
Andika menemui ayahnya yang saat ini sedang sibuk sekali di kantor untuk menyelesaikan masalah yang dibuat oleh perusahaan Clarkson.
" Ternyata perusahaan itu masih belum kapok juga untuk cari masalah dengan kita. Tenanglah Pah. Aku pasti akan memberikan pelajaran yang setimpal untuk mereka yang selalu mencari masalah dengan kita!" terlihat Andika yang begitu geram melihat kelakuan perusahaan klakson yang kembali membuat masalah dengan perusahaannya.
" Papa merasa ada hal yang ganjil di dalam masalah ini. Terakhir kali Papa bertemu dengan Mark, dia sepertinya tidak mempunyai masalah dengan kita. Kenapa tiba-tiba dia melakukan hal seperti ini?" tanya Farhan benar-benar merasa bingung.
" Bagaimana caranya Papah bisa bertemu dengan Mark? Apakah kalian saling mengenal Pah?" tanya Andika sambil mengerutkan keningnya karena merasa heran.
Farhan kemudian menceritakan segalanya kepada Andika mengenai Mark yang menjadikan Manda sebagai istri keduanya.
" Akan tetapi sekarang mereka sudah berpisah atas permintaan Amanda yang tidak terima ibunya menjadi seorang pelakor!" ucap Farhan dengan sendu.
" Mungkin saja Mark merasa dendam karena dia dipisahkan oleh Amanda dengan wanita yang dia cintai!" ucap Andika mengutarakan isi pikirannya.
Farhan hanya bisa memijit pelipisnya yang terasa begitu pusing.
" Apakah kau sudah bertemu dengan Manda?" tanya Farhan kepada putranya.
Andika sontak langsung menggeleng karena memang dia belum pernah bertemu dengan Manda sudah sangat lama sekali.
" Entahlah aku juga sudah tidak ingat. Kapan terakhir kali bertemu dengan Manda. Akan tetapi terakhir kali aku bertemu dengan Elena dan Mark adalah ketika pembelian tanah untuk pembangunan rumah sakit." ucap Andika memberitahukan kepada ayahnya.
Farhan kemudian mengajak Andika untuk pulang karena tadi ketika Andika begitu sampai di Perancis langsung menemui sang ayah di kantornya.
" Kita tidak usah menceritakan tentang masalah ini kepada Amanda takutnya dia akan kepikiran." ucap Farhan berpesan kepada putranya.
Andika hanya menganggukkan kepala. Dia sangat tahu kalau ayahnya sangat menyayangi Amanda jadi Andika tidak mau berdebat apapun dengan sang ayah.
" Apakah Papa tahu? Saat ini aku dan Kesya akan berusaha untuk meminta kepada Amanda untuk tinggal bersama dengan kami. Aku pun tidak tega kalau harus melihat Papa berjauhan dengan kami!" ucap Andika sambil melirik kepada ayahnya yang hanya bisa tersenyum kepada putranya.
" Kalau Amanda ikut bersamamu, maka papa pasti juga kembali ke Dubai. Papa selama ini hanya ingin mengabaikan hidup Papa untuk menjaga Amanda menggantikanmu yang tidak bisa selalu hadir untuknya!" Andika merasa sedih mendengarkan perkataan ayahnya yang memang ada benarnya.
Selama lebih dari 20 tahun kehidupan Amanda. Bisa dikatakan Andika hanya bertemu beberapa hari saja dengan putrinya.
Ketika dulu pertama kali Amanda datang ke Dubai. Dia langsung tinggal bersama dengan kedua orang tuanya hanya tinggal sebentar dengannya. Setelah itu langsung pergi ke Prancis untuk kuliah. Jadi bisa dikatakan waktu berkumpul Andika dan Amanda sangatlah sedikit dan nyaris tidak ada.
" Papa kan tahu aku sangat sibuk sekali dengan perusahaan kita. Bahkan Kesya sangat sibuk sekali dengan organisasi, rumah sakit dan yayasan Perusahaan keluarga kita. Bahkan Adrian pun tinggal di pondok pesantren. Cakra selama hidupnya lebih dekat bersama dengan pengasuh. Waktu Kesya bersamaku pun sangat terbatas!" Farhan sangat mengerti kesulitan Putra dan menantunya yang telah dibebani olehnya dengan perusahaan dan organisasi yang begitu banyak yang membutuhkan pengelolaan yang baik dari mereka berdua.
