
Jangan lupa Vote yang banyak buat Anta ya...
*******
Malam itu, Mey sampai di Alas Tua. Ia memberanikan diri menuju rumah dalang Ki Romo yang sudah kosong. Di sekeliling rumah itu tampak daun-daun kering berserakan dan dilengkapi dengan sarang laba-laba menghalangi jalannya menuju ke dalam.
Gadis itu membawa tas ransel hitam di punggungnya. Lalu, ia keluarkan tikar lipat yang akan ia gunakan sebagai alas duduk. Gadis itu juga mengeluarkan isi tas ransel berupa bekal makanan, handuk dan peralatan mandi serta papan ouija.
"Aku harus berani, demi Arya," gumam gadis itu.
Gadis itu rupanya mencari tau melalui internet tentang ritual pemanggilan arwah. Beberapa di antaranya yaitu mengharuskan mandi si ruangan gelap gulita tepat pukul dua belas malam. Ritual pemanggilan tersebut harus dilakukan di tempat terjadinya si arwah itu kecelakaan atau kehilangan nyawa. Oleh karena itu Mey nekat kembali ke Alas Tua demi memanggil arwah Arya.
Setelah mengecek ke bagian kamar mandi, di sana masih terdapat ember kecil. Dua botol air mineral berukuran satu setengah liter ia tuang ke dalam ember tersebut. Tak lupa juga gadis itu menaburi airnya dengan kembang tujuh rupa dan air mawar yang ia dapatkan saat menuju ke desa tersebut.
"Berasa ada yang ngintip, deh... tapi bodo amat lah aku udah nekat ngelakuin ini demi Arya."
Gadis itu memulai ritual mandi di kegelapan itu dengan suara yang lirih. Guyuran air perlahan-lahan membasahi tubuhnya. Tiba-tiba sentuhan tangan berkuku panjang bergerak di pundak kanan Mey.
"Astaga, apa ini?" gumam Mey dengan mata terpejam ia tak mau melihat ke arah sosok itu.
"Aku mohon jangan ganggu aku," pinta Mey.
Sosok tangan itu lalu menghilang saat menyentuh bahu bertanda hitam milik gadis itu.
Setelah selesai melakukan ritual mandi itu, Mey segera berpakaian kembali dan menyiapkan papan ouija. Ada delapan lilin merah yang ia letakkan sesuai dengan arah delapan mata angin mengelilingi gadis itu. Lalu, gadis itu memulai pemujaan memanggil arwah Arya. Tangannya bergerak sendiri di atas papan ouija seolah ada yang menggerakkan tangan gadis itu.
Tiba-tiba kepulan awan putih muncul mengelilingi gadis itu, lalu seketika itu juga dada gadis itu terasa sesak. Ia kesulitan bernapas lalu tak sadarkan diri.
Keesokan harinya Mey terbangun di atas tikar dalam rumah Ki Romo karena ada beberapa kecoa yang merayap di atas tubuhnya. Bahkan dua ekor tikus berdecit dan sedang memakan bekal roti milik gadis itu membuatnya terkejut.
"Yah, makanannya habis, duh mana laper lagi," keluh Mey.
Gadis itu menyadari sesuatu dan mencari keberadaan Arya yang tak kunjung ia temukan.
"Apa aku salah ya dalam ritual semalam, yah sia-sia dong aku ngelakuin ini," gerutu gadis itu.
"Heh, kamu ngapain di sini?" tegur salah satu warga desa yang sedang mencari kayu. Wanita paruh baya yang memakai kebaya lama itu memanggul beberapa kayu di punggungnya.
"Eng-enggak, Nek, saya tersesat," jawab Mey mencoba berbohong.
"Ayo, pulang! Jangan lama-lama di sini!" perintah Nenek itu.
Mey segera merapikan barang-barang yang ia bawa lalu ia bergegas pergi mengikuti Nenek itu. Gadis itu masih hapal arah menuju bumi perkemahan dan dari sana ia nanti bisa menemukan becak yang akan membawanya ke terminal bus.
