Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
203. Mimpi?



Agus bangkit dari tempat duduknya. Kemudian dia melihat rekaman CCTV yang ada di dalam rumah Ayana.


" Aku harus memastikan bahwa semalam bukanlah mimpi bahwa semalam adalah kenyataan!" ucap Agus dengan penuh semangat membara yang ada di dalam hatinya.


Agus kemudian pergi ke dalam ruang kerja Ayana dan memeriksa CCTV yang terpasang di dalam apartemennya.


" Kosong? Tidak ada yang terekam sama sekali? Apa maksud semua ini?" begitu banyak pertanyaan di dalam hati Agus saat ini. Apa sebenarnya yang telah terjadi dengan dirinya di dalam apartemen milik Ayana?


" Apakah benar kalau itu hanya bermimpi? Tapi rasanya, kenapa begitu nyata dan aku yakin kalau aku tidak tidur tadi malam. Ketika aku bertemu dengan Ayana dan juga pria banci itu!" ucap Agus terduduk lesu ketika dia melihat rekaman CCTV yang kosong sama sekali dan tidak menampakkan apapun.


" Ya Tuhan ini benar-benar aneh tidak mungkin kan aku berhalusinasi sehebat itu? Sehingga bisa menghadirkan seorang Ayana dan juga Edrick bersamaan di dalam apartemen ini?" tanya Agus benar-benar frustasi dengan apa yang dia alami malam tadi di dalam apartemennya Ayana.


Dengan perasaan kesal Agus kemudian meninggalkan apartemen milik Ayana dan pergi ke penthouse miliknya sendiri.


Begitu sampai di penthouse Agus segera mencuci mukanya dan juga tidur kembali.


" Mungkin karena aku terlalu lelah bekerja dan selama beberapa hari ini aku selalu sibuk dan bergadang. Sehingga membuatku mulai berhalusinasi hebat dan bisa menghadirkan Ayana secara nyata! Nanti aku akan mendatangi psikiater untuk memeriksa kesehatan mentalku!" ucap Agus dengan perasaan tidak menentu.


Agus benar-benar terpukul ketika dia tidak menemukan Ayana berada di sampingnya ketika dia bangun tidur dan tidak menemukan jejak istrinya sama sekali di apartemennya.


" Mimpi?" Agus kembali bertanya kepada dirinya sendiri.


" Tidak aku yakin sekali bahwa itu bukanlah mimpi tidak mungkin aku benar-benar merasakan ketika aku menghajar Edric pasti ada sebuah rahasia di balik ini semua dan aku harus menyelidikinya dan mengkonfirmasi segalanya kepada Ayana!" sampai larut malam Agus masih termenung sendiri di dalam kamarnya dan sama sekali tidak berangkat ke kantor.


Sementara itu Ayana yang saat ini sudah berada di kediaman ibunya dia tampak sedang termenung memikirkan kejadian tadi malam saat dirinya bermalam bersama Agus.


" Untung saja aku bangun duluan sebelum Agus dan memiliki waktu untuk menghapus semua jejakku di dalam apartemen sehingga Agus tidak akan berpikir bahwa kami benar-benar tidurr bersama!" ucap Ayana sambil mengelus dadanya yang terasa baru sangat kencang.


" Ya ampun bisa-bisanya aku sampai melakukan hal seperti itu dengan Agus. Padahal Kami sudah sepakat untuk berpisah!" ucap Ayana merutuki dirinya sendiri.


Ayana seharian itu hanya tinggal di dalam kamarnya. Dia tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja. Pekerjaan yang dibawa ke rumah pun hanya terbengkalai begitu saja di atas sofa.


Ayana terus memikirkan tentang hubungannya bersama dengan Agus yang sampai sekarang masih belum ada kemajuan sama sekali.


