Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
163. Ayana oh Ayana



Setelah kepergian Ayana dari ruangannya, Firman langsung melemparkan file tentang perusahaan Ayana. Dia sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Ayana terhadapnya.


"Perempuan itu dari dulu hingga sekarang tidak berubah selalu saja seperti itu!" ucap Firman setelah kepergian Ayana dari ruangannya.


"Aku akan menyerahkan penanggung jawab dari kerjasama itu. Jangan sampai secara tidak sengaja aku bertemu dengan Ayana lagi!" Firman rupanya benar-benar bertekad untuk tidak pernah menyentuh ataupun bertemu dengan Ayana lagi.


Setelah semua pekerjaannya selesai. Firman langsung pulang ke rumahnya. Tetapi betapa terkejutnya Firman ketika dia sampai di rumahnya, dia melihat mobil Ayana terparkir cantik di garasi rumahnya.


"Mau apa perempuan gila itu datang ke rumahku? Awas saja kalau dia berani berbuat macam-macam sama Laila dan putriku!" ucap Firman sambil berjalan dengan cepat ke dalam rumahnya. Karena dia sudah sangat penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Ayana di dalam rumahnya.


Saar Firman masuk ke dalam rumahnya, terdengar gelak tawa di area dapur. Firman mengerutkan keningnya dan dia terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya lebih dalam lagi.


"Ohh kau sudah pulang sayang? Ayo Mama perkenalkan dengan teman baru Mama!" ucap Laila sambil mengecup bibir Firman.


"Hai Firman! Bagaimana kabarmu? Apa kau masih ingat denganku? Kan waktu itu aku datang loh di acara akikahan putrimu!" ucap Ayana dengan senyum liciknya sambil menatap kepada Firman yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Oh iya! Dulu kau pernah datang ya di acara aqiqahan putri kami? Ya ampun! Kenapa aku sampai lupa? Padahal waktu itu kita berdua kan bertemu ya?" ucap Laila sambil menepuk keningnya seakan dia baru mengingat kejadian itu.


"Tidak apa-apa! Aku maklum kok kalau kamu melupakan kejadian itu. Lagi pula itu kan memang sudah lama dan aku juga waktu itu hanya sekilas saja memperlihatkan wajahku kepada kalian! Jadi wajar kalau kamu lupa denganku!" ucap Ayana sambil menepuk dada Firman seakan dia seperti Sahabat Lama bagi Firman.


"Apaan?" tanya Firman pelan, karena dia takut Laila mendengarkan apa yang dia katakan.


"Tidak apa! Aku hanya sedang iseng saja ingin main ke rumahmu dan berkenalan dengan istrimu!" ucap Ayana sambil tersenyum penuh kemenangan kepada Firman yang saat ini sedang kesal sekali kau dengan ulah Ayana yang tampaknya selalu mencari gara-gara dengannya.


Tiba-tiba saja bayi mereka menangis keras, sehingga membuat Laila meninggalkan firman dan Ayana di dapur.


"Aku tinggalkan temanku bersamamu ya? Kau temani dia dulu Mas. Aku akan mendiamkan Yuke dari tadi dia terus rewel. Sepertinya dia agak demam!" Laila kemudian dia langsung berlari ke dalam kamarnya yang ada di lantai 3 untuk menemui putrinya yang saat ini sedang menangis dengan keras.


Ketika Ayana datang ke dalam rumah mereka, Yuke sedang tidur oleh karena itu Laila meninggalkan bayi mereka di kamarnya. Dia menemani Ayana untuk belajar membuat kue. Karena ternyata Ayana memiliki keahlian dalam bidang pastry.


Firman langsung menyeret Ayana untuk keluar dari rumahnya sehingga membuat ayahnya merasa kesal dan jengkel dengan apa yang dilakukan oleh Firman terhadapnya.


