
Detektif itu melaporkan semua yang dia lihat kelada Mark selama dia mengikuti Manda beberapa hari belakangan ini. Setelah dia berhasil menemukan keberadaan Manda.
" Baiklah terus kau awasi perempuan itu. Jangan sampai kau lengah. Jangan biarkan dia menghilang dari pandanganmu barang satu detik pun! Oh ya aku juga ingin kau menyelidiki tentang keuangan perempuan itu dan laporkan semuanya kepadaku tanpa ada yang kau sembunyikan dariku. Apa kau paham?!" ucap Mark memberikan perintahnya kepada sang detektif yang telah dia bayar dengan sangat mahal.
" Baik Tuan. Saya pasti akan menjalankan perintah anda. Anda jangan khawatir!" ucap detektife itu kemudian dia pun menutup panggilan telepon tersebut.
Laki-laki itu akhirnya menyewa sebuah apartemen yang berada tepat di seberang apartemen Manda. Sehingga dia bisa terus memperhatikan aktivitas Manda di dalam apartemennya dengan menggunakan teropong yang berkualitas tinggi.
" Perempuan itu setiap hari hanya melamun saja. Apa sebenarnya yang menjadi beban pikirannya?" tanya sang detektif merasa kasihan melihat Manda yang hari-hari hanya melamun di balkon kamarnya tanpa mengatakan apapun dan tanpa melakukan apapun.
Dia memotret semua kegiatan Manda setiap hari. Kemudian dia langsung mengirimkannya kepada Mark.
" Saya tidak tahu Tuan. Kenapa perempuan itu setiap hari kerjanya hanya melamun saja. Bahkan saya pernah melihat dia dari pagi sampai sore. Hanya duduk saja di atas balkon apartemennya tanpa makan maupun minum!" ucap detektif itu melaporkan segalanya tentang Manda kepada Mark.
Mark benar-benar tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang terjadi kepada Manda. Kenapa Manda malahan menjalani kehidupan yang begitu kesepian dan penuh dengan penderitaan. Setelah Manda dengan kejam meninggalkannya dengan membawa begitu banyak uang miliknya.
" Sebenarnya apa yang kau kejar Manda? Kenapa kau pergi dariku bukan untuk hidup bahagia? Tetapi untuk penderitaan yang setiap hari terus kau ratapi?" tanya Mark sambil terus memperhatikan foto-foto yang dikirimkan oleh detektifnya melalui emailnya.
Mark yang tadinya sangat marah kepada Manda karena telah mengambil uang milik perusahaannya dengan nominal fantastis. Dia tiba-tiba merasa kasihan melihat wanita yang pernah memberikan begitu banyak kebahagiaan untuknya di saat dirinya merasa kekosongan ditinggalkan oleh sang istri ke luar negeri untuk bekerja.
Melihat kesedihan yang terlihat di wajah Manda seketika membuat Mark tergelitik hatinya untuk mendatangi Manda di Prancis.
Mark kemudian mengatur segalanya agar dia bisa berangkat ke Perancis tanpa dicurigai oleh siapapun hari itu juga. Mark mengatur pertemuan itu sebagai pertemuan bisnis yang akan mempertemukannya dengan klien yang ada di Prancis. Semuanya sudah ada dalam kendalinya.
Mark sangat yakin bahwa dia akan berhasil bertemu dengan Manda tanpa menemui banyak rintangan yang terlalu berarti.
Setelah semuanya siap. Mark pun kemudian pulang ke mansionnya. Mark berniat untuk berpamitan kepada Elena tentang keberangkatannya ke Jepang untuk bertemu klien. Mark juga memberitahukan kepada Elena bahwa dia hendak menjalani medical check up di Jepang di rumah sakit milik pamannya.
Mark sengaja memalsukan perjalanannya ke Prancis dengan mengatakan akan pergi ke Jepang hal itu untuk menghalangi Elena bisa mengendus kepergiannya untuk mencari Manda.
Mark benar-benar tidak menginginkan mengundang masalah besar ke dalam rumah tangganya Oleh karena itu sampai rela bersusah payah untuk memalsukan kepergiannya ke Perancis.
" Apakah aku boleh ikut denganmu sayang? Sudah lama sekali aku tidak bermain ke rumah pamanmu!" ucap Elena sambil memeluk suaminya yang saat ini sedang menyiapkan pakaian-pakaiannya.
