Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
71. Istri kedua



Laila kamu ngamuk memukuli Firman tanpa henti sementara Firman masih tergelap merasa bahagia melihat Laila yang sudah kehilangan kontrol akan dirinya sendiri.


"Sudahlah! Tenanglah tidak akan ada yang tahu tentang video ini selama kamu menurut kepadaku!" ucap Firman dengan senyum liciknya Laila menatap Firman dengan putus asa dan air mata terus berderai kelopak matanya.


" Apa yang kau inginkan dariku! Katakan padaku dan janji padaku kalau kamu tidak akan pernah menyebarkan video dan foto-foto itu! Kedua orang tuaku bisa membunuhku, mantan suamiku bisa mengecamku. Apa kau tahu keburukan apa yang akan kau berikan kepadaku, kalau sampai video dan foto-foto tersebut menyebar di masyarakat?" ucap Laila frustrasi.


Firman tertawa penuh kemenangan melihat akhirnya mantan kekasihnya tersebut takluk juga kepadanya.


"Aku hanya mau kamu menjadi istri keduaku! Hari ini juga kita akan menikah secara siri dan kamu akan ikut denganku ke Jakarta. Di sana, Aku akan memberikan rumah dan mobil untukmu. Percayalah, Kamu tidak akan menyesali menjadi istri keduaku!" ucap Firman sambil mencium bibir Laila yang gemetaran.


"Kamu gila!" Laila berusaha melepaskan ciuman Firman, tetapi Firman tidak mau menyerah begitu saja. Egonya sebagai lelaki tidak mau mengalah terhadap mantan kekasih yang selama ini masih dia rindukan.


Firman terus mencium Laila, sampai akhirnya Laila menyerah dan mau melayani hasrat liar Firman. Segala rindu dendam itu disalurkan oleh Firman. Firman tidak mau tahu pokoknya Laila harus melayani dirinya.


Setelah puas menyiksa lahir bathin Laila, Firman lalu membawa Laila untuk mencari penghulu yang akan meresmikan pernikahan keduanya bersama Laila. Firman sangat bahagia. Ya, walaupun di dalam hatinya masih tersimpan rasa benci, tapi Firman tidak bisa mengelak bahwa dirinya masih mencintai Laila. Wanita pertama yang telah mengobrak-abrik hatinya yang telah memperkenalkan apa itu cinta di masa putih abu-abu.


Laila hanya pasrah saja menerima apa yang akan dilakukan oleh Firman. Sekarang mereka akan menemui ayah ibunya, akan memberitahu tentang rencana pernikahan tersebut. Penghulu juga sudah ikut dengan mereka. Firman membayar sangat mahal untuk penghulu tersebut agar mau dia ajak ke rumahnya Laila.


"Kalau Papahku menolak untuk menikahkan kita, itu bukan kesalahan diriku!" ucap Laila sambil melihat ke arah jendela.


"Jangan khawatir, aku yakin. Papah pasti masih ingat bahwa dahulu dia begitu menginginkan agar aku menjadi menantunya. Kalau bukan kamu yang berulah, kita mungkin sudah punya beberapa orang anak!" ada raut kemarahan di mata Firman.


Laila menarik nafas dalam-dalam, ya, kalau dahulu dia tidak bertingkah dengan meninggalkan firman yang sangat mencintai dirinya, Laila pasti akan menjalani kehidupan yang berbeda. Tidak akan pernah merasakan sakitnya di ceraikan oleh Ilham, seorang Kiai yang berkemauan keras dan berhati batu, yang kolot dan primitif. Ah, Laila masih kesal rupanya dengan Ilham.


"Ayo turun, kita sudah sampai ke rumah kamu!" Firman menggenggam tangan Laila dengan posesif, seperti sedang mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Laila lagi. Hati Laila menghangat, air matanya menetes.


Ya, pria di sampingnya ini, sejak dahulu memang selalu berusaha menjaga dirinya. Dahulu Laila merasa tertekan dengan sifat posesif Firman, sehingga memutuskan untuk meninggalkan Firman, ketika pria itu sedang sibuk-sibuknya memulai karirnya. Laila menggunakan alasan itu untuk meninggalkan Firman, hingga Firman menggila.


Selama sebulan lamanya, Firman seperti mayat hidup. Hanya bekerja dan bekerja, dalam hatinya, hanya bekerja yang bisa mengalihkan perhatian dirinya agar tidak terlalu memikirkan sakit dan patah hatinya.


