
Ketika Andika dan Kesya sudah bersiap untuk pulang ke rumah mereka. Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kehadiran Serda yang sudah ada di hadapan mereka berdua.
" Akhirnya aku bisa menemukan kalian setelah perjuangannya begitu panjang!" ucap Serda dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Dengan begitu lancang Serda langsung berlari ke pelukan Andika yang langsung mendorongnya hingga terjatuh ke lantai dan terjerembab dengan begitu menyedihkan.
Kesya langsung meminta kepada sopirnya untuk membawa Cakra ke dalam mobil. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau bocah kecil itu melihat keributan tersebut.
" Sayang jangan terlalu kasar terhadap seorang perempuan!" ucap Kesya memperingatkan Andika kemudian Kesya pun mendekati Serda yang masih terduduk di lantai sambil menatap Andika tidak percaya.
Kesya berusaha untuk membantu tetapi Serda langsung mendorong Kesya hingga terjatuh. Sehingga membuat Andika benar-benar marah kepada wanita itu.
Andika langsung memanggil Security untuk mengusir Serda dari perusahaannya.
" Cepat kalan seret perempuan ini dari sini! Dan laporkan ke kantor polisi. Aku tidak mau sampai melihat dia lagi datang kemari. Kalau sampai wanita ini masuk lagi ke perusahaan ini. Percayalah semua team kalian akan ku pecat!" ucap Andika dengan mata berapi-api.
Andika kemudian langsung menggendong Keisha yang tadi terjatuh karena didorong oleh Serda.
" Aku tidak apa-apa sayang. Aku bisa jalan sendiri kok!" ucapkan Syah berusaha untuk membujuk Andika agar menurunkannya.
Andika yang benar-benar saat ini sedang marah tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Keisha karena saat ini fokusnya adalah ingin segera meninggalkan perusahaan dan kembali ke rumah mereka.
Sementara itu Serda yang diseret dengan paksa oleh beberapa orang security langsung dibawa ke kantor polisi sesuai keinginan Andika.
Setelah berada di dalam mobil Andika langsung menghubungi pengacara perusahaannya agar pergi ke kantor Polisi untuk menuntut Serda atas perbuatan tidak menyenangkan yang telah dia lakukan terhadap keluarganya.
" Pastikan kau harus menuntut dia dan buat dia membusuk di penjara!" perintah Andika kepada pengacaranya.
Kesya yang melihat amarah begitu besar di mata Andika dia berusaha sekuat tenaga untuk membuat Andika bisa tenang.
" Istighfar Sayang. Jangan terlalu mengumbar kemarahan seperti itu. Karena keputusan dalam amarah terus sebagian besar adalah dipengaruhi oleh setan!" ucap Kesya sambil menepuk bahu suaminya agar bisa lebih tenang.
Andika merentangkan kedua tangannya agar Kesya masuk ke dalam pelukannya.
" Aku sangat marah karena dia sangat berani sudah mendorongmu sampai terjatuh!" ucap Andika sambil mengecup kening Kesya.
Kesya tahu bahwa Andika memang sangat mencintainya dan tidak pernah membiarkan siapapun menyakitinya dia bisa mengerti kemarahan Andika saat ini.
" Percayalah aku baik-baik saja sudah cabutlah tuntutan itu kasihan sardah dia pasti datang jauh-jauh dari Turki hanya untuk mencari kita berdua." ucap Kesya dengan lembut dan menyejukkan hati Andika yang saat ini benar-benar sedang marah terhadap Serda yang sudah lancang mendorong Kesya.
Selama perjalanan itu, Kesya berusaha untuk tidak membuat Andika marah lagi. Dia hanya memeluk Andika dengan erat.
Begitu sampai di mansion milik mereka Andika langsung menggendong Cakra yang tertidur.
" Aku antar Cakra ke kamarnya dulu!" ucap Andika kepada Kesya.
Kesya kemudian masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua.