" Ayolah sayang kau jangan seperti itu. Aku pergi bukan untuk bermain-main ataupun refreshing di sana. Aku pergi untuk menemui klien penting dan juga medical check up. Karena selama beberapa hari ini tubuhku terasa seakan tidak nyaman!" ucap Mark memberikan alibinya kepada sang istri.
Elena kemudian mengalah kepada Mark karena dia tidak mau membuat suaminya marah dengan dirinya yang bersikeras untuk mengikuti Mark pergi ke luar negeri.
" Baiklah sayang aku pergi sekarang ya?" ucap Mark mencium kening Elena ketika dia bersiap untuk pergi ke bandara.
" Apakah kau tidak memintaku untuk pergi mengantarmu sayang?" tanya Elena bingung.
Dengan pasrah Elena pun hanya dapat mengantarkan suaminya sampai di depan Mansion mereka.
Setelah meninggalkan mansionnya, Mark langsung bergegas masuk ke pesawat dan pergi menuju Prancis untuk bertemu dengan Manda. Karena Mark harus bertanya kepada Manda. Kenapa Manda sampai melakukan semua hal buruk itu kepadanya? Mark benar-benar sangat penasaran.
Mark yakin kalau Manda pasti memiliki alasannya sendiri. Kenapa Manda sampai begitu tega melakukan perbuatan jahat itu kepada dirinya.
Begitu sampai di Perancis, Mark langsung bergegas ke alamat yang sudah diberikan oleh detektifnya untuk bertemu dengan Manda.
Dengan jantung yang berdebar-debar, Mark pun langsung menekan bel pintu apartemen Manda. Mark sudah mendapat kabar dari detektifnya bahwa Manda saat ini ada di apartemennya seperti biasa sedang melamun di balkon rumahnya.
Manda yang mendengarkan suara bel dia pun kemudian membuka pintu apartemennya.
Manda sangat terkejut ketika mendapatkan Mark yang saat ini berdiri di hadapannya.
Manda langsung memeluk tubuh Mark dengan sangat erat sekali. Aehingga membuat Mark merasa bingung dengan wanitanya yang dulu sangat dia cintai.
Manda menangis tersedu-sedu dipelukan Mark yang langsung membawa Manda ke dalam apartemen dan menundukkannya di sofa.
Mark mengambilkan air minum untuk mandah agar dia bisa lebih tenang.
Entah kenapa semua emosi dan kemarahan yang dimiliki oleh Mark selama 1 bulan yang lalu ketika dia mengetahui Manda telah menjual apartemen miliknya dan mengambil uang sebesar 1 miliar di rekeningnya. Semuanya seakan menguap begitu saja ketika Mark melihat air mata yang begitu deras di kelopak mata Manda yang terlihat begitu cekung dan menghitam.
Mark tahu bahwa selama beberapa hari ini Manda belum menyentuh makanan maupun minuman. Terlihat dari wajahnya yang begitu tirus dan tubuhnya yang sangat kurus.
" Minumlah dulu!" ucap Mark sambil menyerahkan gelas yang tadi dia isi dengan air putih kepada Manda yang langsung menerimanya dengan patuh.
Mark kemudian menuju kulkas yang ada di dalam apartemen Manda. Dia mendapatkan kenyataan bahwa tidak ada apa-apa pun di apartemen itu yang bisa dimakan.
Mark kesulitan menelan salivanya sendiri melihat kehidupan suram yang dijalani oleh Manda setelah meninggalkan dirinya.
" Sayang kenapa di dalam kulkasmu tidak ada apapun yang bisa dimakan? Apa yang selama ini kau makan?" tanya Mark merasa heran dan juga bingung dengan kehidupan yang dijalani oleh Manda selama ini di Perancis.
" Aku tidak mempunyai selera makan Mark. Jadi aku tidak memakan apapun selama beberapa hari ini! Aku bahkan tidak minum satu gelas air pun. Ini adalah gelas pertama yang kuminum setelah 3 hari lamanya!" ucap Manda dengan menatap sayu kepada Mark yang merasa sangat terkejut mendengarkan pengakuan wanitanya.
Mark terlihat menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan kehidupan yang dijalani oleh Manda. Dia pikir Manda akan hidup bergelimangan harta dengan bersenang-senang dengan bergonta-ganti pasangan setelah mengambil uang yang begitu banyak di dalam rekening perusahaannya.
Akan tetapi fakta yang ditemukan oleh Mark ternyata Manda hidup dalam penderitaan dan juga kesepian yang luar biasa.