Assalamualaikum Ustadz Ku

Assalamualaikum Ustadz Ku
186. Pertemuan Ayana dan Agus secara rahasia



Pada keesokan harinya, Ayana menghubungi Agus untuk meminta bertemu dengan laki-laki itu.


"Apakah kau bisa menemuiku? Karena ada hal yang sangat penting yang ingin aku bicarakan denganmu saat ini!" ucap Ayana kepada Agus dalam pembicaraannya di telepon.


"Memangnya apa yang bisa dibicarakan antara kita berdua? Saya rasa kita tidak terlalu dekat untuk bisa melakukan itu!" ucap Agus dengan sinis kepada Ayana wanita yang selama ini selalu menghinanya.


"Ayolah kita bertemu banyak hal yang harus kita bicarakan tentang rencana pernikahan kita berdua!" minta Ayana dengan suara yang mulai lembek karena dia sedang membujuk Agus agar mau mengikuti rencana yang sudah dia susun.


"Aku tidak ada urusan dengan pernikahan itu. Semuanya Bibimu yang mengatur. Kalau kau ingin berbicara sesuatu. Carilah Bibimu saja. Jangan kau mencari aku! Sudah aku sibuk jangan ganggu aku!" ucap Agus langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari Ayana.


"Sialan pria miskin itu! Dia sangat blagu sekali kenapa sih Bibi harus memberikan perusahaan itu kepada dia dan baru memberikannya padaku kalau aku sudah menikah dengan dia? Aih! benar-benar rumit sekali skema yang diberikan oleh Bibi untuk bisa mengembalikan perusahaan Sugandi kepadaku!" ucap Ayana menggeram kesal dengan apa yang dilakukan oleh bibinya dalam rangka usahanya mengembalikan kembali perusahaan Sugandi ke tangannya.


"Aku tidak bisa terus menunggu dia seperti ini aku harus mendatangi kontrakannya!" ucap Ayana dengan tekad membara. Sehingga dia pun langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi ke kontrakan Agus yang sudah dia ketahui waktu mencari Rahmat ketika dia menghilang dan kabur dari rumah bibinya.


"Ini semua agar-agar Om rahmat yang pakai acara kabur-kabur segala! Jadinya kami harus menemukan makhluk astral bin ajaib itu dalam hidupku!" ucap Ayana di sepanjang perjalanan, Dia terus mengamuk dan merasa kesal kepada bibinya.


"Pokoknya aku harus bisa membuat dia membatalkan tentang rencana pernikahan itu. Aku yakin kalau dia menolaknya, Bibi pasti tidak akan memaksa kami lagi untuk menikah dengan dia!" ucap Ayana bermonolog dengan diri sendiri sambil tetap fokus untuk menyetir agar tidak terjadi kecelakaan terhadap dirinya.


Begitu sampai di kontrakan Ayana langsung menemui Agus yang saat itu sedang bersiap untuk pergi berangkat kerja.


"Tunggu aku ingin bicara denganmu!" ucap Ayana yang menghalangi langkah Agus yang sudah bersiap untuk berangkat bekerja.


"Ada apa nona besar datang menemui? Huh? Rakyar jelata tak berarti ini?" tanya Agus dengan kesal sambil menatap sinis kepada Ayana yang sekarang sedang berjalan ke arahnya.


"Dengar! Kau kira aku mau menemuimu huh? Kalau bukan karena ada hal yang penting yang ingin ku bicarakan. Aku juga tidak sudi mencarimu. Kau tidak usah sombong!" ucap Ayana memaki Agus Sehingga membuat Agus merasa jengkel karenanya.


"Sudah minggir dari hadapanku sekarang juga! Jangan menghalangi langkah! Aku sudah terlambat untuk bekerja!" ucap Agus mendorong tubuh Ayana dari hadapannya.


Siapa yang menyangka kalau ternyata di belakang Ayana ada sebuah batu besar yang tertangkap oleh mata Agus. Sehingga tanpa sengaja Agus langsung menangkap tubuh Ayana agar tidak jatuh ke tanah dan selamat hingga tidak menimpa batu itu.


Akan tetapi, gara-gara aksi yang dilakukan oleh Agus itu membuat Ayana kini tertarik ke dalam pelukannya dan tanpa sengaja, bibir mereka akhirnya bertemu satu dengan yang lain.


