
Ayana tampak melihat Agus yang saat ini sedang sibuk memeriksa berkas yang dikirimkan oleh perusahaan ayahnya Arya.
" Mari kita periksa bersama, siapa tahu aku juga akan tertarik untuk investasi di sana." ucap Ayana sambil tersenyum kepada Agus yang masih serius mempelajari semua berkas itu.
Berkali-kali Agus mengerutkan keningnya. Dia benar-benar pening membaca berkas-berkas yang di berikan oleh sekretaris Barata.
" Apakah ada masalah? Kenapa dari tadi tampaknya kau merasa tertekan sekali?" tanya Ayana keheranan melihat suaminya.
Agus memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri gara-gara melihat laporan itu. Agus menutupnya lalu menyandarkan punggung nya di kursi kebesarannya.
" Kenapa? Berikan padaku, biarkan aku juga memeriksanya!" Ayana kemudian mengambil alih berkas yang tadi dibaca oleh Agus.
Dengan serius Ayana mempelajari berkas tersebut. Berkali-kali Ayana tampak menggelengkan kepalanya. Mulai pening juga, sama seperti Agus.
" Bagaimana?" tanya Agus kepada Ayana.
" Tampaknya tidak ada harapan untuk memulai kembali proyek ini. Akan sangat sulit dan pasti mengundang lebih banyak resiko. Mungkin itu juga yang dipikirkan oleh direktur yang kemarin mengkorupsi dananya." ucap Ayana meletakan kembali berkas tadi ke atas meja. Ayana kemudian memijat bahu Agus yang terasa begitu tegang setelah membaca berkas-berkas tadi.
" Jadi bagaimana? Apakah kau akan tetap menginvestasikan uang ke perusahaan itu?" tanya Ayana bingung.
" Itulah yang sedang aku pikirkan sayang. Aku sudah terlanjur berjanji kepada ayahnya Arya untuk membantu perusahaan milik mereka. Sekarang kalau aku menarik kata-kataku, pasti akan berimbas buruk kepada hubungan Agnes dan juga calon suaminya!" ucap Agus merasa sangat pusing dengan urusan itu.
Ayana tampak menarik nafasnya dengan dalam kemudian dia pun menatap suaminya.
" Bagaimana kalau kita hubungi orang tuaku? Aku yakin ibuku juga pasti melihat masalah yang ada pada berkas-berkas ini. Kita akan diskusikan bersama. Apa yang akan kita lakukan bersama dengan proyek ini. Sehingga kita tidak perlu untuk membahayakan hubungan Agnes dan calon suaminya!" ucap Ayana memberikan ide kepada Agus sambil tersenyum manis pada suaminya.
" Apakah Kau juga sama sepertiku? Masih melihat harapan di dalam proyek ini?" tanya Agus sumringah.
Ayana meluruskan duduknya dan kemudian dia menyandarkan punggungnya di kursi.
" Team yang mengerjakan proyek itu memang bermasalah. Kalau kita memang berencana untuk berinvestasi di sana, kita harus mengganti semua team tersebut dari perusahaan kita. Kita yang akan mengawasi langsung proyek itu sampai akhir. Kita bisa menjadikan proyek ini sebagai penyatuan seluruh keluarga kita. Menjadikan proyek ini sebagai lambang kejayaan keluarga kita. Tapi itu pun kalau Pak Barata bersedia untuk membagi saham di sana dengan perusahaan kita. Bukan hanya melulu bagi keuntungan sebagai investor dalam proyek tersebut." ucap Ayana sambil tersenyum kepada Agus.
Agus tampak tersenyum bahagia. Karena dia mendapatkan bahwa Ayana pun ternyata memiliki pemikiran sama dengannya.
" Aku rasa kita berdua memang cocok untuk menjadi rekan bisnis dan juga rekan dalam kehidupan ini. Lihatlah sayang! Apa yang bisa aku lihat kau pun bisa melihatnya dengan cepat!" ucap Agus tersenyum bangga kepada istri tercintanya.
Ayana kemudian memeluk suaminya dia senang karena apa yang dipikirkan ternyata sama dengan suaminya.
