
Mendengar bahwa Ilham kecelakaan, keluarga Silvia segera datang menjenguk di rumah sakit, setelah Ilham pulang kembali ke rumahnya, Setiap hari Silvia selalu datang menawarkan ketulusan dan cinta pada Ilham, tetapi hati Ilham sudah tertaud hanya untuk Kesya. Seberapa keras usaha Silvia gagal total.
Saat ini Silvia kembali mengamuk di kamarnya, hatinya sungguh kesal sekali, walaupun dirinya sudah berhasil membuat gagal pernikahan Ilham dan Kesya, tetapi dia masih tidak bisa merebut hati Ilham. Orang tua Silvia yang tidak tahu dengan rencana jahat anaknya hanya bisa menatap iba melihat anaknya terperangkap dalam cinta sepihak terhadap Ilham. Obsesi itu sudah semakin membuat Silvia sudah tidak bisa membedakan mana benar mana salah.
Di otaknya hanya ada tujuan untuk mendapatkan cinta Ilham. Silvia ingat sekali, hari itu. Saat hatinya sangat kesal karena melihat kemesraan Ilham dan Kesya, dia membuat rem mobil yang dikira milik keluarga Kesya blong,berharap Kesya dan keluarganya mati.
Kesya merasa sangat kwatir karena mendengar kabar bahwa Ilham juga ada dalam mobil itu juga. hatinya sangat kalut dan takut kalau terjadi apa-apa dengan Ilham, Setelah mendengar laporan dari anak buahnya, Silvia langsung ke TKP, dia mengeluarkan Ilham dan juga Kesya dari mobil lalu dia melepaskan semua pakaian Kesya,dan memakaikan kepada mayat tuna wisma yang sehari sebelumnya sudah dia perintahkan kepada anak buahnya untuk di bunuh, Dia memasukan mauat itu ke dalam mobil Ilham, kemudian mendorong mobil tersebut ke dalam jurang untuk menghilangkan jejak.
Tubuh Kesya yang tidak sadarkan diri. Silvia buang di semak belukar, berjarak kurang lebih 200 meter dari TKP. Silvia tidak tahu kalau ada seseorang baik hati yang telah menyelamatkan Kesya dari rencana jahatnya.
Sekarang Kesya ada di rumah sakit milik penyelamatnya, masih koma. Andika berpesan untuk merahasiakan informasi tentang keberadaan Kesya dari siapapun, Andika kwatir kalau ada orang yang berniat jahat terhadap wanita yang dia temukan beberapa hari lalu di semak belukar. Melihat kondisinya yang sangat mengenaskan, Andika 100% yakin bahwa ada orang yang ingin membunuh wanita itu.
Setiap hari Andika selalu datang ke rumah sakit untuk mengawasi perkembangan kesehatan Kesya, dia berpesan kepada perawat dan dokter untuk memberikan yang terbaik pada wanita yang dia tidak tahu siapa. Tidak ada apapun di tubuh wanita itu, bahkan pakaian saja compang camping. Pakaian mayat yang di tukar oleh Silvia, seorang tunawisma yang sengaja dibunuh oleh Silvia untuk menyamarkan kematian Kesya.
Selama sebulan lebih Kesya koma, selama itu juga tidak ada bosan-bosannya Andika selalu menemani Kesya. Dia membacakan Alquran. dongeng-dongeng, novel-novel romantis, buku-buku pengetahuan, tidak ada bosannya Andika berbicara dengan Kesya.
" Ajak terus bicara dan bacakan buku-buku atau murotal. itu sangat berguna untuk merangsang syaraf alam bawah sadarnya. " pesan dokter waktu itu.
" Saat itu aku menemukan kamu dalam kondisi yang sangat mengenaskan, sekarang kondisi kamu sudah semakin membaik, aku berharap kamu segera bangun " Andika bermonolog sendiri, tak dia lepaskan genggaman tangannya.
Saat Andika membacakan Ayat-ayat suci Al-Quran, tiba-tiba dia melihat jari tangan Kesya bergerak, dia sangat senang sekali, sehingga dia langsung lari keluar dan mencari dokter yang bertugas merawat Kesya.
" Alhamdulillah pak Andika, usaha kita berbuah hasil. Perlahan-lahan kondisinya mulai stabil" Andika sangat bahagia sekali, saat dia menoleh dia melihat Kesya membuka matanya , suaranya sangat pelan.
" Di mana saya? Apa yang terjadi padaku? Kenapa badanku rasanya sakit semua? " Kesya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mengamati semua orang yang hadir di ruangan.
" Tenanglah nona,Anda berada di tempat aman. Alhamdulillah Anda sudah siuman. Anda mengalami koma hampir satu bulan lebih setelah kami operasi" ucap dokter sambil tersenyum pada Kesya.