Pokoknya adegannya udah sama persis seperti film-film Cina drama! 😂


Untuk beberapa saat Ayana tampak terkesiap dengan apa yang terjadi di antara mereka berdua dalam waktu sepersekian menit.


Ketika kesadaran sudah mulai masuk di kepala Ayana. Dia cepet menarik tubuhnya dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan Agus.


"Pergilah kau jangan selalu membuat hidupku menjadi tidak tenang dan jangan pernah datang ke sini lagi. Karena aku tidak suka dengan kedatanganmu!" ucap Agus menghardik Ayana arga meninggalkan tempat tinggalnya.


"Aku bilang kan aku butuh bicara denganmu apa kau tidak mengerti bahasa indonesia?" ucap Ayana sambil menarik tangan Agus agar tidak meninggalkannya.


"Kau ini sebetulnya mau apa sih? Kenapa dari tadi ganggu terus?" ucap Agus dengan wajah garang sehingga membuat Ayana menciut nyalinya untuk berbuat lebih lagi.


"Kau katakanlah kepada Bibi bahwa kau menolak pernikahan itu!" ucap Ayana dengan nada tinggi.


Agus tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat ekspreasi Ayana yang saat ini baginya sangat lucu.


"Apa yang kau tertawa? Apa kau tahu, kau tidak sopan melakukan itu!" ucap Ayana berteriak di dekat Agus.


"Karena kau sangat lucu sekali Nona besar! Makanya aku tertawa! Hahaha!" ucap Agus sambil memegangi perutnya yang merasa sakit karena terus tertawa sejak tadi.


Ayana jadi salah tingkah dibuatnya.


"Memangnya apa yang lucu? Sehingga kau tertawa seperti itu?" tanya Ayana dengan muka memerah karena sangking malunya ditertawakan oleh Agus saat ini.


"Bagaimana tidak lucu? Kau meminta aku untuk bicara kepada Bibi-mu untuk menolak pernikahan itu. Apa kau tahu? Kalau aku sudah memohon-mohon untuk membatalkan pernikahan itu tetapi dia keukeuh ingin menikahkanmu denganku!" ucap Agus pelan.


"Jadi permintaan maupun tidak digublis oleh bibi?" tanya Ayana gugup.


"Bibimu bahkan menghadirkan sebuah rumah dan juga sawah untuk kedua orang tuaku di desa dan juga beasiswa untuk kedua adikku bisa melanjutkan kuliahnya. Hanya untuk membujuk ku agar mau menikah denganmu! Katakan padaku, sebetulnya ada masalah apa denganmu? Sehingga Bibimu begitu berusaha untuk membuatmu menikah dengan seorang laki-laki?" tanya Agus dengan penuh penasaran kepada Ayana.


"Itu karena masa laluku. Kau tidak perlu tahu tentang itu!" ucap Ayana gugup menjawab pertanyaan Agus.


"Pasti karena prilakumu yang liar dan selalu membuat khawatir kedua orang tuamu dan juga Bibimu. Oleh karena itu, Dia takut kalau kau menjadi perawan tua betul atau tidak?" tanya Agus dengan wajah mengejeknya kepada ayahnya sehingga membuat Ayana menjadi geram dibuatnya.


"Jangan mentang-mentang karena Bibiku menyuruhmu untuk menikahiku. Sehingga membuatmu merasa hebat dan merasa pantas untuk menghinaku!" ucap Ayana dengan mata berapi-api seakan siap untuk menelan hidup-hidup seorang Agus yang sekarang ini sedang tertawa sinis kepadanya.


"Sebenarnya kau seorang gadis yang cantik. Hanya saja tabiatmu sangat buruk. Sehingga membuat orang di sekitarmu merasa takut dengan kamu!" ucap Agus menilai seorang Ayana dari kacamata dirinya.


"Kau tidak tahu apa-apa tentang ku! Tidak usah berkomentar macam-macam!" Ucap Ayana dengan mata mulai berkaca-kaca.


'Ya tuhan! Apakah aku sejahat itu? Sampai membuat seorang perempuan menangis dihadapanku?" ucap agus dalam hatinya ketika melihat Ayana terus menangis tanpa henti dan terus terisak.