"Nek, aku udah hapal kok jalan ke bumi perkemahan, terima ka—."
Sosok wanita paruh baya tadi menghilang.
"Duh, jangan-jangan aku ketemu hantu lagi, buruan lah nanti aku nyasar ke hutan kuntilanak lebih serem lagi," gumam Mey dengan langkah cepat.
***
Sementara itu di tanah kuburan tempat Raja menghilang...
"Jangan bilang sama Shinta, ya... Please...." ucap Om Item seraya berlutut dan memohon itu.
"Kamu kenapa, sih? Kok, tunduk sama dia?" tunjuk Miwo.
"Dia itu anaknya Ratu Kencana Ungu, penguasa alam sekitar sini," ucap Om Item.
"Yee, penguasa sini tuh Papi aku tau, raksasa paling besar, Buto Lanang," ucapnya.
"Itu mah penguasa Buto dan Genderuwo, ini beda lagi, Papi kamu aja bisa tunduk sama Ratu Kencana Ungu," ucap Om Item.
"Masa, sih, kok Papi enggak bilang, ya?"
"Udah deh, sekarang coba kamu tanya sama Papi kamu dulu nanti baru balik sini!" perintah Lee pada Miwo.
Hantu Miwo langsung menghilang.
"Anta, bener deh saya deketin dia cuma mau kekuasaan dan perlindungan untuk Lee dan Shinta. Hubungan kamu terlarang makanya ketua genderuwo menginginkan tubuh Shinta untuk dimakan," ucap Lee menjelaskan.
"Idih, serem banget, terus sekarang Tante Shinta sama Lee gimana, kan bisa minta tolong Bunda?" tanya Anta.
"Kalau soal adat genderuwo itu bukan wewenang Bunda kamu, makanya saya deketin si Miwo buat meluluhkan hati Raja Buto Lanang itu, nanti kalau saya menikah sama Miwo tabya kerajaan pindah ke saya terus saya bisa melindungi Shinta dan Lee nantinya," ucap Lee menjelaskan.
"Oh begitu, ya udah kalau gitu Anta bisa bantu menutupi perselingkuhan ini, pantesan tadi Anta lihat kok rambut pirang Tante Miwo mirip Tante Shinta hahaha..." ucap Anta.
"Huss, masih cantik Shinta, dong. Kamu ngapain di sini sama Pak Herdi?" tanya Lee.
"Oh ya, Anta hampir lupa, Raja diculik hantu masuk ke makam sini, tapi Anta enggak tau si Raja di simpan di sebelah mana," ucap Anta.
"Jadi?"
"Jadi, Om bantuin cari Raja, ya?" pinta Anta.
"Baiklah," sahut Lee.
"Sekarang berpencar buat cari Raja," perintah Anta.
"Enggak mau, saya tetep ikut kamu," pinta Pak Herdi.
Anta menghela napas dalam.
"Kenapa sih takutnya mirip Arya, kan Anta jadi kangen sama Arya," gumam Anta.
Lalu keduanya mencari Raja kembali menyusuri makam-makam di tanah kuburan itu.
***
"Wangi banget deh kayak wangi parfum aroma bayi," ucap Doni saat menyetir menuju sekolah Anta.
"Iya, wangi bayi, gemes gitu," sahut Tasya yang sudah menyodorkan wajahnya mencium ke tubuh Doni.
"Heh, pada lupa ya kalau ada saya di sini," sahut Arya.
"Haduh, lupa kalau ada pocong di belakang kita," sahut Doni.
Tiba-tiba pancaran lampu kendaraan yang mengarah pada mobil yang dikendarai Doni tampak terang berkilauan menyilaukan kedua mata yang melihat pancaran cahaya itu lalu...
Brak!
Sebuah truk besar menabrak kendaraan yang Doni, Tasya dan Arya tumpangi.
*******
To be continue...
Follow IG ku ya @vie_junaeni
Mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta