Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
320. Baiklah



Mark sungguh terkejut mendengarkan perkataan Farhan mengenai keluarga Elena yang sesungguhnya. Mark sungguh tidak menyangka kalau ternyata Elena selama ini telah membohongi dirinya yang mengatakan bahwa keluarga Abimana adalah perusahaan yang membuat bangkrut keluarganya.


" Memang kami yang sudah membuat bangkrut keluarga Elena tetapi itu semua adalah karena perbuatan mereka sendiri yang tidak amanah dengan kepercayaan yang sudah kami berikan kepada mereka. Mereka banyak membuat markup terhadap dana tender yang mereka korupsi." ucap Farhan menerangkan sejelas-jelasnya kepada Mark alasan di balik perbuatannya melaporkan Ayah Elena ke kantor polisi.


Terlihat Amanda keluar dari ruangan Manda dengan wajah yang sumringah dan penuh kebahagiaan.


Mark sungguh senang sekali melihat Amanda yang terlihat lebih baik sekarang wajahnya.


" Kakek aku akan di sini dulu untuk bersama dengan Mama. Mama memintaku untuk bersamanya duli. Setidaknya sampai Mama keluar dari rumah sakit!" ucap Amanda kepada Farhan yang merasa senang akhirnya ibu dan anak itu kini sudah berbaikan.


Amanda tersenyum kepada Mark yang sudah merawat ibunya selama beliau sakit dengan begitu telaten.


" Untuk sekarang kita pulang dulu Amanda. Bukankah besok kau ada kuliah pagi-pagi? Nanti setelah pulang dari kampus dan kau sudah bebas kau bisa menemani ibumu lagi. Biar nanti urusan di kantor kakek yang akan mengurus semuanya. Jadi kamu bisa fokus bersama dengan ibumu!" ucap Farhan tersenyum kepada Amanda.


Amanda terlihat sedikit cemberut merasa tidak suka dengan pengaturan dari kakeknya tetapi kemudian dia berpikir bahwa yang dikatakan oleh kakeknya benar bahwa kuliah tetaplah lebih penting untuk saat ini. Karena dia masih berstatus sebagai seorang pelajar.


" Tenanglah Amanda. Paman akan menjaga ibumu. Oh ya kalau kau tidak keberatan. Apakah boleh meminta nomor teleponmu? Supaya kalau ada apa-apa Paman nanti bisa menghubungi kamu!" ucap Mark meminta nomor telepon kepada Amanda yang langsung memberikan ponselnya kepada Mark yang sangat senang akhirnya bisa berhubungan dengan anaknya Manda.


Dulu Mark mengira kalau Manda hanya sedang berhalusinasi ketika mengatakan bahwa dirinya memiliki seorang anak dari Andika Abimana. Sekarang dia percaya setelah bertemu secara langsung dengan Amanda dan berbicara banyak bersama dengan Farhan Abimana.


Setelah Amanda dan Farhan meninggalkan rumah sakit, Manda sekarang wajahnya sudah mulai cerah dan terlihat sangat bahagia. Manda langsung merentangkan kedua tangannya bersiap untuk memeluk Mark dan berterima kasih kepada lelaki itu yang telah menjaganya selama dia sakit.


" Terima kasih banyak karena kau sudah bersabar untuk menjaga dan merawatku saat aku sakit!" ucap Manda begitu terharu.


Setelah dia melihat dan merasakan kasih sayang yang diberikan oleh Mark untuknya.


" Tidak apa-apa sayang. Kau kan memang istriku bukan? Kewajibanku adalah untuk menjagamu dan memastikan kalau kau aman dan selalu sehat!" ucap Mark sambil mencium ubun-ubun Manda.


" Kembalilah ke Jerman sayang. Elena pasti sudah mencarimu. Kau sudah terlalu lama ada di sini. Aku sekarang baik-baik saja. Jangan khawatir ada Amanda dan kakeknya yang akan menjagaku di sini!" ucap Manda meminta kepada Mark untuk kembali kepada Elena sekarang juga.


Akan tetapi Mark langsung menggelengkan kepalanya. Sejujurnya saat ini Mark sedang merasa marah pada Elena. Mark belum bisa untuk bertemu dengan Elena dalam waktu dekat ini.


Manda mengerutkan keningnya. manda tidak mengerti kenapa suaminya bersikap seperti itu saat dia bicara tentang Elena. Itu aneh, tidak seperti biasanya.


" Kenapa sayang? Apakah ada masalah?" tanya Manda merasa heran.


Mark menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia duduk di samping Manda mencium ubun-ubun mandah dengan begitu takjim dan penuh kasih sayang.


Manda benar-benar penasaran kenapa suaminya berperilaku seperti itu tidak seperti biasanya, " Ceritakanlah padaku sayang. Apakah kau sedang mengalami masalah?" tanya Manda terus mendesak Mark untuk jujur tentang perasaannya sekarang.