" Baiklah aku akan menghubungi Mamaku dan kita akan mendiskusikan ini bersama dengannya." Ayana kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Humairah yang saat ini pun sedang berdiskusi dengan Pradipta di kantornya.
" Mama. Apakah ada waktu untuk kita bisa berbicara tentang proyek Pak Barata?" tanya Ayana to the point.
" Ya datanglah kemari sayang. Karena saat ini, kebetulan papa dan mama pun sedang sibuk membahas proyek ini di kantor mama!" ucap Humairoh kepada Ayana.
" Baiklah mah, kami akan datang segera ke sana!" ucap Ayana yang langsung menutup telpon setelah berpamitan kepada ibunya.
Ayana kemudian bicara dengan Agus dan mengajaknya untuk segera datang ke kantor ibunya yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor milik Agus.
" Baiklah kita ke sana. Sekalian aku juga akan mengajak tim yang akan aku tugaskan untuk menangani proyek ini. Semoga saja kita bisa menemukan titik terang untuk menangani proyek ini bersama!" ucap Agus sambil menggenggam tangan istrinya. Kemudian mereka pun keluar dari kantor menuju perusahaan Humairoh.
Begitu mereka sampai di perusahaan Humairah, mereka sudah di sambut oleh Humairah dan juga Pradipta. Tampak Arya dan Agnes juga berada di antara mereka. Arya menjadi perwakilan dari keluarga Barata yang nantinya akan menyampaikan kepada ayahnya mengenai hasil rapat hari ini.
" Mari kita bicara di ruang rapat saja. Kita akan bicarakan proyek ini bersama semua tim yang sudah Mama bentuk!" ucap Humairoh yang langsung mengarahkan Ayana dan Agus beserta tim yang mereka bawa ke ruang rapat di perusahaan miliknya.
Begitu sampai di ruang rapat, Humairah langsung mempresentasikan proyek yang diajukan oleh perusahaan Barata dan rencana yang akan dia ajukan kepada perusahaan Barata group milik ayah Arya.
" Kita akan menerima permohonan investasi dari proyek ini, akan tetapi kita semua akan mengajukan untuk perusahaan kita menjadi bagian dari manajemen proyek tersebut. Dengan membagikan saham secara adil sesuai porsi investasi yang diberikan oleh perusahaan kita masing-masing. Tim kita akan dikirim ke sana langsung dan mengawasinya dengan ketat agar tidak ada kecurangan lagi di dalam proyek itu!" ucap Humairoh menyatakan pendapatnya.
Agus dan Ayana saling menatap satu sama lain. Mereka senang karena ternyata apa yang ada di dalam pikiran mereka pun sama dengan Humairoh dan suaminya.
" Kami setuju dan kita akan segera merapatkan tentang hal ini dengan perusahaan Pak Barata. Kalau mereka bisa sepakat, maka kita semua bisa langsung menandatangani mou dan kesepakatan investasi. Proyek bisa langsung dilanjutkan sesuai dengan rencana yang sudah di susun oleh team sebelumnya." ucap Agus mantap.
Pradipta tampak terdiam Dia adalah satu-satunya orang yang merasa tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh istri, anak dan juga menantunya.
" Kita akan menyatukan empat perusahaan dalam proyek ini. Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan!" ucap Ayana merasa senang.
" Wah ini pasti akan menjadi proyek prestisius yang akan menyatukan 4 perusahaan dan 4 keluarga besar. Keluarga Sugandi, Keluarga Handoyo, keluarga Barata dan keluarga Bagaskoro. Akan kita namakan perusahaan baru ini menjadi perusahaan HSB2!" ucap Ayana senang.
Semua orang yang hadir di dalam ruangan rapat pun merasakan kesenangan yang sama dengan yang dirasakan oleh Ayana saat ini.
Arya tampak terharu melihat usaha keluarga besar Agnes yang saat ini sedang berusaha untuk menolong perusahaan ayahnya yang sedang dalam keadaan failed karena korupsi beberapa orang direktur dalam proyek itu sebelum nya.
