
Andika yang merasa cemburu melihat kedekatan Kesya dengan Kyai Ilham tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya.
" Kamu kenapa sih Sayang kok cemberut terus dari tadi?" tanya Kesya merasa heran melihat ekspresi suaminya yang tidak biasanya.
" Aku hanya tidak mengerti sayang. Kenapa Kyai Ilham sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan cintanya padamu?" tanya Andika sambil menatap Kesya yang bingung dengan maksud perkataan suaminya.
" Kamu aneh sekali sayang, kita udah usia berapa kah? Masih ribut hal yang sama dengan masalah yang udah berlalu begitu lama. Ya Allah!" ucap Kesya merasa frustasi.
Andika juga tidak mengerti kenapa perasaannya selalu saja merasa terganggu dengan tatapan sendu yang diarahkan oleh Kyai Ilham kepada istrinya.
Padahal itu sudah berlalu sangat lama lebih dari 10 tahun lamanya bahkan Adrian saja sekarang sudah kelas 3 SMP. Akan tetapi Andika masih belum bisa berdamai dengan kisah masa lalu yang selalu menghantui dirinya ketika dia bertemu dengan Kyai Ilham.
" Papa enangkanlah dirimu! Mama akan tidur di kamar tamu malam ini. Kalau papa masih belum merasa baik, Mama tidak akan kembali ke kamar ini lagi!" ucap Kesya merasa kesal.
Kesya yang tidak suka keributan dia memilih untuk meninggalkan suaminya dan kemudian tidur di kamar tamu.
Adrian yang kebetulan keluar dari kamar Cakra, dia heran ketika melihat kedua orang tuanya seperti sedang ribut dia pun lalu mendekati ibunya.
" Kenapa Mama tidur di kamar tamu?" tanya Adrian merasa heran melihat ekspresi wajah ibunya yang seperti kesal ketika tadi keluar dari kamar utama.
Amanda pun ikut merasa heran melihat ibu tirinya, malah tidur di kamar tamu sementara ayahnya tampak cemberut di dalam kamar utama.
" Tidak apa-apa sayang. Mama hanya ingin sedikit refreshing saja. Seharian kemarin mama menyiapkan pesta untuk menyambut Adrian dan juga Amanda. Mama saat Lelah sekali sayang!" ucap Kesya sambil tersenyum kepada putranya yang tampak khawatir dengan sang ibu.
Adrian kemudian membiarkan ibunya masuk ke kabar tamu yang indah dan juga luas.
Sebenarnya Kesya ingin sekali menempatkan mereka di kediaman Abimana. Akan tetapi Kesya khawatir dengan ekspresi Andika yang selalu saja cemburu dengan mantan tunangannya yang dulu hampir menikah dengannya. Sampai sekarang Andika masih belum bisa mengatasi perasaannya sendiri yang selalu merasa cemburu kepada Kyai Ilham apabila melihat Kesya tampak berbincang dengan Kyai Ilham.
Memang tampak terlihat absurd tetapi begitulah yang selalu terjadi ketika Andika melihat istrinya berdekatan dengan Kyai Ilham. Padahal Kyai Ilham sudah punya anak dan istri. Tetapi tidak pernah mengurangi rasa cemburu Andika terhadap sang istri.
Setelah melihat Adrian dan Amanda masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, Kesya kemudian masuk ke dalam kamar tamu yang tidak terlalu jauh jaraknya dari kamar utama.
Sementara itu Andika yang sekarang berada di kamarnya. Dia tampak sedang menahan emosi melihat sang istri lebih memilih meninggalkan dia di kamarnya sendirian dari pada membujuknya yang sedang marah.
Kesya paling malas melayani keributan biar lebih baik mengalah daripada memperkeruh keadaan dengan melayani suaminya yang sedang kumat penyakit cemburu nya.
Itulah yang menjadi alasan utama kenapa mereka sangat jarang menemui Adrian di Indonesia saat anak mereka mondok di Pondok pesantren yang di pimpin oleh Kyai Ilham karena Andika yang selalu merasa cemburu kepada Kyai yang tampan itu.
