Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
97. Amanda Sampai ke Dubai



Setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Amanda dan Neneknya, kembali ke rumah mereka. Amanda sudah membulatkan tekadnya, untuk tinggal dan menetap di rumah Kakek dan Neneknya.


Kakek dan Neneknya saat ini hidup hanya berdua, di rumah utama kediaman Abimana. Mereka hanya tinggal berdua dan bersama beberapa orang pelayan dan tukang kebun serta sopir di sana. Jadi, apabila Amanda tinggal di sana merupakan suatu hiburan untuk Nenek dan Kakeknya menemani masa tua mereka.


"Nanti Nenek yang akan mengatakan kepada Papah dan Mamahmu. Mengenai keinginanmu untuk tinggal bersama kami. Tenanglah! Jangan takut! Nenek pasti akan selalu ada di sampingmu. Oke, Sayang? Ayo! Sekarang kamu istirahat dan bersihkan dirimu, Oke?" ucap sang Nenek.


Nenek Alicia, sangat menyayangi Amanda. Karena dirinya memang sudah tidak punya urusan dengan anak kecil lagi. Semua anaknya sudah besar, dan memiliki rumah tangga masing-masing. Dirinya selalu sendiri di rumahnya. Beliau selama ini selalu kesepian di rumah sebesar itu. Kalau siang, suaminya selalu bekerja di luar rumah. Sementara Cakra jarang bermain ke kediamannya. Sehingga dia sering main ke rumah Andika, hanya sekedar untuk bermain dengan Cakra. Sekedar melepaskan kerinduannya kepada cucunya. Oleh karena itu keberadaan Amanda di rumahnya, merupakan obat yang sangat mujarab untuk melepaskan dan menghilangkan kesepian di dalam hatinya. Alicia sangat senang dengan keputusan Amanda untuk tinggal bersama dirinya dan sang suami.


"Kau sudah pulang, Sayang? Mama mempunyai sebuah kejutan untukmu. Pasti kau bahagia, sayang!" ucap istrinya.


"Kejutan apa itu, sayang? Rasany Papa sudah tidak sabar!" ucap Farhan, sambil menatap sang istri.


"Tadi pagi, Mama menjemput Amanda, di Jakarta, dan Dia memutuskan untuk tinggal bersama kita. Apakah kau tidak keberatan?" tanya Alicia sambil membantu sang suami untuk mengganti pakaian dan juga menyiapkan kebutuhan sang suami setelah pulang bekerja.


"Papa tidak keberatan. Kalau memang Amanda senang tinggal bersama kita. Kebetulan juga kan, Mama juga selalu sendiri di rumah ini, kalau Papa bekerja. Tapi ingat, Mama harus minta izin dulu kepada Andika dan juga Kesya. Takutnya, mereka merasa tersinggung dengan tindakan kita yang sebelah pihak ini!" ucap sang suami mengingatkan istrinya.


"Papah benar juga! Hampir saja, Mama lupa! Untung saja Papa mengingatkan! Ya sudah, ayo kita sekalian saja makan malam di rumahnya Andika. Mama juga sudah rindu dengan Cakra!" ucap sang istri dengan sumringah.


" Ya udah Mama siap-siap saja dulu bersama dengan Amanda. Papa juga ingin mandi dulu. Ini lengket sekali setelah seharian di luar!" Farhan kemudian pergi ke kamar mandi, setelah selesai, beliau langsung menggunakan pakaian yang tadi disiapkan oleh istrinya.


"Sebaiknya aku menelepon dulu Andika. Jangan sampai, nanti dia kaget dengan keinginan Amanda dan Mamahnya!" monolog Farhan.


Tidak lama kemudian, ayahnya Andika itu menelepon Sang putra di kediamannya. Kebetulan saat itu Andika baru saja pulang dari kantornya juga.


"Assalamualaikum, Pah! Yah, ada apa? Oh___ ya ya! Kebetulan ini Andika juga baru pulang, mau mandi dulu! Ya, Pah! Oh ya, ya, Papa sama Mama mau ke sini? Amanda? Amanda sekarang ada di Dubai? Oke, Oke, Oke, Oke, Oke! Kami setuju aja, selama Amanda merasa senang tinggal di sana. Kami tidak masalah, Pah! Ya, nanti saya akan sampaikan kepada Kesya mengenai keinginan Amanda itu!" Andika kemudian menutup telepon tersebut dan kebetulan saat itu Kesya masuk ke dalam kamar.