Agnes bahkan tidak bisa menahan air matanya, ketika dia melihat semua keluarga barunya saling bahu membahu untuk membantu perusahaan calon mertuanya yang sedang membutuhkan pertolongan.
" Terima kasih atas usaha kalian untuk membantu calon mertuaku!" ucap Agnes dengan terharu.
Humairoh menatap Agnes yang sedang sedih hatinya karena Humairah tahu, sampai saat ini Ibu kandung Agnes dan kakaknya belum juga mendatangi Agnes. Setelah ada rencana tentang pernikahan antara Agnes dan Arya.
Humairah bisa merasakan perasaan Agnes saat ini yang merasa sedih karena merasa tidak di perdulikan oleh ibu dan kakaknya lagi.
Andien yang masih belum menerima perceraiannya dengan Pradipta selalu mempengaruhi pikiran kakaknya Agnes untuk membenci ayah dan adiknya yang sampai sekarang masih memiliki hubungan yang baik walaupun perceraiannya sudah diketok palu oleh pengadilan agama.
" Baiklah kita bereskan berkas-berkas ini dengan rapih, kemudian kita akan menyusun perjanjian yang akan disepakati oleh empat perusahaan dan empat keluarga!" ucap Humairah dengan wibawa seorang CEO.
" Jangan khawatir. Saya pasti akan membujuk ayah saya agar setuju dengan perjanjian yang akan diajukan oleh kalian semua. Agar proyek ini tetap bisa berlangsung dan menyatukan keempat keluarga dalam satu perusahaan besar! Saya sangat merasa bahagia dengan apresiasi yang kalian berikan terhadap kesulitan yang saat ini sedang ditanggung oleh keluargaku! Terima kasih banyak!" ucap Arya merasa terharu sekali.
Setelah semuanya sepakat, rapat itu pun diakhiri. Arya langsung mendatangi perusahaan ayahnya dan menyampaikan hasil rapat mereka semua hari ini.
Arya kemudian membawa proposal baru yang sudah ditandatangani oleh CEO dari Tiga perusahaan yang akan membantu proyek ayahnya yang akan membangun hotel baru di Amsterdam yang sudah mandek lebih dari tiga bulan karena kehabisan dana karena dikorupsi oleh direktur yang bertanggung jawab dengan proyek itu.
Ayana mewakili perusahaan Sugandi, Agus mewakili perusahaan Bagaskoro sejahtera, Humairah memberikan investasi atas nama keluarga Handoyo dengan uang milik perusahaan pribadinya.
Pradipta sebenarnya menentang sekali rencana mereka untuk membantu keluarga Barata. Karena dia pun merasa sanksi kalau Barata akan menyetujui opsi yang diberikan oleh mereka bertiga.
Bagaimanapun Pradipta mengenal Barata yang memiliki sifat ambisius. Yang dia takutkan kalau sampai orang-orang penting dalam hidupnya hanya akan dimanfaatkan oleh keluarga Barata hanya untuk mengeruk keuntungan dari mereka semua yang berniat baik untuk menyatukan keluarga mereka dalam satu perusahaan HSB2 sesuai ide dari Ayana dalam rapat tadi.
Barata tampak mengerutkan keningnya sangat dalam. Ketika dia membaca kembali proposal yang dibawa oleh Arya ke hadapannya saat ini.
" Bagaimana mungkin Mereka menginginkan proporsi saham yang sama dengan perusahaan kita? Apa kau pikir ini masuk akal Arya? Bukankah ini sama saja dengan mereka sedang merampok perusahaan kita?" tanya Barata tampak tidak setuju dengan ide yang ada dalam proposal yang di ajukan oleh tiga perusahaan yang semua CEO nya tadi sudah menandatangani proposal itu.