Kyai putranya yang pernah menjadi tunangan sang istri tercinta. Mungkin perasaan bersalah itu masih menguasai hati Andika sampai sekarang. Sehingga sampai saat ini Andika belum sanggup menguasai hatinya sendiri ketika berhadapan dengan Kyai Ilham yang terlihat biasa saja dalam menanggapi hubungannya bersama Kesya sekarang.
Kyai Ilham sudah merasa legowo dengan hubungannya yang berakhir bersama Kesya dan dia sekarang sudah bahagia denganmu kehidupan barunya bersama Qonita dan Syifa sebagai putrinya.
Sementara itu Kyai Ilham dan juga Qonita yang sekarang sudah berada di apartemen, mereka tampak sudah terlelap dalam tidur. Mereka merasa yang sangat lelah setelah perjalanan yang panjang dan juga pesta yang sangat meriah yang sudah di persiapkan oleh Kesya dalam rangka menyambut mereka.
Sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan oleh asisten Andika besok mereka akan berkeliling Dubai untuk menyempurnakan liburan mereka.
Fathu dan teman-temannya sangat senang sekali karena akan pergi ke tanah suci yang selama ini menjadi impian umat muslim.
" Aku sangat tidak sabar untuk pergi Umroh sama-sama. Semoga saja Adrian tidak akan merubah jadwal yang sudah diberikan kepada kita tadi ya?" ucap Ahmed sumringah.
Fathu langsung tidur. Karena dia tidak mau menghabiskan energi untuk ngerumpi ataupun ngobrol-ngobrol nggak jelas.
Dia ingin mempersiapkan energinya untuk perjalanan besok agar liburan semakin berkesan di hatinya.
Dubai adalah negara paling indah di dunia. Memilik banyak destinasi wisata yang bisa di kunjungi para wisatawan asing maupun lokal.
Keindahan kota Dubai yang luar biasa.
Keesokan paginya. Setelah semua orang siap. Terlihat dua buah limosin sudah siap dan menunggu mereka. Untuk mengantarkan mereka keliling Dubai dan mengunjungi destinasi wisata yang menarik di sana.
Andika dan Kesya berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik untuk mereka.
Sebisa mungkin Andika bersikap baik-baik saja terhadap semua orang walaupun di dalam hatinya bergemuruh ketika melihat Kyai Ilham yang menatap istrinya dengan begitu terpesona.
Walaupun sebenarnya itu hanya perasaan Andika saja yang sedang dilanda cemburu buta. Kyai Ilham adalah seorang kyai yang tawadhu dan juga selalu berusaha menjaga pandangannya dari yang tidak halal untuk dirinya. Hatinya selalu terjaga dengan dzikir dan sholawat. Qonita sangat kenal sang suami. Oleh karena itu dia bersikap biasa saja walaupun mengetahui sejarah kelam antara Kyai Ilham dan Kesya.
Ketika bicara dengan Kesya saja, Kyai Ilham selalu menundukkan kepalanya. Tidak pernah menatap Kesya secara langsung.
Entah apa yang membuat Andika selalu merasa cemburu kepada Kyai Ilham ketika melihat dia bertemu dengan istrinya.
Padahal ketika Kyai Ilham masih single pun, dia tidak pernah berusaha satu kali pun untuk menemui Kesya. Apalagi sekarang Kyai Ilham sudah memiliki istri dan anak. Dia tidak pernah terlihat satu kali pun menghubungi Kesya. Walaupun untuk sekedar berbicara tentang kepentingan Adrian di pondok tidak pernah dia lakukan.
Selalu pengurus yang langsung menghubungi Andika ataupun sang istri yang menghubungi Kesya langsung. Apabila hal itu memang benar-benar dibutuhkan demi kepentingan Adrian sama berada di pondok pesantren yang dipimpin.
Jadi Kesya benar-benar tidak mengerti dengan kecemburuan yang ditunjukkan oleh Andika kepada Kyai Ilham yang saat ini sedang berkunjung di negara tempat mereka menetap selama bertahun-tahun lamanya.