Anta's Diary

Anta's Diary
BBQ Party (Part 1)



Happy Reading...


*****


"Gais... kayaknya hantu yang kalian omongin lagi berdiri di samping mobil Arga, deh," bisik Anta.


Arya, Arga dan Raja lalu menoleh ke arah kiri mobil Arga secara bersamaan.


Sosok pria dengan tank top merah dan rok mini berbahan jeans menatap ke arah Arya dan Arga dengan senyum menyeringai. Tempurung kepalanya terlihat retak dan mengeluarkan darah yang meleleh membasahi pipi sebelah kanan. Tangan kirinya juga terlihat patah.


Terlihat kulit di bagian kaki yang mengelupas seolah habis terseret di aspal jalan raya tadi.


Tangan kiri sosok hantu itu masih menggenggam kecrekan yang terus saja ia tepuk pelan-pelan di paha milik sosok hantu itu.


"Mungkin mau ngamen belum dibayar kali?" celetuk Raja.


"Bukan itu. Udah jangan ada yang ngeliatin lagi, gue enggak mau ya dia gentayangin kita terus pegang-pegang gue, ini kan gara-gara si Arga tadi pakek bohong segala," ucap Arya menunjuk Arga.


"Gue kan nolongin elo, kalau gue enggak bohong kayak tadi, dia pasti udah perjakain elo!" sahut Arga.


"Udah stop jangan ribut, udah ajak masuk aja nanti ditanya sambil jalan ke rumah Ria," sahut Anta. Gadis itu malah mempersilahkan hantu pria gemulai tadi untuk duduk di sampingnya.


"Hai, namaku Yeti," ucapnya.


"Om apa Tante nih manggilnya?" tanya Raja.


"Huss... yang sopan dia, dia lagi pakai baju cewek jadi kita panggil Tante aja," bisik Anta.


Arga melakukan mobilnya perlahan sampai berhasil lepas dari kemacetan tersebut. Ia tak mau menoleh pada si hantu yang duduk bersama Anta.


"Eyke mau tanya ya, siapa yang bohongin eyke soal kamtib, hayo ngaku?"


Arya langsung menunjuk Arga tanpa menoleh ke belakang ke arah hantu itu. Arga juga terlihat mengacungkan tangan kirinya ke atas mengiyakan.


"Maaf Om, tadi saya cuma iseng mau nolongin temen saya aja," jawab Arga.


"Asal tau aja ya gara-gara elo berdua gue ketabrak motor tau enggak, terus kepala gue dilindes, udah gitu yang nabrak kabur. Gillingan enggak tuh, ih kesel....!" pekiknya.


Gilingan apaan?" tanya Anta.


"Gila say, gila, ngerti gila?"


"Oh, gila."


"Pokoknya eyke enggak akan terbang sampai yang nabrak eyke ketangkap," ucapnya.


"Terus cara cari taunya yang nabrak Tante Yeti, gimana?" tanya Anta.


"Hmmm... dia tuh pakai motor matic yang gede. Pakai jaket kulit yang dibelakang jaket ada tulisan 'Warrior' sama sepatu putih gitu," ucapnya.


"Ya berat, mana kita tau itu penabrak ada di mana?" sahut Arya.


"Ya, pokoknya kalian harus cari tau, kalau enggak aku bakalan ngikutin salah satu dari kalian 24 jam, hayo pasti pada mau?" tanyanya seraya menunjuk Arga dan Arya.


"Idih ogah gue digentayangin banci," sahut Arya.


"Gue juga ogah!" sahut Arga.


"Ya udah kalau gitu nanti kita tolong Om, eh Tante Yeti ya, kita cari tau juga sama pak polisi, kan polisi sini kepalanya itu temennya atau Arga, bisalah cari info dikit," ucap Anta.


"Om Dito, ya? Coba nanti gue minta tolong sama dia juga," sahut Arga.


"Dah beres deh, Tante pergi dulu ya dari sini, kita mau pergi berenang dulu," ucap Anta.


"Enggak ah, eyke ikut."


"Yah....!" Arya, Arga, Anta dan Raja berseru bersamaan dengan kompaknya.


***


Ting Tong


"Mbok tolong bukain pintu," sahut Ria yang sudah standby berenang di kolam yang memang cukup luas ditambah dengan pendopo dan dua kursi untuk berjemur di pinggir kolam.


Dion datang dengan memakai handuk piyama. Pemuda itu juga membawa handuk dan cream sunscreen di tangannya.


"Anta langsung suru ke kolam aja ya, Mbok!" ucap Dion menuju kolam. Ia sudah tau kalau hari itu Ria membuat acara khusus untuknya.


"Hai, Kak Dion. Kak jangan pergi... nanti yang suka kasih aku jajanan sama mainan siapa," ucap Raja seraya memeluk pemuda itu.


"Lebay nih Raja hahaa... Udah jangan dibahas lagi, gue mau berenang nih mau ikutan?" tanya Dion.


"Ini kolamnya bersihkan steril dari kuman?" tanya Arya melirik ke arah kawanan Dion.


"Eh, julung-julung antartika, elo pikir gue kodok budug apa, sampai elo geli masuk ke kolam. Ngapain elo ke sini?" hardik Koko.


Pemuda itu sudah bersama Ferdian berendam di dalam kolam sedari tadi.


"Hehehe... cuma nanya doang, Kak," sahut Arya.


"Eh elo tuh emang suka nyari gara-gara!" sahut Ferdian.


"Husss udah udah ah, kaya anak kecil aja nih pada berantem segala!"  Ria merelai keduanya.


Anta dan Arga datang membawa keranjang berisi bahan-bahan untuk BBQ party mereka. Pembantu rumah tangga di sana meminta tolong pada kedua anak tersebut untuk membawanya ke dekat kolam.


"Kamu lagi ke rumah sakit jagain Papi. Aku sebel ya sama Mami, punya suami tukang selingkuh gitu masih aja sayang, mana nabrak Kak Jorji sama ayahnya lagi, sebel banget aku," ucap Ria. Ia terlihat tampak kecewa dengan perilaku sang ayah.


"Jadi kamu udah tau ceritanya, kamu yang sabar ya, kamu enggak boleh ngomong gitu biar gimana juga itu ayah kamu," ucap Anta.


"Ya sih. Udahlah aku hari ini kau ngajakin kalian seneng-seneng, jadi lupain aja masalah yang ada oke, ayo kita berenang!" seru Ria.


Arga mengamati gadis tersebut dengan saksama. Ria terlihat penuh dengan kesedihan, akan tetapi gadis itu mencoba untuk ceria dan terlihat selalu bahagia. Ria terlihat memaksakan diri untuk tersenyum bahkan tertawa.


"Anta mau berenang dulu, apa kita nyiapin makanan ini?" tanya Ria menghampiri Anta.


"Kita siapin makanan dulu deh. Ini ceweknya cuma kita doang?" tanya Anta.


"Kalau aku ngundang Kak Fani sama Lisna nanti malah ribut lagi bikin rusuh aja," ucap Ria.


"Oh gitu, ya udah deh. Kita siapin makanan dulu ya," ucap Anta.


Raja sudah bersiap dengan pakaian renang dan hendak menuju kolam, tetapi Anta menahannya.


"Eh... mau ke mana?"


"Mau berenang lah Kak, mau ke mana lagi," sahut Raja.


"Bantu Kak Anta dulu, jangan protes!"


Belum juga Raja menjawab, Anta sudah tau kalau anak itu pasti akan melayangkan protesnya. Ia akhirnya menurut untuk membantu Anta dan Ria.


Dion bangkit dari kursi dan menuju kolam. Ia berdiri dengan tubuh tegap dan roti sobek yang terhampar seksi di tubuhnya. Ria dan Anta sampai menoleh melihat tubuh milik Dion.


"Woi...! Yaelah baru begitu doang nih liat gue!" Arya membuka kausnya dan memperlihat perutnya yang mulai rata tetapi belum terlihat garis kotaknya.


"Haduh drop gue, muak gue, pengen muntah, Ya," ledek Arga.


Anta hanya bisa menutupi wajahnya tak mau melihat pemandangan dari Arya barusan.


"Yeee, rugi lho kaga liat perut gue. Semuanya... awas gue mau meluncur!"


Byur!


Arya terjun ke dalam kolam renang bersamaan dengan Dion.


"Aku mau ikutan ya, dadah....!"


Raja menyusul Arya dan Dion masuk ke kolam.


Tak jauh dari tepi kolam, Ria sudah menyiapkan alat BBQ dan arang. Untungnya mama sang art sudah membuat daging dan sayuran yang ditusuk membentuk sate, jadi mereka hanya tinggal membakarnya. Tak lupa juga sang art sudah menyiapkan minum dan cemilan.


"Kamu enggak ganti baju, Nta?" tanya Ria sambil mengoles bumbu pada sate BBQ nya itu.


"Bentar, tanggung nih," sahut Anta.


Arga datang dari arah kamar mandi setelah berganti pakaian. Ia muncul dengan memakai celana kolor, lalu membuka kemeja yang tadi ia pakai. Pemuda itu langsung meluncur ke dalam kolam renang.


"Wow... Arga...."


Ria menggigit ujung alat pencapit yang dipegangnya dengan refleksnya.


"Awww...! Sial panas huf huf."


"Hahaha... makanya fokus Ria, ini kenapa Anta jadi rada-rada gimana gitu melihat para cowo enggak pake baju," ucap Anta.


"Iya ya, aku malah hawanya gerah jadi panas gitu," sahut Ria.


"Iyalah panas, kan kamu ada di deket api," sahut Anta.


Keduanya langsung tertawa bersamaan. Setelah makanan siap, Anta memutuskan untuk berganti pakaian renang karena para pria itu hendak mengadakan lomba voli di dalam kolam.


Semua mata tertuju pada tubuh ramping Anta yang berkulit kuning langsat nan mulus bak model. Apalagi kini terlihat lekuk tubuh gadis itu. Balutan baju renang dipadu padankan dengan celana hitam selutut mampu membuat mata para pemuda itu terkesima dan membuat mulut mereka sampai menganga.


"Woi! Kakak aku itu, jangan diliatin begitu!" seru Raja seraya menyiratkan air kolam renang ke semua pemuda itu.


Anta dan Ria masuk ke dalam kolam. Semuanya asik bermain bola voli secara bergantian seiring tertawa dan bersenda gurau. Dion melihat ke semua yang ada di sana satu persatu. Suasana keceriaan ini akan dia kenang dan ia rindukan kala sudah berada di negara Pangeran Charles.


"Awww... sakit kaki aku kayanya keram deh," ucap Anta yang menahan sakit di kakinya.


Arya yang berada di dekat gadis itu langsung membopong Anta ke tepi kolam dan menaruh bokong gadis itu pada kursi santai di tepi kolam. Dion naik ke permukaan dan langsung menghampiri Anta.


"Serius amat ih Arga liatinnya, mau gendong-gendongan juga kayak Anta? Nih, gendong aku dong!" celetuk Ria yang berada di samping Arga.


"Udah minum obat?" tanya Arga.


"Hah, minum obat? Aku enggak sakit kok," sahut Ria.


"Minum obat dulu gih, takutnya keseringan halusinasi entar kebablasan," ledek Arga.


*****


To be continue...


Jangan lupa update Noveltoon biar bisa kasih vote sama hadiah ya. Kalau masih versi lama nanti enggak dihitung.


Selamat menjalankan ibadah puasa.