Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
118. Pulang



Keesokan paginya, ketika bangun tidur, Adrian sangat bersemangat sekali karena akan bertemu kembali dengan kedua orang tuanya setelah 1 Tahun lamanya tidak bertemu.


"Adrian apa barang-barangmu sudah siap semuanya?" tanya Fathu.


"Aku tidak akan membawa apapun ke Dubai. Kalau kalian mau kalian bisa membagikannya atau untukmu semuanya Fathu.atau terserah kalian akan melakukan apa dengan barang-barangku!" ucap Adrian tersenyum ke arah sahabat-sahabatnya yang telah menemaninya selama berada di pondok.


"Aku akan menjaga barang-barangmu, Adrian! Bukankah kau bilang kalau Ibu Nyai kelak melahirkan, kau akan kembali lagi mondok di sini? Kau jangan khawatir, aku pasti akan menjaganya untukmu!" janji Fathu.


Begitulah kedua bocah itu walaupun tadi malam mereka berdua terlibat perdebatan sangit. Tapi sekarang mereka sudah kembali akur lagi dan saling menjaga satu sama lain.


"Tidak apa-apa Fathu, kalau barang-barang itu mau dibagikan. Nanti aku bisa beli lagi kalau aku akan kembali lagi ke sini. Kalian tidak usah khawatir!" ucap Adrian dengan senyum.


Barang-barang Adrian adalah barang-barang Branded sehingga harganya fantastis. Oleh sebab itu teman-temannya merasa senang ketika Adrian menawarkan untuk mengambil barang-barangnya tersebut.


Tetapi Fathu keukeuh untuk mempertahankan barang-barang tersebut agar kelak Adrian kembali lagi ke pondok, kembali bersamanya lagi. Bermain lagi bersamanya.


"Sudah Fathu! Biarkan saja, tidak apa-apa!Teman-teman kalau kalian mau, Silakan ambil barang-barangku. Itu semua sudah saya klarifikasikan. Silakan dipilih saja, ya? Ya sudah aku sekarang langsung ke kediaman Pak Kyai ya. Oh iya kalian boleh jajan di kantin selama 1 bulan, sepuasnya dan gratis. Karena aku sudah membayar semuanya. Oke teman-teman aku pergi dulu ya!" Adrian pun kemudian berpamitan kepada mereka semua.


Mereka semua tampak kehilangan sosok Adrian yang selama ini selalu berbagi kepada mereka. Khususnya anak-anak yang tidak mampu. Adrian tidak pernah pelit. Dia selalu Royal kepada teman-teman yang membutuhkannya.


Banyak di antara mereka yang mendapatkan beasiswa dari perusahaan Abimana Group. Dan itu adalah atas rekomendasi daripada Adrian. Yang memberikan informasi kepada sekretaris direksi yang ditunjuk oleh ayahnya dalam rangka memenuhi semua kebutuhan Adrian di pondok tersebut.


Saat Adrian sampai di kediaman Kiai Ilham, sudah berderai air mata Adrian. Ketika melihat ayah ibunya sedang bercakap-cakap hangat bersama dengan Om Ilhamnya.


"Mama, Papa!" Adrian Langsung menangis dipelukan Mamahnya, sehingga membuat orang yang hadir di sana pun ikut merasakan kesedihan yang sama dengan Adrian saat ini. Maklumlah 1 tahun tidak bertemu. Pastinya sangat rindu.


"Kenapa ini jagoannya Papa menangis, huh? Seharusnya bahagia dong bertemu dengan Papa sama Mama!" tegur Andika sambil mengelus rambut Adriani dengan penuh kasih sayang.


"Adrian kangen sama Papa!" Adrian pun akhirnya berpelukan dengan ayahnya juga sehingga membuat suasana yang tadinya sedih kini malah menjadi bahagia.


"Dalam sekejap saja, jagoannya Papa sudah besar ya? Papa bangga dengan Adrian bisa hidup jauh dari orang tua dan betah tinggal di pondok." puji Andika sambil memeluk Putra sulungnya tersebut.


"Bagaimana, kita mau langsung kembali ke Dubai atau Adrian barangkali mau jalan-jalan dulu di sekitar sini?" tanya Kesya, melirik putranya yang masih bermanja di pelukan ayahnya.


"Mah Adrian ingin kita mampir dulu di hotel milik kita yang di Jakarta!" ucap bocah tersebut. Yang langsung disetujui oleh kedua orang tuanya.