"Keluar kamu dari rumahku dan jangan sekali-kali lagi kau datang untuk mendekati istriku. Lihat saja kalau kau berani melakukan itu lagi, aku akan menjamin untuk membuat perusahaanmu bangkrut dalam satu malam!" Firman lalu dia langsung mendorong tubuh Ayana untuk keluar dari rumahnya dan serta-merta dia menutup pintu rumahnya dengan keras sehingga menimbulkan bunyi.


Sementara itu, Firman di ruang tamu sedang menatap keluar melalui jendela rumahnya. Dia melihat Ayana yang sudah meninggalkan kediamannya dengan marah-marah.


"Loh Mas, di mana Ayana? kamu kan saya suruh untuk menemaninya!" tanya Laila keheranan ketika dia melihat Firman hanya seorang diri di ruang tamu dan dia tidak melihat keberadaan Ayana di sana.


"Tadi Ayana mendapatkan telepon dari perusahaannya. Dia dibutuhkan di sana karena ada seorang klien penting yang butuh untuk bertemu dia!" dusta Firman kemudian Laila. Firman langsung meninggalkan Laila yang tampak bingung, karena teman barunya pergi begitu saja tanpa permisi kepadanya.


"Aneh sekali! Kenapa Ayana pergi begitu saja? Padahal tadi dia ngotot sekali ingin makan malam di sini dan ingin membuat kue itu!" ucap Laila merasa keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Ayana.


"Sudahlah tidak apa-apa! Mungkin memang dia sedang dibutuhkan oleh karyawannya!" akhirnya Laila pergi ke dalam dan mencari suaminya yang tadi pergi ke kamar.


"Mas kamu sudah mau siap makan malam atau nanti saja?" tanya Layla kepada Firman yang masih ada di dalam kamar mandi.


"Nanti saja dulu! Mas masih Lelah ingin tidur sebentar!" ucap Firman di dalam kamar mandi yang saat ini dia sedang berendam di Bathtub dengan air panas.


Perasaan lelah dan capek membuat Firman memutuskan untuk berendam lebih lama di Bathtub. Laila kemudian masuk dari dalam kamar mandi dan melihat suaminya yang sedang berendam.


"Boleh gabung nggak Mas?" tanya Laila dengan senyum nakalnya.


"Tentu saja boleh sayang! Aku ada hanya untuk kamu!" ucap Firman senang lalu dia menyambut kedatangan istrinya dengan penuh rasa bahagia.


"Apa kau tahu? Cuma kamu perempuan yang bisa membuat Mas merasa bahagia dalam keadaan apapun!" ucap Firman sambil memeluk Laila dari belakang.


"Mas tadi Ayana mengatakan sesuatu padaku tentang kamu. Apakah aku boleh bertanya padamu sayang? Tapi kau jangan marah ya? Ini hanya sekedar konfirmasi saja!" tanya Laila sambil menatap kepada suaminya yang sekarang menatap dia dengan tajam.


"Ayana mengatakan apa tentangku?" tanya Firman dengan gugup. Dia sudah ketakutan kalau sampai Ayana membuka rahasia dirinya di masa lalu yang berkaitan dengan Ayana.


"Katanya dulu kamu dan Ayana pernah punya hubungan ya? Hubungan kalian seperti apa Mas?" tanya Laila sambil memijat tangan Firman yang saat ini ada di atas perutnya.


"Emangnya hubungan apa yang bisa ada di antara aku dan Ayana?" tanya Firman dengan gugup wajah Firman sudah berkeringat karena dia takut kalau Laila sudah merasa Curiga dengan hubungan yang pernah ada di antara dirinya dan Ayana di masa lalu.


"Saya tidak tahu Mas! Makanya saya bertanya sama kamu Mas! Kalau saya tahu, Saya tidak akan bertanya sama kamu!" ucap Laila sambil tersenyum manis kepada Firman. Sehingga membuat Firman jadi salah tingkah dibuatnya.