" Pah, kita harus melihat bahwa ini adalah usaha terakhir yang bisa kita lakukan untuk membuat proyek ini bisa tetap berjalan. Papa pikirkan, berapa banyak dana yang sudah dikorupsi oleh direktur itu? Kalau sampai proyek itu mandeg dan tidak ada kemajuan apapun, Papa pikir kan lagi, berapa miliar kerugiannya yang akan ditanggung oleh perusahaan kita Pah? Hanya dengan melanjutkan proyek ini sesuai dengan yang telah diajukan oleh mereka. Maka proyek ini akan berhasil dan juga bisa menyatukan 4 keluarga dalam satu perusahaan besar. Pah ini adalah usaha yang dipikirkan oleh mereka untuk menyelamatkan perusahaan keluarga kita dari kehancuran. Mereka memikirkan ide ini karena mempertimbangkan hubunganku dengan Agnes!" ucap Arya berusaha membujuk ayahnya agar setuju dengan proposal yang sudah disepakati oleh tiga perusahaan keluarga Agnes.
Barata menatap putranya dengan lekat.
" Kau sudah dibutakan oleh cinta. Sehingga kau hanya melihat kebaikan dari diri mereka." ucap Barata kesal sambil memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri.
" Tapi membagi saham 25% untuk 4 perusahaan itu benar-benar keterlaluan Arya. Bagaimanapun kita adalah induk dari perusahaan ini. Bagaimana bisa mereka menginginkan saham dibagi rata seperti ini? Lalu siapa nanti yang akan menjadi pemimpin dari perusahaan baru ini? Ini adalah hal paling konyol yang pernah Papa temui!" ucap Barata merasa kesal.
Arya tampak berpikir untuk bisa memikirkan pola pikir sang ayah yang selama ini selalu mengutamakan bisnis di atas segalanya.
" Jadi bagaimana keinginan Papa agar proyek ini bisa gold dengan ketiga perusahaan tetap ada di dalamnya?" tanya Arya pada akhirnya mengalah kepada ayahnya.
" Begini saja Arya. Kita akan membagi proporsi saham 20% untuk masing-masing keluarga dan 20% nya akan dibagi atas nama kalian berdua yaitu 10% untukmu dan 10% lagi untuk Agnes. Jadi Papa rasa itu tidak akan merugikan siapapun!" ucap Barata sambil menatap putranya yang menatap bingung sang ayah dengan pikiran nya yang berbeda dengan semua orang dalam proyek itu.
" Kami setuju dengan ide anda Pak Barata! Anggaplah itu sebagai kado pernikahan kami untuk pasangan tersebut bisa menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan baik!" ucap Humairoh yang tiba-tiba sudah ada di antara mereka berdua.
" Benar! Saya juga setuju dengan pendapat anda. Saya rasa tidak berlebihan kalau kami memberikan proporsi saham tersebut untuk mereka berdua. Sehingga mereka berdua di dalam rumah tangganya kelak akan memiliki status yang sama. Setelah proyek itu selesai, kita akan menyerahkan kepada mereka berdua untuk mengelola perusahaan dan hotel itu dan kita hanya tinggal menerima keuntungan dari saham yang sudah kita tandatangin bersama hari ini!" ucap Agus tidak mau kalah dari Humairah, sang mertua cantiknya.
Barata dan Arya yang terkejut dengan kehadiran mereka akhirnya menyuruh keduanya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Jadi, apakah kita semua sudah menemui kesepakatan untuk melanjutkan proyek ini?" tanya Arya merasa sangat senang karena semuanya kini sudah menemui satu kata sepakat untuk bisa melanjutkan kembali proyek hotel baru yang ada di Amsterdam milik keluarga nya yang mandek gara-gara kelakuan direktur perusahaan ayahnya yang saat ini masih buron setelah di laporkan oleh ayahnya sebagai koruptor.
Arya merasa sangat bahagia. Ketika dia melihat semua orang yang ada di dalam ruangan itu mengangguk dan tertawa senang, merasa puas dengan kesepakatan tersebut.
Akhirnya pada hari itu, di ruangan kantor milik ayahnya Arya, terjadi penandatanganan pembentukan perusahaan baru yang akan menyatukan empat keluarga besar mereka dengan nama perusahaan baru yaitu Perusahaan HSB2. Mereka hanya mengganti proporsi saham untuk masing-masing perusahaan investor menjadi 20%, dan 20% lagi di bagi atas nama Arya 10% dan Agnes 10% yang di berikan sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.