
"Bibi kan tahu. Selama ini Ayana hanya sibuk bekerja dan bekerja. Ayana tidak pernah berhubungan dengan siapapun! Kecuali...!" Ayana tampak berpikir dan mengingat sesuatu.
" Kecuali apa Ayana?" tanya Humairoh menatap tajam kepada keponakannya.
" Kecuali Edric Bi. Dia sudah dua kali pernah menjebak Ayana. Akan tetapi Ayana selalu selamat dari tipu muslihatnya!" ucap Ayana dengan pelan.
" Keterlaluan! Sungguh berani sekali dia bermacam-macam dengan keluarga Sugandi! Apakah nyawanya ada 9?" ucap Humairoh dengan geram.
" Tetapi seingat Ayana. Ayana selalu berhasil melarikan diri dari dia Bi! Ada kemungkinan anak ini bukan milik dia!" ucap Ayana dengan mata berkaca-kaca.
" Oleh karena itu Ayana memilih untuk pergi dari Indonesia dan meninggalkan semuanya. Karena Ayana takut kalau Agus tahu bawa Ayana saat ini sedang hamil tetapi bukan anak dia. Dia pasti akan murka dan meminta Ayana untuk menggugurkannya!" ucap Ayana dengan mata yang berkaca-kaca.
" Sungguh pelik masalah hidupmu Ayana. Bibi benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi!" ucap Humairoh lemas seketika seluruh tubuhnya mendengarkan cerita dari keponakannya.
" Tolong Bi sembunyikan keberadaanku dari Agus. Aku tidak mau kalau sampai dia tahu kehamilanku dan menyuruhku untuk membunuh darah dagingku sendiri! Hiks hiks!" ucap Ayana memohon kepada bibinya untuk merahasiakan keberadaannya dari suaminya.
" Lalu apa yang akan kau lakukan di Australia Ayana? Kau tidak mungkin akan menjadi seorang gembel kan tanpa penghasilan maupun tempat tinggal?" tanya Humairoh kepada Ayana.
" Ayana tidak peduli Bi! Asalkan anak ini tetap bersama Ayana. Bagaimanapun Dia adalah anak Ayana. Ayana tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakitinya. Ayana akan melindunginya sampai titik darah penghabisan!" ucap Ayana dengan mata penuh semangat.
" Apa kau yakin bisa hidup kekurangan tanpa fasilitas dari keluarga Sugandi?" tanya Humairoh lagi ingin mengetes seberapa kuat mental seorang Ayana.
" Ayana pasti akan selalu berjuang Bi untuk anak yang ada dalam kandunganku! Apapun akan Ayana lakukan Bi!" ucap Ayana dengan penuh keyakinan.
" Baiklah Bibi akan membantumu untuk mengatasi masalah ini!" ucap Humaira.
" Ayana hanya minta tolong kepada Bibi. Tolong rahasiakan keberadaan Ayana di sini Bi! Ayana tidak mau sampai Agus meminta untuk membunuh anakku!" ucap Ayah Nah sambil memegang erat tangan Humairoh.
" Baiklah Bibi berjanji akan merahasiakan keberadaanmu di sini dan Bibi juga akan berusaha untuk membantumu. Supaya keturunan Sugandi tidak hidup dalam penderitaan!" ucap Humairoh sambil mengulas senyum kepada keponakannya.
" Kau tinggallah di mansion ini dan uruslah perusahaan Bibi yang ada di Australia. Bibi akan memberikan perusahaan ini untukmu dan juga anak yang ada di dalam kandunganmu! Suatu saat nanti kalau anak-anak Bibi berada dalam kesulitan Bantulah mereka. Hanya itu permintaan Bibi kepada kamu!" ucap Humairoh sambil menatap tajam kepada Ayana.
Humairoh sangat tahu kemampuan Ayana dalam mengurus bisnis dan juga insting seorang bisnis women di dalam diri Ayana sangat kuat. Sementara anak-anaknya lebih cenderung kepada urusan agama dan juga kehidupan sosial. Mereka berdua tidak ada bakat dalam hal bisnis. Mereka semua mewarisi sifat dan tabiat dari ayah mereka yang membenci dunia bisnis.
" Baiklah Bi! Ayana berjanji Ayana pasti akan menjaga perusahaan Bibi dengan baik dan tidak akan menghianati amanah Bibi. Ayana pasti akan membantu semua anak Bibi. Apabila mereka mengalami kesulitan suatu saat nanti!" ucap Ayana dengan suara gemetar karena ternyata bibinya sampai saat ini masih mau membantunya.