" Bagaimana kalau kita sekeluarga untuk sementara pergi ke rumah musim panas kita yang ada di peternakan? Ayolah kita menghindar saja dulu dari keributan yang tidak perlu ini. Aku tidak suka kalau kita harus menyakiti Serda!" ucap Kesya ketika Andika Sudah masuk ke dalam kamar mereka.
Andika yang memang sangat lelah lahir bathin. Dia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang yang langsung dipijit oleh Kesya. Kesya sangat tahu kalau suaminya saat ini sedang membutuhkan dirinya untuk selalu di sampingnya dan mendampinginya.
" Baiklah sayang. Besok kita berangkat ke rumah musim panas yang ada di peternakan. Aku akan meminta kepada asistenku untuk mentransfer pekerjaan ke sana selama kita berada di peternakan!" ucap Andika menyetujui ide dari Kesya agar mereka sekeluarga berlibur ke rumah musim panas milik mereka di peternakan.
Kesya melihat bahwa suaminya benar-benar sedang marah saat ini.
" Aku tidak habis pikir! Bagaimana mungkin perempuan itu bisa datang kemari dan sangat panjang sekali menyakitimu!" ucap Andika sangat kesal sekali.
" Sudahlah sayang. Jangan marah-marah terus. Tolong perhatikanlah kesehatanmu. Dari kemarin darah tinggimu naik lagi. Aku takut kalau nanti kau lama-lama kena stroke." ucapkan Syah berusaha untuk menasehati suaminya agar bisa tenang dan tidak mengamuk-ngamuk terus.
Andika memeluk Kesya dan berusaha untuk mencari ketenangan kepada wanita yang sangat dia cintai selama ini.
" Istirahatlah sayang. Aku akan menghubungi pengacara kita untuk mencabut tuntutan terhadap Serda dan mengembalikan dia ke negaranya!" andaika tampak tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Keisha tetapi Keisha langsung menatapnya dengan telegram dan memberikan ultimatum kepada suaminya untuk tidak membantahnya.
" Tolonglah sayang. Aku paling tidak senang kalau memelihara musuh dalam hidup kita. Kalau sekarang kita memenjarakan Serda, pasti keluarganya di Turki tidak akan diterima. Lebih baik kita bersikap legowo dan rendah hati dengan mencoba untuk memaafkan dia dan mengembalikannya kepada keluarganya!" ucap Kesya lembut.
Andika mencium telapak tangan Geisha kemudian dia menggenggamnya dengan sangat erat.
" Aku memang sangat beruntung karena memilis Seorang Istri sepertimu yang begitu lembut hatinya dan juga tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun. Baiklah kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan tapi kau harus memastikan bahwa perempuan itu tidak akan lagi mengganggu keluarga kita! Mintalah kepada dia untuk mendatangi surat perjanjian bahwa dia tidak akan lagi datang di hadapan kita!" ucap Andika dengan wajah serius.
Kesya menganggukkan kepalanya dia merasa senang karena akhirnya Andika bisa dibujuk untuk mau membebaskan Serda dari penjara.
Setelah Kesya menghubungi pengacaranya untuk mencabut tuntutan yang tadi diminta oleh Andika untuk memberi pelajaran kepada Serda. Kesya pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Andika yang tampak begitu lelah dan sudah terlelap.
" Kasihan suamiku pasti dia sangat tertekan gara-gara kehadiran Serda yang begitu tiba-tiba dan mengganggu rumah tangga kami berdua!" ucap Keisha merasa prihatin melihat Andika yang begitu lelah jiwa raganya.
Kesya selama ini sangat tahu bahwa kesibukan Andika sangatlah padat dan luar biasa. Sebagai pimpinan dari Abimana group yang membawahi ratusan perusahaan di Indonesia maupun di luar negeri.
" Kau tidak usah khawatir sayangku. Aku pasti akan selalu bersamamu dan mendampingimu apapun yang terjadi di dalam rumah tangga kita berdua!" ucap Geisha sambil mencium kening suaminya yang begitu damai dalam tidurnya.