Fathu tampak menangis tersedu-sedu, ketika melihat Adrian sudah bersiap masuk ke mobil milik Abimana group yang digunakan oleh Andika saat ini.


"Om Ilham, Terima kasih banyak selama ini sudah mau mengurus Adrian dengan sangat baik. Maafkan kesalahan Adrian apabila selama tinggal di sini selalu membuat Om Ilham merasa kerepotan dengan tingkah dan lakunya Adrian!" ucap bocah tersebut dengan berderai air mata. Begitu pula dengan Ilham tidak sanggup menahan buliran air mata untuk tidak menetes di kelopak matanya.


"Maafkan Om Ilham ya, kalau selama Adrian tinggal di pondok ini, sudah membuat antrian merasa tidak betah ataupun merasa telah abaikan. Karena Om Ilham sangat sibuk dengan urusan pondok. Om harap, Adrian bisa mengerti ya?" ucap Kiai Ilham dengan suara yang bergetar karena menahan kesedihan di hatinya saat ini.


"Maafkan Tante juga ya? Kalau sudah membuat Adrian merasa telah terabaikan gara-gara kehadiran tante. Adrian yang biasanya selalu bersama dengan Om Ilham, jadi merasa kesepian!" ucapkan Nita meminta maaf kepada Adrian.


"Tidak apa-apa tante. Maafkan Adrian juga kalau kemarin sudah merengek. Maklumlah Adrian memang sedang merindukan kedua orang tuanya Adrian!" ucap Adrian kirim mulai bisa tersenyum sehingga membuat semua orang yang hadir di situ pun merasakan kebahagian tersebut.


Setelah berpamitan dengan semua orang di kediaman Kyai Ilham, Adrian pun beserta kedua orang tuanya langsung bertolak ke Jakarta menggunakan mobil tersebut.


Mobil tersebut digunakan selama mereka berada di Indonesia. Setelah itu mereka akan langsung kembali ke Dubai karena Adika yang sangat sibuk dengan pekerjaannya tidak bisa meninggalkan kantor lama-lama.


"Mah di mana sekarang Kak Amanda?" tanya Adrian merasa penasaran dengan kakak tirinya itu.


"Kakakmu sekarang tinggal bersama Kakek dan Nenek karena katanya ingin menemani mereka di hari tuanya. Sekali-kali kakakmu selalu datang ke rumah kita untuk bermain dengan adikmu, Cakra!" ucap Keisha sambil memeluk Adrian.


Adrian merasa bahagia. Akhirnya dirinya akan kembali lagi ke Dubai dan kembali bertemu dengan keluarganya. Yang sudah sangat lama dia rindukan.


"Seandainya Mama membawa adik Cakra dan Kak Amanda dan kita jalan-jalan ke Dufan. Pasti sangat menyenangkan!" ucap Adrian dengan sumringah dan penuh semangat.


"Kami tidak bisa membawa adikmu, Cakra untuk perjalanan jauh. Apalagi dia lagi sakit sekarang. Sekarang adikmu tinggal bersama Kakek dan Nenek juga di sana." ucap Andika.


Karena merasa lelah, akhirnya Adrian pun tertidur di pangkuan Mamahnya. Perjalanan Jawa Timur ke Jakarta memang sangatlah melelahkan. Beberapa kali mereka berhenti di area istirahat ataupun menginap di sebuah hotel. Hanya untuk meluruskan punggung yang pegal.


Adrian sangat menikmati perjalanan tersebut. Apalagi dirinya sudah sangat lama sekali, tidak pernah melakukan hal tersebut. Selama ini dirinya hanya sibuk dengan menghafal Alqiran dan belajar serta bersosialisasi di pondok pesantren yang dipimpin oleh om kesayangannya.


"Apakah kita masih lama sampai ke Jakarta mah?" Adrian tampak tidak sabar.


"Kita baru sampai Bandung, sayang! Kau Tidurlah kalau lelah. Nanti Mama bangunkan kalau kita sudah sampai ke Jakarta." ucap Kesya.


Mereka memang sengaja menggunakan mobil dalam perjalanan menuju Jakarta. Karena mereka sudah sangat lama sekali tidak berjalan-jalan di Indonesia. Jadi mereka menggunakan kesempatan kali ini sekalian tour keliling. Walaupun tidak seluruh Indonesia tapi itu cukup menghibur hati mereka yang merindukan tanah air mereka sendiri. karena mereka memutuskan untuk menetap di Dubai sudah lebih dari 10 tahun.