
Cakra terus mundur-mundur karena dia ketakutan melihat Maria yang sudah membawa tali dan bersiap untuk mengikat kedua tangan dan kakinya.
Saat ini dia tampak begitu gagah berani bersama dengan Edmundo untuk melawan Maria yang bersiap untuk memasukkan mereka berdua ke dalam ruang bawah tanah tempat para korban penculikan disekap.
Sebisa mungkin Edmundo terus mengulur waktu untuk Maria yang hendak mengikat kedua tangan dan kaki Cakra karena dia tidak tega melihat pemuda tanggung yang begitu baik kepadanya harus diikat dengan tambang.
Bagaimanapun Edmundo merasa tersentuh dengan perhatian dan juga kebaikan yang diberikan oleh keluarga Abimana terhadap dirinya selama dia tinggal bersama dengan Cakra selama hampir satu bulan lamanya.
Waktu satu bulan itu adalah waktu yang paling lama yang digunakan oleh Ed untuk membawa korbannya ke dalam gudang itu. Biasanya dia hanya menggunakan waktu satu dua hari untuk membawa korbannya.
Karena Ed benar-benar tersentuh dengan ketulusan dan persahabatan yang ditawarkan oleh Cakra kepada dirinya yang membuat tidak tega untuk mengajak Cakra ke tempat itu. Apalagi kedua orang tua Cakra yang begitu baik kepadanya membuat dia benar-benar tidak mampu untuk melakukan kejahatan tersebut kepada Cakra maupun keluarganya.
Kalau bukan karena Ayah tirinya yang datang mendesak untuk segera membawa Cakra dengan menggunakan ancaman akan membunuh ibunya tidak mungkin sampai membawa Cakra ke tempat itu.
Ibunya merupakan kelemahan terbesar seorang Ed yang membuat dia selalu rela melakukan apa saja untuk keselamatan dan juga kesehatan ibunya.
Akan tetapi hari ini Ed baru mengetahui bahwa ternyata dirinya telah dibohongi dan ditipu oleh ibu dan juga Ayah tirinya yang ternyata adalah satu komplotan yang memanfaatkan dirinya untuk menjadi pemancing bagi para korban mereka.
Saat ini hati Ed benar-benar sedang terluka dan juga kecewa mengetahui semua fakta yang sangat menyakitkan hatinya. Bahwa ternyata ibunya lah yang menjadi dalang dari semuanya dan lebih parahnya lagi, dirinya digunakan sebagai alat untuk memancing anak-anak itu masuk ke dalam perangkap kejahatan mereka.
Ed sampai saat ini masih gemetar sekujur tubuhnya. Dia kesulitan bernafas dan juga merasa sangat bersalah kepada semua anak-anak yang saat ini sedang meringkuk ketakutan di ruangan bawah tanah.
Sementara itu para Bodyguard yang mengawasi Cakra terus memperhatikan GPS yang diperlihatkan oleh layar yang ada pada ponsel mereka. Karena mereka memasang alat pelacak di dalam ponsel Cakra sehingga mereka bisa melacak keberadaan nya saat ini.
Selain itu para Bodyguard itu pun telah menaruh sebuah kamera kecil di dalam kancing pakaian Cakra. Sehingga mereka bisa memperhatikan semua hal yang ada di dalam ruangan itu maupun percakapan yang terjadi di dalam sana.
Cakra yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang dijadikan umpan oleh para polisi dan juga para bodyguard-nya, dalam rangka menangkap para oknum penculikan anak.
" Bagaimana? Apakah kita sekarang juga menyelamatkan Tuan muda Cakra? Akan sangat berbahaya kalau kita terlambat menyelamatkannya!" ucap Hussein kepada kepala bodyguard yang ditugaskan oleh Andika untuk menjaga Putra tersayangnya.
" Tunggulah sebentar lagi. Polisi saat ini sedang berada di dalam perjalanan. Kita akan langsung menyergap mereka semua. Ketika mereka semua sudah berkumpul di gudang itu!" ucap Amazon dengan penuh keyakinan.