Mereka sudah berada di ruang tamu Laila, ayah ibunya tampak heran, ketika melihat Laila yang datang bersama seorang pria asing dan Firman, yang diketahui oleh mereka sebagai mantan kekasih Laila di masa putih abu-abu.


"Apa maksudnya semua ini?" tanya Ayahnya Laila heran.


Laila menatap ayah ibunya dengan bingung. Sejujurnya Laila tidak mau menjadi istri kedua dari Firman, tapi ancaman Firman tentang Video dan Foto-foto mesum mereka, membuat Laila tidak bisa berkutik.


"Kau pikir, pernikahan itu mainan anak-anak ya?" mata elang ayahnya menusuk relung hati Laila, Firman yang tahu bahwa Laila sedang ketakutan, langsung maju dan mengambil alih semuanya.


"Maafkan, saya dan Laila Masih saling mencintai. Tolong restui pernikahan kami!" ucapan Firman yang sungguh-sungguh membuat hati kedua orangtuanya Laila aga mencair, tetapi ibunya Laila masih penasaran.


"Kenapa sangat terburu-buru begini? Kami tentu harus menyiapkan segala sesuatunya. Bukankah begitu, Pah?" tanya ibunya Laila mencoba mencari dukungan Suaminya.


"Benar, beri kami beberapa hari, untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi dan lain-lain!" pinta ayahnya Laila. Tapi Firman menggeleng.


"Kami hanya akan menikah secara siri!" ucap Firman. Kedua orangtuanya Laila mereka kaget dengan niat Firman, mereka berdua saling pandang, mencoba memberikan kode keras untuk menolak rencana tersebut.


"Maafkan kami, Nak Firman! Kenapa menghendaki pernikahan siri?" tanya Ibunya Laila sudah mulai waspada.


"Di Jakarta, saya sudah memiliki seorang istri, tetapi istri saya tersebut tidak bisa memberikan saya keturunan. Oleh karena itu, saya berniat akan menikahi Laila, dengan harapan kami akan memiliki seorang anak!" dusta Firman, karena yang sesungguhnya, Firman sudah memiliki dua orang anak dari istri pertamanya.


"Oh, ya Tuhan!" ibunya Laila terkejut, beliau menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sangat syock dengan nasib yang akan menimpa anaknya. Menjadi seorang pelakor dalam kehidupan rumah tangga orang lain.


Ayah ibunya menatap Laila dengan intens, ada kesedihan di mata Laila. Itu yang membuat mereka bertanya-tanya. Kenapa untuk orang yang akan menikah, Laila nampak begitu sedih. Ayahnya Laila memberi kode kepada istrinya untuk bisa bicara dengan Laila.


"Maaf, Nak Firman! Biasakan kami anak dan orangtuanya untuk berunding dulu?" tanya ibunya Laila berhati-hati.


"Ya, silahkan!" Firman lalu memberikan waktu kepada ketiga orang tersebut untuk berunding. Kedua orangtuanya Laila menarik tangan Laila untuk masuk ke kamar Mereka.


"Laila, kenapa kamu mau di jadikan istri kedua oleh Firman?" ibunya memeluk lengan Laila yang kini malah menangis, membuat keduanya tambah bingung.


"Maafkan, Laila! Mas Firman menjebak Laila, Pah! Dia memberikan obat perangsang ke dalam minuman Laila, lalu dia memerkosa Laila dan membuat Video dan mengambil beberapa foto. Dia akan menyebarkan itu kalau Laila menolak keinginan dia! Hiks hiks!" Laila menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ibunya.


Hati kedua orangtuanya mencelos, mengetahui hal itu. "Kamu selalu melawan orang tua, jadinya nasib buruk terjadi terus-menerus dalam hidup kamu!" maki ayahnya sangking frustasinya. Dirinya tidak terima anaknya dari seorang istri Kiai, kini turun derajatnya menjadi madu dari wanita lain, yang entah wanita itu rela atau tidak.


Laila menangis sejadi-jadinya. Laila juga tidak sudi, tetapi kalau foto-foto dan video itu disebarkan, sudah di pastikan dirinya akan sangat malu kepada Ilham, mantan suaminya yang seorang Kiai itu. Laila benar-benar menyesal, kenapa dahulu dia tidak berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik, sehingga Ilham tidak akan menceriakan dirinya.


Sekarang dirinya di paksa untuk menjadi istri kedua seorang Firman, mantan kekasihnya dahulu yang pernah dia sakiti hatinya. Laila tidak bisa melihat, masa depan apa yang akan dia hadapi kedepannya.