" Entah bagaimana aku harus menyikapi semua ini. Tapi yang jelas aku benar-benar tidak bisa menerima tentang kejadian tadi malam! semuanya gara-gara Edric kalau dia tidak bertingkah tidak akan pernah ada kejadian yang seperti semalam!" Ayana terus menyesali apa yang sudah terjadi dan berusaha untuk melupakannya Tetapi semuanya selalu gagal.


" Apa maksudmu melakukan semua itu? Apa kau tahu aku hampir saja mendatangi seorang psikiater karena aku mengira telah berhalusinasi bertemu denganmu dan juga bercinta dengan kamu?" ucap Agus dengan mata berapi-api.


Ada perasaan yang terluka dan harga diri yang terhina. Ketika Agus mengetahui bahwa ternyata Ayana sengaja membuat bahwa kejadian tadi malam seakan tidak ada sama sekali. ternyata Ayana yang sudah mengatur semuanya membuat segalanya seakan tidak nyata. Ayana menghilangkan semua jejak kehadirannya di dalam apartemen sehingga membuat Agus merasa bingung.


" Apakah segitu bencinya kamu denganku sehingga kamu tidak ingin agar aku mengingat tentang hubungan kita berdua!" Agus terus menekan Ayana untuk memberikan jawaban agar semua pertanyaannya bisa terjawab.


" Aku hanya belum siap untuk melakukan hubungan sebagai suami istri denganmu!" ucap Ayana dengan gugup.


" Bohong kau selalu berbohong! Kau hanya merasa malu dan tidak suka menjadi istriku Betul kan?" ucap Agus sambil menatap tajam kepada Ayana.


" Pulanglah kalau kau di sini hanya untuk mengamuk aku banyak pekerjaan dan tidak punya waktu untuk menemanimu marah-marah!" pencapaian nama rasa jengkel ketika Agus datang ke ruangannya hanya untuk memakinya.


" Kau bahkan tidak merasa bersalah sudah membuatku berpikir bahwa aku seperti orang gila! Apa kau tahu aku bahkan hampir pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan mentalku saat ini!" ucap Agus dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Hati Agus benar-benar sakit dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ayana.


" Baiklah mulai saat ini kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing kalau kau sudah siap untuk menjadi Jandaku Katakan padaku maka aku akan segera mengurus surat-surat perceraian kita berdua!" ucap Agus dengan suara bergetar yang membuat Ayana tidak mampu berkata-kata.


" Apakah kau tahu bagaimana rasanya aku menikah denganmu? Ketika mata semua orang memandang rendah dengan pernikahan kita?" ucap Ayana dengan suara gemetar.


" Maka segera katakan padaku untuk aku bisa mengurus perceraian kita. Biarlah aku yang akan menggugatmu!" ucap Agus sebelum meninggalkan kantor Ayana yang begitu megah dan mewah.


" Agus kenapa kau pulang Apa kau tidak menemui istrimu?" tanya Humairoh yang baru saja datang di kantornya.


" Tidak apa-apa Tante. Tadi saya habis bertemu dengan Ayana. Baiklah tante saya permisi dulu karena saya harus kembali bekerja!" ucap Agus dengan senyum getir yang terlukis jelas di wajahnya yang tampan.


Ayana benar-benar bodoh bagaimana mungkin dia tidak bisa membedakan antara laki-laki yang kaya raya dan laki-laki yang miskin?


Jam tangan yang digunakan oleh Agus saja harganya lebih dari 500 juta. Belum lagi sepatu dan pakaian Agus yang sangat mentereng. semuanya adalah eksklusif dibuatkan oleh seorang perancang yang sangat terkenal di indonesia.


outfit yang digunakan oleh Agus ke kantor Ayana benar-benar menunjukkan identitas asli Agus yang sesungguhnya tetapi hal itu luput dari perhatian Ayana yang tidak fokus dengan Agus.


" Ya Tuhan aku lupa tidak mengganti pakaianku sebelum datang kemari. Semoga saja Ayana dan bibinya tidak curiga dengan outfit yang aku gunakan hari ini!" doa Agus menyesali kecerobohannya.