" Pak Andika, ajak ngobrol terus, kita akan observasi terus kondisinya, semoga tidak ada hal yang serius yang terjadi padanya" dokter berpamitan karena memang banyak pasien yang harus dia tangani.
" Terima kasih banyak dokter " Andika mendekati Kesya dan tersenyum padanya.
" Assalamualaikum " ucap Andika sambil terus menatap wajah Kesya yang terlihat pucat dan sayu, walaupun begitu tetap tidak mengurangi kecantikan wajahnya.
" Waalaikum salam, Anda siapa ya? Bagaimana saya ada disini?" Kesya mencoba mengingat siapa lelaki yang ada dihadapannya tetapi dia sama sekali tidak ingat.
Dia berusaha mengingat akan dirinya, tetapi gagal, yang ada,kepalanya terasa sangat sakit sekali. Tadi saat mendengar Andika mengaji,seperti ada tangan yang sangat kuat, yang menarik dirinya keluar dari kolam lumpur yang sangat dalam.
Sekuat tenaga Kesya berusaha untuk keluar dari sana selalu gagal. Kolam itu seakan menyeretnya dan menarik dirinya semakin dalam,dia berteriak-teriak meminta tolong, sampai serak suaranya tali tidak ada yang menolong.
Suara lantunan ayat suci itu yang mendorong Kesya dan menarik dirinya untuk keluar dari kolam lumpur tersebut. Dan akhirnya dia pun tersadar dari komanya.
" Terima kasih sudah menyelamatkan hidup saya. semoga Allah yang membalas kebaikan dirimu"
" Apa kau ingat siapa namamu?" tanya Andika
" Amelia kau bisa panggil namaku dengan itu " Kesya tidak ingat siapa namanya, hanya nama itu yang terbersit dalam ingatnya. Tapi Kesya sendiri tidak tahu siapa sosok Amelia yang dia ingat.
Kesya hanya merasa sangat sedih ketika mengingat nama itu. Andika merasa sangat senang. Kesya mengingat namanya, Andika tidak tahu kalau Kesya hanya asal saja menyebutkan sebuah nama. Hanya nama itu yang Kesya ingat dalam otaknya.
" Istirahat yah, dokter bilang kondisi kamu sudah semakin membaik, hanya masalah waktu, kamu bisa pulang dari rumah sakit" Andika mencoba untuk menyemangati Kesya.
" Terima kasih. Kau juga sebaiknya istirahatlah. Aku lihat wajahmu sangat lelah. Maafkan aku yang sudah merepotkan dirimu" Kesya yang sekarang bernama Amelia, mulai sekarang akan kita panggil Amelia.
" Amelia, jangan pikiran tentang saya, kamu harus fokus pada kesehatanmu. Jadi kita bisa segera pulang dari sini" Andika menggenggam jemari Amelia dengan lembut.
" Baiklah, terima kasih sekali lagi" kemudian Amelia memejamkan kelopak matanya dan mencoba untuk tidur. Saat mendengar suara adzan dia terjaga, tiba-tiba saja dia bangun dan terduduk. Andika yang tengah membaca laporan di laptopnya merasa heran dengan Amelia.
" Ada apa?" tanyanya kwatir.
" Aku ingin sholat, sudah waktunya sholat" Andika membimbing Amelia ke kamar mandi untuk berwudhu. Andika tadi menawarkan untuk menggendong Amelia tapu dia menolak dan bersikeras mau jalan sendiri. Jadilah sekarang Andika memapah Amelia dengan susah payah.
Setelah sholat. Andika melihat Amelia membaca Al-Quran tanpa melihat Alquran, Dua surat dibacakan oleh Amelia, Al-Baqarah dan juga Ali Imran. Andika sangat takjub sekali, walaupun Amelia lupa akan dirinya dan masa lalunya. tetapi dia tidak lupa dengan ayat suci yang pernah dia hapal selama hidupnya.
" Ah... dia seorang hafizah ternyata" monolog Andika. Dia keluar dari kamar Amelia, lalu menelpon anal buahnya.
" Tolong kamu selidiki apakah pernah ada kecelakaan di daerah tol Cipularang, pada tanggal 10 Agustus, saya mau info yang lengkap, paham tidak? " Andika menutup telponnya dan segera masuk lagi ke kamar Amelia. Amelia masih murajaah dengan semangat. Andika tidak mau mengganggu Amelia, dia hanya mendengarkan dan juga memperhatikan wajah Amelia yang sangat cantik dan kemerahan.
" Seperti nya sebelum kecelakaan dia adalah wanita bercadar" bathin Andika semakin mengagumi sosok wanita yang telah dia selamatkan.