Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
277. Kasihan



Laila merasa kesal sekali melihat kelakuan Arman yang ternyata berselingkuh dengan sekertarisnya sendiri.


Firman yang melihat istrinya yang tampak kesal menggelitik hatinya untuk bertanya.


" Kenapa wajahmu ditekuk begitu sayang?" tanya Firman sambil memeluk istrinya.


Laila yang sedang merasa kesal kepada Arman langsung menatap wajah Dirman dengan tatapan horor.


" Katakan padaku! Apakah perselingkuhan itu sebuah Gen yang menurun?" tanya Laila sambil cemberut hadapan Firman yang bingung dengan maksud perkataan istrinya.


Firman kemudian bertanya kepada Laila apa yang membuatnya merasa jengkel sehingga menekuk wajahnya seperti itu.


" Ada apa? Siapa yang sudah membuat kamu marah? Hmmm?" tanya Firman heran.


" Dulu ayahmu berselingkuh dari ibumu sehingga mempunyai anak bernama Arman. Kemudian kau pun berselingkuh dan menikah denganku. Barusan tadi aku melihat Arman pun berselingkuh dengan sekretaris dia!" ucap Laila merasa kesel sekali.


Firman terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Laila.


" Sayang, dari mana kau tahu kalau Arman berselingkuh dengan sekretarisnya?" tanya Firman sambil mengerutkan keningnya.


Laila pun kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto yang tadi dia ambil ketika melihat Arman masuk ke dalam kamar hotel bersama seorang wanita seksi.


" Oh, ****!" umpat Firman tampak kesal.


Laila pun mengerutkan keningnya melihat ekspresi suaminya yang sangat di luar ekspektasinya.


" Kenapa suamiku? Apakah kau cemburu melihat mereka berdua? Jangan katakan padaku kalau kau pun melakukan hal yang sama seperti Arman dengan perempuan itu!" ucap Laila menatap sengit wajah Firman yang langsung gelagapan.


" Bukan begitu maksudnya sayangku. Aku hanya merasa marah karena Arman sudah berselingkuh dari Syafa! Apa yang ada dalam pikiranku tidak sama dengan apa yang ada dalam pikiranmu!" ucap Firman berusaha meluruskan segalanya kepada sang istri.


' Aku tidak boleh membiarkan Laila berpikir bahwa aku juga memiliki hubungan dengan sekretaris Arman. Oh no! Bisa-bisa Aku puasa berbulan-bulan karena Laila ga mau kasih jatah kepadaku!' bathin Firman merasa benar-benar frustasi.


Firman kemudian mengajak Laila untuk mendatangi kamar yang ditempati oleh Arman saat ini.


" Ayo kau ajak aku untuk bertemu dengan Arman. Aku akan menegurnya secara langsung!" ucap Firman sambil menggaet tangan yang langsung menepisnya.


" Kenapa sayang?" tanya Firman heran.


" Sudahlah bukan urusanku juga. Nanti yang ada. Aku malahan dikira sedang mencari masalah dengan rumah tangga orang lain!" ucap Laila yang lebih memilih untuk kembali tidur daripada mencari masalah dengan rumah tangga orang lain.


" Apakah sudah selesai rapatmu?" tanya Laila masih menyisakan kesal di hatinya.


Firman membaringkan tubuhnya di samping Laila berusaha untuk membuat hati istrinya tidak marah lagi.


Tetapi Laila yang kadang merasa kesal tidak mau dipegang oleh Firman sama sekali.


' Benarkan? Istriku pasti akan membuatku libur beberapa hari ke depan. Padahal sebentar lagi aku harus segera pergi ke Amsterdam dan akan berpisah dengannya beberapa bulan!' bathin Firman merasa benar-benar frustasi melihat Laila yang sekarang bahkan memunggunginya.


Akan tetapi Laila yang sudah kadung marah dia tidak memperdulikan sama sekali bepergian Firman dari kamar mereka.


