Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
165. Heran



"Kenapa kamu gak marah, sayang? Aku sudah ketakutan sejak tadi!" ucap Firman kepada Laila yang kini menatap dirinya dengan intents. Firman merasa heran dengan ekspresi Laila yang begitu datar dengan cerita yang dia katakan kepada sang istri tentang hubungan dirinya dan Ayana di masa lalu.


"Kenapa aku harus marah? Mas sedang menceritakan masa lalumu, yang gak ada hubungannya dengan masa sekarang!" aku terkejut dengan apa yang di katakan oleh Laila yang ternyata hanya datar saja dalam menanggapi ceritaku tadi.


Aku mengelus dadaku, seakan tidak percaya apa yang aku lihat maupun aku rasakan saat ini. "Apa benar kalau kamu gak marah sayang?" tanya Firman sambil mendekat ke arah Laila yang masih diam seribu bahasa.


"Aku akan marah, kalau Mas masih dekat dan berhubungan dengan Ayana di masa kini!" ucap Laila dengan wajah yang sangat sulit untuk di artikan.


"Mas sudah berusaha untuk memutuskan hubungan dengan dia. Bahkan hubungan kerja diantara kami pun sudah Mas batalkan. Tetapi Dia mengancam Mas dengan kejadian itu. Dia bilang akan menceritakan ini kepadamu. Oleh karena itu, Mas kembali menjalin kontrak itu. Tapi Mas meminta kepada dia untuk mengganti penanggung jawab dari kontrak tersebut. Mas pun sudah mengalihkan kepada orang lain sebagai penanggung jawab kontrak tersebut. Sehingga Mas dan dia sudah di pastikan tidak akan bertemu lagi!" ucap Firman dengan kesungguhan dan kejujuran yang bisa di lihat oleh Laila dari raut wajah Firman saat ini.


"Itu bagus Mas! Ya udah, ayo kita tidur! Masa lalu itu hanya di jadikan sejarah bukan untuk di jadikan masa depan! Masa depan Mas sekarang adalah saya dan Yuke! Cukup Mas tahu itu." ucap Laila sambil tersenyum.


"Betul sayang, semoga Mas akan selalu bisa menjaga hati Mas dari godaan wanita lain di luar sana. Untuk bisa bersama denganmu, Mas telah banyak berkorban, Mas gak akan melepaskan kalian demi sesuatu yang gak penting!" ujar Firman sambil memeluk Laila.


"Ya Mas, aku percaya! Ya udah, ayo kita tidur sayang!" ucap Laila mengajak Firman untuk tidur bersamanya.


"Mas tadinya sangat ketakutan untuk menceritakan itu sama kamu sayang, karena takut kamu marah sama mas, dan meninggalkan Mas!" ucap Firman sambil memeluk Laila di ranjang mereka.


"Jangan mau diancam oleh orang lain! Lebih baik menghadapi sebuah masalah, daripada menghindarinya malah akan semakin memperumit keadaan!" ucap Laila.


"Walaupun kita bisa menutupi sebuah kebohongan. Namun mau berapa lama menutupinya? Semakin kita berbohong, maka harus melakukan kebohongan yang lain. Lebih baik jujur dengan sesuatu masalah kepada pasangan kita daripada memendam ataupun menyembunyikannya. Malah akan menjadi penyakit di dalam hubungan!" ucap Laila sambil mengeratkan pelukannya.


"Iya sayang terima kasih karena kau sudah mengerti dengan keadaan Mas saat ini!" ucap Firman sambil mengecup bibir Laila yang selalu menjadi candu baginya.


"Dulu aku juga pernah menjadi masa lalumu, tetapi karena hatimu yang mencintaiku. Kau jadikan aku sebagai masa depanmu. Semoga hal seperti ini tidak akan terulang juga kepada Ayana!" ucap Laila perlahan.


"Tidak akan pernah sayang! Karena Mas tidak pernah mencintai Ayana walaupun hanya seujung kuku. Percayalah pada Mas, cinta Mas cuma untuk kamu saja dan juga Yuke, Putri kita sayang!" ucap Firman menyatakan kesetiaannya dan perkataan malam inilah yang kelak akan menjadi semacam mantra yang menguatkan hati Laila dalam usahanya menghadapi cobaan hidup rumah tangga mereka yang disebabkan oleh Ayana.


Karena kedepannya Ayana akan semakin membuat masalah untuk membuat rumah tangga mereka kacau dan saling mencurigai.


Keesokan paginya Mereka pun memulai hari dengan positif thinking terhadap pasangan mereka masing-masing. Laila yakin dan percaya bahwa Firman tidak akan berbuat macam-macam di luar sana. Karena dia yakin dengan cinta Firman untuk dirinya dan juga putrinya. Keyakinan itulah yang menguatkan hati Laila untuk melepaskan suaminya bekerja di luar dan menghadapi relasi bisnisnya yang banyak terpesona dengan suaminya yang memiliki segalanya.


"Ya sayang! Udah nanti kamu terlambat!" ucap Laila mengantarkan kepergian sang suami ke tempat kerjanya.


Firman yang tampak keberatan untuk segera pergi, kini memeluk Laila dan mencium bibirnya dengan lembut. Membuat Laila jadi lemas dengan kelakuan suaminya itu.


"Kalau Mas kayak gini, nanti ujungnya Mas gak kerja loh, karena aku akan culik mas ke Ranjang!" ucap Laila sambil terkekeh.


Firman tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan ucapan istrinya yang sangat membuat dia bahagia.


"Dengan senang hati Sayang! Ayo culik aku!" ucap Firman sambil mencubit hidung sang istri yang membuat Laila jadi salah tingkah.


"Sudah berangkat sana sayang! Bukankah kau bilang ada rapat dewan direksi pagi ini sayang? Jangan sampai mereka harus menunggumu. Jadilah seorang pemimpin yang bisa jadi contoh oleh anak buahmu!" ucap Laila memberikan nasehat kepada Firman yang selalu berat untuk berangkat kerja di pagi hari.


"Baiklah Mas berangkat dulu ya? Kau baik-baik di rumah ya sayang? Kalau kau tidak keberatan, kau bisa mengirimkan makan siang ke kantor. Supaya kita bisa bertemu di siang hari!" ucap Firman berpesan kepada Laila untuk membawakan makan siangnya.


"Ya sayang! Udah berangkat sana!" ucap Laila sambil dorong tubuh Firman ke dalam mobil agar dia segera berangkat ke kantor suaminyq, karena waktu semakin siang.


Sementara itu di kejauhan, tampak Ayana sedang memperhatikan interaksi suami istri tersebut tampak matanya berkilat penuh dengan emosi dan kemarahan.


"Kau di sini hidup bahagia bersama istrimu dan keluarga kamu. Sementara aku hidup menderita menanggung kesalahan yang telah kau perbuat padaku di masa lalu. Aku tidak akan pernah membiarkan semua ini terjadi. Semua ketidakadilan ini akan aku tagih berserta bunganya! Aku akan tagis semuanya padamu!" ucap Ayana dengan penuh rasa kebencian dan juga emosi yang membuncah di dadanya.


Ayana merasa cemburu melihat kebahagiaan antara Firman dan Laila. Sementara hidupnya selama ini hanya dipenuhi dengan tangia dan penderitaan. Bahkan beberapa kali dia harus menelan pil pahit karena pernikahannya harus digagalkan, karena peristiwa satu malam di antara dirinya dan Firman.


"Akan kupastikan akan ku hancurkan rumah tanggamu Firman! Aku tidak akan pernah membiarkan kau hidup bahagia. Sementara aku menderita disini seorang diri!" ucap Ayana sambil mengepalkan kedua tangannya.


Setelah Ayana melihat Firman sudah meninggalkan kediamannya. Ayana pun bersiap untuk mengunjungi Laila dan menemui rivalnya dalam urusan cinta.


"Aku harus mulai meracuni pikiran istrinya Firman untuk membuat wanita itu secara perlahan meninggalkan dia dan merasakan keraguan akan cinta Firman terhadap dirinya!" ucap Ayana dengan penuh kebencian.


Senyum licik terbit di wajah cantiknya. Ketika dia memikirkan apa saja yang akan dia lakukan di kediaman Firman. Ketika dia mengunjungi Laila wanita yang telah membuat Firman menolak dirinya berkali-kali.