Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
325. Bertemu Amanda



Amanda mengerutkan keningnya ketika dia melihat Mark yang datang kerumahnya. Terlihat wajah Mark yang sendu dan tidak bersemangat. Amanda bisa melihat itu dari raut wajah Mark.


Saat ini Farhan untung saja belum berangkat ke kantor sehingga bisa menemani Amanda untuk bertemu dengan Mark.


" Apa kabarmu Mark?" tanya Farhan mempersilahkan Mark untuk duduk di sofa sementara itu Amanda hanya melirik sinis kepada Mark tidak senang dengan kehadirannya di rumahnya.


" Kabarku baik. Bagaimana dengan anda Tuan?" tanya Mark dengan sopan.


Farhan tertawa tergelap mendengarkan Mark yang memanggilnya Tuan.


" Panggil saya Om Farhan saja. Aku lebih suka di panggil itu daripada kau memanggilku dengan sebutan Tuan!" Mark hanya tersenyum mendengarkan perkataan Farhan yang menurutnya benar-benar luar biasa.


Kehebatan seorang Farhan Abimana di dunia bisnis bukanlah isapan jempol belaka. Kemampuan Farhan dalam menganalisis setiap perusahaan yang akan diberikan investasi tidak bisa dilakukan lagi.


" Sejak dulu Anda adalah idola saya. Saya benar-benar sangat tersanjung bisa bertemu dengan Anda secara langsung!" ucap Mark dengan tulus sehingga membuat Farhan merasa senang mendengarnya.


Farhan pun tahu kalau Mark adalah seorang pengusaha yang hebat yang di usianya yang masih muda, Mark sudah sukses membuat Andika ketar-ketir karena perbuatan Mark yang suka mengacau tender-tender milik Abimana grup


" Menurutku kau jauh lebih hebat. tTdak banyak orang yang berani menantang Andika Abimana. Hanya kau satu-satunya laki-laki yang mempunyai nyali sebesar itu untuk bersaing dengan Andika Abimana yang terkenal sangat ambisius dan tidak pernah bermain-main dengan tender yang dia pegang!" Marj hanya bisa tersipu malu ketika mendengarkan ucapan Farhan yang tak tahu sedang memujinya ataukah kini sedang mengejeknya. Mark sendiri tidak terlalu jelas dalam hal itu.


" Aku melakukannya hanya untuk membuat istriku bahagia. Kau tahu kan? Kalau kalian sudah memberikan banyak waktu yang sulit untuk Elena dan keluarga dia? Sehingga dia selalu merajuk dan membujuk aku untuk menghancurkan Abimana grup!" ucap Mark mengucapkan semuanya dengan kejujuran.


Amanda nerasa tidak senang dengan percakapan yang menurutnya tidak faedah itu. Membuat dia semakin tidak suka kepada Mark yang ternyata selalu membuat masalah dengan perusahaan ayahnya.


" Cepat katakan apa kebutuhanmu! Jangan membuang-buang waktu dengan semua pembicaraan yang konyol itu!" ucap Amanda sambil menatap tajam kepada Mark yang benar-benar membuatnya jengkel sejak tadi.


Farhan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan cucunya yang benar-benar membuat dia malu di hadapan Mark.


" Maafkan cucuku Mark. Dia hanya merasa kesal tentang ibunya yang ternyata menjadi istri keduamu!" ucap Farhan sambil mengelus tangan Mark dengan lembut. Menunjukkan bahwa dia memberikan simpatinya pada Mark yang mengetahui bahwa Farhan adalah laki-laki tua yang bijaksana.


Mark tersenyum kepada Farhan dan menganggukan kepalanya. Mark berusaha memberitahukan kepada Farhan bahwa dia tidak masalah dengan sikap Amanda yang tidak bersahabat terhadapnya.


" Maafkan aku kalau kedatangan aku ke sini membuatmu tidak nyaman!" ucap Mark berusaha untuk mengatur nafasnya sebelum dia benar-benar mengungkapkan apa maksud kedatangannya kepada Amanda.


Kemarahan Amanda saat ini adalah refleksi dari rasa kecewanya yang telah dihempaskan ketika mengetahui bahwa orang yang dia kira mencintai ibunya ternyata hanya membuat ibunya menjadi seorang simpanan.