"Ini Papa yang menelpon. Katanya mau makan malam di sini. Dan, tadi siang, Mama sudah menjemput Amanda dari Indonesia. Katanya, Amanda ingin tinggal bersama Papa dan Mama. Apakah kamu setuju, sayang?" tanya Andika sambil menatap Kesya.


" Kalau memang Amanda lebih nyaman tinggal bersama Papa dan Mama, tidak apa-apa sih, Pah! Kalau Mama sebetulnya lebih senang sih, kalau Amanda di sini. Biar bisa menjadi temannya Cakra. Tapi, ya kalau memang itu adalah yang terbaik. Ya nggak apa-apa! Kita juga kan nggak bisa memaksakan kehendak kita kepada Amanda. Betul kan?" ucap Kesya.


" Ya udah Sayang! Sana, kamu siap-siap dulu! Sebentar lagi Papa dan Mama pasti sampai ke sini. Apakah menu makanannya sudah siap atau belum? Jangan sampai nanti Papa dan mama harus menunggu!" ucap Andika.


"Ya Sayang! Sekarang Mama ke belakang dulu ya? Kamu siap-siap, mandi kemudian turun ke bawah!" ucap Kesya sambil memberikan kecupan mesra di bibir sang suami.


" Ya sayang! Papa nggak lama kok! Udah sana! Biar Papa siap-siap dulu. Jangan sampai nanti Papa dan Mama keburu datang ke sini. Dan Papa belum siap menyambut mereka!" Kesya kemudian langsung pergi ke dapur dan menyiapkan menu-menu makanan kesukaan mertuanya juga kesukaan Amanda. Kesya merasa senang karena ternyata aman dah sekarang sudah kembali ke Dubai.


"Alhamdulillah kalau Amanda sekarang sudah ada di sini. Setidaknya Mas Dika tidak akan merindukan anak itu dan aku juga bisa tenang memikirkan dia!" Dengan Hati penuh kebahagiaan Kesya pun mempersiapkan makan malam untuk keluarganya tercinta.


Sekitar 1 jam kemudian, rombongan mertuanya bersama Amanda datang ke rumah tersebut. Dan Andika pun sudah siap menyambut kedatangan kedua orang tuanya bersama putri semata wayangnya. Yang selama dua bulan telah tinggal di Indonesia bersama ibu kandungnya.


Amanda Langsung menangis memeluk Andika dan Kesya. Perasaannya sangat terharu karena dirinya disambut di rumah itu, tidak seperti rumah ibu kandungnya. Dirinya selalu diperlakukan tidak baik oleh ayah tirinya. Amanda merasa sangat bersyukur memiliki mereka di dalam kehidupannya.


" Terima kasih Papa dan Mama sudah menerima Amanda kembali. Maafkan Amanda yang sudah membuat kalian khawatir dengan permintaan konyol Amanda untuk tinggal bersama mama di sana!" Amanda menangis tersedu-sedu sehingga membuat Keisha dan Andika pun merasakan kesedihan yang dirasakan oleh anak kecil itu.


"Sudah sayang! Jangan dipikirkan lagi! Yang penting sekarang, kamu sudah ada di sini bersama kami. Kami pasti akan menjaga kamu dan memelihara kamu sebaik mungkin. Sekarang yang penting adalah kamu harus belajar yang baik dan buktikan bahwa kamu adalah anak hebat. Abimana sejati!" ucap Andika.


Kesya merasa terharu melihat interaksi antara ayah dan anak itu. Hatinya merasa terharu melihat Andika kembali bersemangat meniti hari-harinya.


" Ya sudah ayo kita makan malam makanannya Nanti keburu dingin kan tidak enak!" ucap Geisha kemudian menggiring keluarga tercintanya untuk pergi ke ruang makan. Di sana, berbagai macam aneka menu sudah disiapkan oleh pelayan di rumah kediaman Andika