Dulu ketika istrinya masih hidup yayasan menjadi tanggung jawab sang istri tetapi sekarang setelah istrinya meninggal semua tanggung jawab dipegang oleh Kesya.
" Sudahlah Pah. Tidak apa-apa. Itu kan memang adalah tanggung jawabku sebagai anak Papa satu-satunya dan sebagai pewaris dari Abimana grup." ucap Andika sambil tersenyum kepada ayahnya berusaha untuk menghibur sang ayah yang tampaknya sedang tidak bahagia.
" Tampaknya Amanda tidak akan setuju untuk tinggal di Dubai karena dia pun tidak mau mengganggu rumah tanggamu bersama Kesya!" ucap Farhan.
" Sebaiknya kita tetap mencoba. Semoga saja Amanda menerima option yang diberikan oleh kami!" ucap Andika.
Setelah mereka sampai di Mansion. Mereka melihat Amanda dan Kesya yang sedang sibuk masak untuk makan malam mereka.
" Hanya tinggal Adrian yang tidak bersama dengan kita!" ucap Farhan dengan mata berkaca-kaca.
Farhan sungguh sedih melihat keluarganya yang bercerai berai dan tidak bersama.
" Adrian ingin menghabiskan hidupnya untuk belajar kita tidak bisa memaksanya untuk bersama dengan kita!" ucap Kesya tersenyum kepada Farhan yang terlihat sedang sedih mungkin sedang merindukan Adrian yang sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.
" Kakek akan senang sekali kalau keluarga kita bisa berkumpul bersama-sama!" ucap arahan sambil mengelus telapak tangan Amanda yang ada di pangkuannya.
" Apakah kakek ingin selalu kita kembali ke Dubai?" tampaknya Kesya sudah berbicara dengan Amanda mengenai keinginan mereka untuk menjemput Farhan dan Amanda untuk tinggal bersama mereka di Dubai.
" Kakekmu sudah tua Amanda. Tidak mungkin akan selamanya mengurusmu Amanda. Kau harus ingat bahwa kakek pasti juga ada kalanya merindukan nenekmu!" ucap Andika sambil menatap tajam kepada Amanda yang tampaknya keberatan untuk kembali ke Dubai bersama dengan mereka.
" Amanda ingin mencari keberadaan mama dulu. Setelah itu Amanda akan menyusul kakek dan juga Papa ke Dubai!" ucap Amanda dengan suara gemetar.
Bagaimanapun hingga saat ini Amanda masih merasa berdosa kepada ibu kandungnya sendiri yang sekarang entah ada di mana.
Farhan sudah mengerahkan banyak detektif untuk mencari keberadaan Amanda tapi sampai saat ini belum ada kabar beritanya.
" Kau tidak usah mengkhawatirkan tentang ibumu. Papa janji, papa pasti akan mencari keberadaan ibu kamu!" janji Andika kepada Amanda yang terlihat begitu sedih.
" Ini adalah kesalahan Amanda Pah, yang sudah membuat Mama pergi meninggalkan ku tanpa pamit. Mama sekarang Pasti marah terhadap Amanda karena selalu memberikan kesedihan untuknya!" ucap Amanda sambil menundukkan kepalanya.
Kesya yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam pun tampak sedang menitikkan air mata melihat anak tirinya yang saat ini sedang menangis.
" Sudahlah kau tidak usah bersedih lagi sayang. Yakinlah bahwa kami akan selalu bersamamu dan pasti akan membantu mencari keberadaan ibu kamu!" ucap Andika menghibur putrinya yang tampaknya sedang merindukan ibu kandungnya sendiri.
Yah begitulah sifat manusia. Ketika ada di depan mata, tidak dihargai. Begitu pergi baru terasa begitu dirindukan. Padahal ketika Manda berada dekat dengan putrinya, dia selalu saja dihina dan dibuat menangis setiap hari oleh kelakuan putrinya yang tidak mau menerima kehadirannya dalam kehidupan sang putri tercinta.