" Apa kau tahu? Hanya gara-gara cerita palsu yang disampaikan oleh Elena padaku di masa lalu. Aku sampai melakukan banyak hal yang buruk dan merugikan keluarga Abimana hanya untuk membuat Elena bahagia dengan membalaskan sakit hatinya kepada Abimana grup!" ucap Mark pelan.


Sejujurnya Mark merasa sakit hati karena dia merasa bahwa dirinya telah dimanfaatkan dan digunakan oleh Elena hanya untuk membalaskan dendam dan sakit hatinya kepada keluarga Abimana grup yang telah menolak Elena untuk menjadi bagian dari keluarga mereka.


Terlihat Mark yang seperti sedang merenungkan segala yang telah berlalu.


" Bodohnya Aku karena telah menelan mentah-mentah semua yang dikatakan oleh Elena dan membabi buta membalaskan sakit hati kepada Abimana grup hanya untuk membuat Elena merasa bahagia." ucap Mark merasa sangat sedih karena dia menyadari bahwa dirinya hanya dimanfaatkan oleh Elena selama hubungan pernikahan mereka.


Manda merasa prihatin mendengarkan semua cerita yang dikatakan oleh Mark mengenai kehidupannya selama bertahun-tahun menjadi suami Elena.


" Aku bisa memahami perasaan Elena. Karena aku tahu bahwa dia memang sangat mencintai Andika. Dulu saat dia masih jadi kekasih Andika. Elena selalu memintaku untuk menjadi mata-matanya di kantor Andika dan harus selalu melaporkan semua kegiatan Andika kepadanya setiap hari!" ucap Manda sambil menelawang jauh ke masa lalu ketika dirinya masih menjadi sekretaris Andika.


" Apa kau pernah kerja bersama Andika juga?" tanya Mark merasa penasaran.


" Aku dulu adalah sekretaris Andika. Itulah yang menjadi sebab sampai akhirnya aku hamil anaknya." ucap Manda sambil menundukkan kepalanya.


" Dulu Andika sangat terpukul ketika dia putus dengan Elena, dia mabuk-mabukan di kantornya. Selama semalaman dia minum alkohol. Malam itu dia berada di kantor dengan hati sedih. Di saat itulah tanpa dia sadari dia telah menodaiku dan akhirnya aku hamil Amanda!" ucap Manda pelan sambil melamun saat dia menceritakan semua kronologis yang sebenarnya bagaimana dirinya bisa mempunyai anak dari Andika.


Mark mendengarkan semua cerita Manda tanpa menyela sedikitpun. Karena sejujurnya diapun merasa penasaran. Bagaimana wanita sederhana seperti Manda bisa mengandung anak Andika yang dia kenal sangatlah introvert dan juga luar biasa.


" Sudahlah lupakan semua itu sayang. Semua adalah masa lalu. Bagaimanapun kau dan Elena adalah suami istri. Sayang, kau tidak boleh menghancurkan rumah tanggamu hanya karena kau menemukan fakta seperti itu sekarang. Kasihan anak-anak kamu!" ucap Manda merasa prihatin melihat Mark seperti yang sedang merasa patah hati setelah tahu bahwa dirinya hanya dimanfaatkan dan dibodohi oleh Elena selama bertahun-tahun lamanya tanpa dia sadari.


Mark semakin mengeratkan pelukannya kepada Manda yang dia nilai begitu bijaksana dan tulus kepadanya dalam mencintai dia.


" Kamu aneh sayang. Orang lain ketika suaminya menceritakan hal seperti ini, mereka pasti akan langsung menyuruh untuk bercerai dengan istri pertamaku. Tapi kau malah menasehatiku untuk memaafkan Elena dan menuruhku untuk kembali padanya. Sayang, itulah yang membedakanmu dengan perempuan lain! Itulah yang membuat aku merasa bahwa aku semakin mencintaimu!" ucap Mark semakin mengeratkan pelukannya kepada Manda.


Mendengarkan perkataan Mark, Manda terkekeh. Karena merasa lucu dengan pernyataannya itu.


" Apa kau tidak takut kalau aku hanya sedang berpura-pura baik saja kepadamu? Hanya untuk menahanmu di sini. Sehingga aku mengatakan hal yang sebaliknya yang ada di dalam hatiku?" tanya Manda yang langsung mendapatkan cubetan dari Mark.


" Aku rasa kalau kau benar-benar melakukan hal itu, aku pasti merasa sangat tersanjung karena telah berhasil membuatmu melakukan hal yang tidak sesuai dengan kepribadianmu sayang! Bukankah itu artinya aku seorang pria yang hebat huh?" tanya Mark dengan nada berkelakar.


Manda hanya mencibir saja merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Mark yang begitu narsis tingkat dewa.


" Kenapa?" tanya Mark dengan wajah berkerut.