" Akan berakibat sangat fatal kalau sampai mereka melukai tuan muda kita jangan sampai dia memiliki beban psikologis di suatu saat nanti gara-gara kejadian buruk semacam ini!" Amazon sangat mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Husein. Tetapi mereka pun tidak bisa bertindak ke gabah untuk bisa mensukseskan misi mereka untuk membongkar penculikan anak yang sangat meresahkan
" Sabarlah Husein. Aku tahu kalau tuan muda Cakra sekarang memang sedang ketakutan. Tapi aku yakin kalau dia adalah seorang pemuda yang kuat dan kita akan segera menolongnya setelah polisi sampai ke tempat ini!" ucap Amazon lagi.
Sementara itu saat ini Cakra yang berada di dalam ruangan bawah tanah. Dia melihat begitu banyak anak-anak kecil yang sedang disekap di sana dengan tangan dan kaki yang di ikat dengan tambang.
Cakra benar-benar merasa kasihan kepada anak-anak kecil yang begitu malang.
" Kenapa mereka semua ada di sini?" tanya Cakra kepada Edmundo yang menundukkan kepalanya.
Edmundo dia merasa bersalah karena telah menjadi bagian dari para komplotan penculik tersebut. Karena selama ini dia telah dibohongi oleh ibu kandungnya sendiri yang ternyata adalah seorang penipu.
" Mereka semua sama sepertimu Cakra. Mereka menjadi korbanku, aku yang telah dibodohi oleh ayah tiriku sendiri! Selama ini ayah tiriku dan ibuku ternyata telah menipuku. Ayah tiriku selalu mengancam aku, akan membunuh Ibuku kalau aku tidak menurut dengan perintah mereka untuk memancing anak-anak tak berdosa itu untuk datang ke tempat ini dan akhirnya menjadi korban penculikan ayah tiriku yang merupakan anggota mafia yang bertempat di Meksiko!" ucap Edmundo menjelaskan semuanya kepada Cakra yang benar-benar syock mendengar semua itu.
" Jadi yang dikatakan oleh ayahku benar. Kalau kalian adalah komplotan pada penculik yang menggunakan keluguan para kecil itu, para anak-anak yang merasa iba dengan kemalangan mu, kamu jahat sekali Ed!" ucap Cakra benar-benar merasa marah dan juga kecewa terhadap Edmundo yang ternyata adalah penjahat kelas kakap.
Terlepas dari semua alasan yang diutarakan oleh Edmundo kepada Cakra tetapi dia tetap tidak bisa memaafkan perbuatan sahabatnya yang telah memanfaatkan keluguan dan kebaikan hati para anak kecil yang merasa iba terhadapnya.
" Maafkan aku Cakra. Aku juga merasa sangat terpaksa. Apa kau tahu? Aku bahkan sampai rela dipukuli oleh ayah tiriku untuk menolak membawa anak-anak itu datang kemari. Akan tetapi aku tidak bisa menolak kalau dia sudah mengancam ibuku dengan cambukan dan juga pistol yang mengarah ke kepalanya!" Cakra menarik nafasnya dalam-dalam ketika dia mendengarkan semua cerita dari sahabatnya.
" Ed! Cepat kau datang kemari Jangan coba-coba kau membuat hubungan dramatis dengan korban-korban kita. Itu hanya akan melemahkan hatimu!" ucap Maria sambil melambaikan tangannya memanggil yang sejak tadi terus mendampingi Cakra.
Berdasarkan cerita yang disampaikan oleh Maria. Cakra sekarang mengetahui bahwa ternyata Maria dulu pernah menjadi baby sisternya dan telah menganiaya dirinya di waktu masa kecilnya. Sehingga Maria harus merelakan dirinya masuk ke dalam penjara selama beberapa tahun lamanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menyakiti Cakra.
Setelah Maria tahu bahwa Cakra adalah anak yang sama yang dulu pernah dia aniaya bahkan sampai hampir meninggal ketika itu, gara-gara dirinya. Dia semakin membenci Cakra karena anak itulah yang telah membuat dia masuk ke dalam penjara selama beberapa tahun dan membuat dirinya sangat menderita di dalam penjara.
Saat ini Mario sedang menunggu suaminya yang akan membawa calon pembeli seorang anak yang telah ditawar sebesar 1M untuk mata, paru-paru, ginjal dan jantung anak itu.
Setelah melalui pemeriksaan ketat, organ anak tersebut cocok dengan anak seorang pejabat pemerintah yang saat ini sedang membutuhkan donor organ dalam karena mempunyai penyakit kronis yang mengharuskannya untuk mengganti semua organ dalamnya dengan yang baru.