" Memang benar orang bilang kalau buah itu tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Ayah mereka berselingkuh dan sekarang anak-anaknya semuanya jadi tukang selingkuh. Dasar menyebalkan! Siapa yang bisa menjamin kalau di luar sana suamiku pun tidak memiliki selingkuhan yang lain?" tanya Laila benar-benar terbakar hatinya dengan rasa cemburu.


Laila kemudian meninggalkan kamar dan berniat untuk pergi ke rumah sakit karena dia tidak tenang membiarkan putrinya dalam pengawasan yang mertua.


Dalam perjalanannya menuju keluar hotel, Laila melihat keributan di depan kamar Arman yang tadi dia lihat masuk ke dalam kamar itu.


" Apakah benar kalau Suamiku sedang memarahi Arman?" tanya Laila benar-benar penasaran jangan apa yang sedang dilakukan oleh Firman di kamar Arman.


" Apa yang sedang kau lakukan di sini Arman? Alih-alih kau mempersiapkan keberangkatan kita ke Amsterdam. Kau malahan berada di kamar ini bersama dengan sekretarismu?" tanya Firman menatap tajam kepada adiknya.


Arman yang masih terkejut melihat Firman yang tiba-tiba saja berada di depan pintu kamarnya sementara saat ini dia sedang menggunakan kimono setelah selesai mandi.


Tak lama kemudian Amelia juga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono yang sama dengan Arman.


" Apa yang sedang kalian lakukan di hotel ini?" Firman kembali bertanya ketika melihat Amelia keluar dari kamar mandi sambil tersenyum kepadanya.


" Anda kenapa berada di sini? Apakah anda mencari saya?" tanya Amelia dengan senyum menggodanya.


Firman yang merasa jengkel kepada Arman, dia mendorong Arman dari depan pintu dan memaksa masuk ke dalam kamar itu.


" Berarti kalian berdua memang booking kamar ini untuk bercinta huh?" tanya Firman dengan mata berapi-api.


Arman yang masih belum bisa mengatakan apapun dia hanya melihat kakaknya yang saat ini sedang mengamuk di dalam kamarnya.


" Anda kenapa sih marah-marah di sini anda sedang cemburu atau bagaimanakah? Jangan katakan kalau Anda cemburu melihat saya bercinta dengan Tuan Arman?!" Firman benar-benar geram mendengarkan perkataan Amelia yang benar-benar di luar konteks kemarahannya saat ini.


" Arman ikut denganku sekarang!" perintah Firman kepada adiknya.


Akan tetapi Arman hanya diam mematung di tempatnya. Membuat Firman benar-benar marah kepadanya.


" Kenapa kau melakukan ini kepada Syafa? Aku kira kau akan membahagiakan dia tetapi ternyata kau sama saja denganku. Kit berdua sama-sama menyakitinya!" ucap Firman dengan kekecewaan di dalam suaranya.


" Yang aku dengar dari ayah, bahwa kau telah berjanji akan membahagiakan Syafa saat kau melamar Syafa Apakah ini janji yang kau berikan kepada Syafa?" tanya Firman lagi.


" Sudahlah pergilah dari kamar ini dan jangan ganggu urusan orang lain! Ini bukanlah ranahmu untuk ikut campur!" ucap Arman mulai bisa mengendalikan dirinya dan menghadapi sang kakak yang saat ini sedang marah mendengar perkataannya.


" Jadi kau menganggapku sebagai orang lain? Mungkin kau lupa bahwa kita adalah kakak beradik yang berasal dari ayah yang sama! Gara-gara perbuatanmu ini Laila sampai berpikir bahwa kita adalah keturunan berselingkuh!" ucap Firman dengan frustasi.


Arman tampak tertawa Sumbang melihat saudaranya yang seperti marah sekali kepadanya.


" Jadi kau marah di sini karena kau tidak senang istrimu menganggap kalau kita adalah keturunan orang berselingkuh?" tanya Arman sambil tertawa kepada Firman yang langsung menatapnya tajam.


" Apakah kau bangga ketika keluarga kita dikatakan sebagai keturunan peselingkuh?" tanya Firman dengan nada sarkasme yang membuat Arman tertawa terbahak-bahak.