaimana caranya Humaira bisa mengetahui semua kejadian masa lalunya yang selama ini sangat dirahasiakan olehnya dari siapapun.
' Perempuan kurang ajar itu benar-benar sangat mengerikan! Bagaimana dia bisa mengetahui semua kejadian itu padahal aku tidak pernah menceritakannya!' batin Andini sudah gemetar ketakutan apalagi ketika dia melihat Humairoh mengambil sesuatu dari tasnya.
" Semua cerita yang aku katakan buktinya ada di dalam flashdisk ini. Lihatlah sendiri dan Kau pasti akan mengetahui semua kebenaran di dalamnya yang selama 25 tahun lebih telah disembunyikan oleh istrimu dari kamu!" ucap Humairoh yang kemudian menyerahkan flashdisk di tangannya kepada Pradipta.