" Maafkan Om yang sudah membuatmu kecewa Amanda. Tapi percayalah! Bahwa Om benar-benar mencintai ibumu dan tidak pernah berniat untuk bermain-main dengan ibumu itu!" Amanda berniat untuk bangkit dari tempat duduknya. Akan tetapi Farhan segera menahan pergelangan tangannya dan memerintahkan Amanda untuk duduk lagi.


" Om dan mamamu sudah berpisah. Karena Mama kamu menginginkan untuk bersamamu dan Om akan kembali lagi ke keluarga Om yang ada di Jerman! Oh mohon Amanda jangan menghukum ibumu dengan terlalu berat dia juga seorang manusia yang memiliki emosi dan juga kebutuhan kasih sayang dari orang yang dia cintai!" Amanda tampak membelakan matanya mendengar keberanian Mark yang luar biasa.


" Dasar playboy kau tidak malu dengan kelakuanmu sendiri bukankah kau juga memiliki seorang putri Bagaimana kalau Putri mau diperlakukan seperti itu oleh suaminya? Ingatlah bahwa di dunia ini Karma itu pasti berjalan!" Amanda bangkit dari tempat duduknya dan tidak menggubris lagi apapun yang dilakukan oleh Farhan. Sekarang yang ada di dalam kepalanya hanyalah ingin segera meninggalkan mereka berdua.


Mark menahan nafasnya dalam-dalam. Dadanya terasa begitu sesak. Dia tahu bahwa tidak akan mudah untuk bisa meyakinkan seorang Amanda yang begitu keras kepala untuk bisa percaya kepadanya.


" Tolong Amanda! Percayalah padaku jangan kau menyiksa ibumu dengan perilaku negatifmu itu. Aku benar-benar berharap setelah kepergianku kau benar-benar akan mengurus ibumu dengan baik!" ucap Mars memberikan pesan kepada Amanda sebelum dia benar-benar meninggalkan kediaman Abimana grup yang mentereng.


Setelah Mark merasa cukup mengungkapkan semua perasaan yang ada di hatinya kepada Amanda dan Farhan. Dia pun kemudian berpamitan kepada Farhan dan bersiap untuk terbang ke Jerman menggunakan pesawat pribadinya yang sudah terlalu lama menunggu Mark di landasan pacu.


Sementara itu Farhan setelah melihat kepergian Mark dengan wajahnya yang sedih terlihat Farhan saat ini sedang mengadili Amanda yang telah begitu tega dan juga tidak sopan mempermalukan Mark di hadapannya.


Kakek tidak mengerti sebenarnya hati kamu terbuat dari apakah kah? Sehingga kau tidak bisa melihat ketulusan orang lain. Kenapa hanya egoismu yang kau pelihara Amanda? pakai benar-benar sangat kecewa kepadamu!" setelah mengatakan itu Farhan pun kemudian meninggalkan Amanda dalam bengongnya dan bingungnya.


" Di manakah letak kesalahanku? Padahal aku hanya ingin agar Ibuku memiliki kehidupan yang baik tidak seperti sekarang hanya menjadi seorang pelakor dari laki-laki yang sudah beristri dan beranak!" setelah mengatakan itu Amanda kemudian masuk ke dalam kamarnya dan menangis sendiri di sana.


Farhan yang tahu bahwa sekarang cucunya sedang menangis. Farhan tampak diam saja mendengarkan semua pembicaraan mereka.


Bagaimanapun Farhan tidak ingin kalau kehadirab dia di kamar cucunya malahan akan mengganggu perasaan Amanda. Saat ini pasti sedang kacau dan balau. Setelah pertemuannya dengan Mark berjalan tidak menyenangkan dan cenderung membuat Amanda merasa tersisih dari rumah itu.


Amanda mengunci pintunya dan tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalamnya karena dia ingin menyendiri dan merenungkan semua yang terjadi kepada dirinya maupun kepada ibu kandungnya.


" Memang awalnya terasa berat tapi pasti pada akhirnya begitu manis!" ucap Amanda bermonolog dengan dirinya sendiri ketika dia melihat cerminan wajahnya di cermin yang berada di dalam kamarnya.


Amanda tahu kalau kakeknya sejak tadi terus menunggu di depan pintu kamarnya hingga dirinya mau membuka pintu kamar dan mau bicara dengan sang kakek yang dia tahu sangat sayang dan perduli sekali dengan dirinya.


" masuklah Kek kalau kakak ingin bicara denganku!" ucap Amanda akhirnya mengalah kepada Farhan karena bagaimanapun dia tidak bisa berbuat kejam kepada kakeknya yang selama ini selalu menyayanginya.