" Percayalah Ayana. Bahwa Bibi benar-benar menyayangimu melebihi kasih sayang Bibi terhadap anak-anak bibi!" ucap Humairoh dengan air mata yang berderai.
' Saat itu Mama adalah wanita yang sangat bodoh yang mau menyerahkan kesucianku pada laki-laki b******* yang hanya menganggap mamamu sebagai selingan saja dan akhirnya meninggalkan Mama dan menikahi kekasihnya tanpa peduli kepada keadaan kita berdua! Untung saja waktu itu kedua orang tuamu yang sekarang tidak bisa memiliki anak. Sehingga mereka mau mengakuimu sebagai anak mereka!' batin Humairoh kembali mengingat kejadian masa lalunya yang begitu pedih dan juga menyakitkan.
' Bahkan sampai sekarang mama belum bisa melupakan perbuatan jahat laki-laki itu yang sudah menelantarkan kita berdua!' bathin Humaira sedih.
" Kenapa Bibi menangis? Apakah Bibi merasa sedih dengan keadaanku?" tanya Ayana kepada Humairoh yang saat ini sedang memeluknya dan mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.
" Tidak sayang tidak apa-apa! Sekarang kau tinggallah di mansion ini. Nantu beberapa Bodyguard yang ada di sini akan menjagamu dari orang-orang jahat yang selalu mengincar keselamatanmu!" ucap Humairoh.
" Terima kasih banyak di atas segala bantuan bibit terhadapku!" ucap Ayana dengan penuh haru.
" Percayalah Bibi sangat menyayangimu Ayana dan juga mencintaimu!" ucap Humairoh dan mempererat pelukannya.
' Kenapa sikap Bibi benar-benar berbeda dan terasa sangat aneh? Apa sebenarnya yang saat ini Bibi rasakan terhadapku?' batin Ayana ketika bibinya terus menutup pucuk rambutnya.
" Baiklah Ayana. Sekarang Istirahatlah sayang! Besok Bibi akan memperkenalkanmu kepada semua rekan bisnis yang menjalin kerjasama dengan perusahaan kita dan juga anak buah yang akan menjadi bawahanmu mulai besok!" ucap Humairoh sambil menetap tajam kepada Ayana yang kini bisa tersenyum lagi.
" Terima kasih banyak Bibi karena Bibi sudah mau membantu ayahnya hingga ke tahap ini!" ucap Ayana dengan penuh rasa syukur karena kasih sayang bibinya yang begitu besar terhadap dirinya.
Bahkan ibunya sampai saat ini belum menghubunginya sama sekali. Padahal dia sudah 3 hari berada di Australia dan hidup luntang-lantung di sana.
" Tidak apa-apa Ayana. Bagi Bibi kau sudah seperti anak kandung Bibi sendiri dan Bibi benar-benar menyayangimu dengan tulus!" ucap Humairoh sambil tersenyum manis kepada Ayana.
" Ayo Bibi antarkan kau ke kamarmu sehingga kau bisa beristirahat dengan tenang!" ucap Humairoh sambil menggenggam tangan Ayana yang sudah sangat lama dia rindukan.
' Betapa bahagianya Mama apabila kau memanggilku dengan sebutan 'Mama' bukan bibi. Aku adalah ibumu Ayana! Andainya Kau mengetahui hal itu. Apakah kau akan membenci Mamamu yang lemah ini?' batin Humairoh sambil berjalan menggenggam tangan Ayana untuk menunjukkan kamar kepadanya.
" Masuklah sayang! Mulai sekarang kamar ini akan menjadi milikmu dan kau akan menetap di Australia sebagai CEO dari perusahaan Sugandi group cabang Australia!" ucap Humairoh menjelaskan segalanya kepada Ayana.
" Terima kasih banyak Bi! Atas segalanya. Ayana janji Ayana pasti akan mengingat semua kebaikan Bibi kepada Ayana saat ini!" ucap Ayana dengan penuh haru.
" Tidurlah sayang! Agar tubuhmu menjadi sehat dan anak yang ada di dalam kandunganmu pun baik-baik saja!" ucap Humairoh mengulas senyum kepada Ayana yang saat ini sedang hamil.
' Kenapa nasib kita berdua harus sama melahirkan tanpa suami? Mama sangat tahu bagaimana perasaan itu Ayana. Oleh karena itu Mama tidak akan membiarkanmu menghadapi ini sendirian. Mama pasti akan selalu disampingmu dan mendampingimu!' batin Humairoh sambil terus menatap wajah Ayana yang selalu dia rindukan siang dan malam.