Anta's Diary

Anta's Diary
Menolong Delima (Part 2)



Jangan lupa kumpulin poin kalian terus di VOTE, ya... Happy Reading.


******


Anta sampai di gedung pameran tepat disaat para tamu undangan sudah masuk semua ke dalam gedung. Acara sudah dimulai sedari tadi.


"Duh, lewat mana, nih!" ucap Anta.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan para pengunjung dari dalam gedung. Kepanikan langsung melanda karena ada beberapa tamu yang ke luar gedung dengan wajah ketakutan. Gadis itu memanfaatkan situasi tersebut dan masuk ke dalam gedung mencari sosok Raja dan Silla.


Anta berlari menuju ke ruangan acara, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok salah satu model yang pernah ia lihat wajahnya sudah terbaring bersimbah darah. Lampu sorot panggung menimpa tubuh wanita itu. Perutnya robek dengan sebagian usus sedikit menyembul keluar dari sarangnya.


Delima menangis di pelukan seorang pria. Di sampingnya berdiri Silla dengan wajah yang sama terkejutnya. Anta menangkap sosok Raja yang berdiri di dekat panggung. Gadis itu menghampiri sang adik dan menarik lengannya dengan menunjukkan wajah geram.


"Anta, jangan salahkan Raja, aku yang bawa dia ke sini," ucap Silla.


"Udah pokoknya Anta mau bawa Raja pulang," sahut Anta.


"Anta, tunggu!" teriak Delima menahan Anta.


"Udah malam, Tante, Anta mau pulang."


"Tunggu dulu saya mau ucapin terima kasih karena Raja dan Silla sudah memberi peringatan pada saya, jadi saya bisa berhati-hati dan menghindari lampu itu," ucap Delima.


"Kok, bisa perempuan itu yang kena?" tanya Anta.


"Dia tadinya mau mendorong Delima, tapi aku tahan, jadi dia deh yang kena," sahut Silla.


"Ih, Tante Silla, itu mah sama aja membunuh Tante itu," ucap Anta.


"Oh, jadi kamu yang udah buat saya mati!" seru seorang perempuan yang datang menarik rambut Silla.


"Wuih, hantunya bangkit!" seru Raja.


"Kelly, kamu ngapain sih pakai bangkit segala!" seru Silla.


Kedua hantu perempuan itu sudah saling menarik rambut satu sama lain. Mereka saling mencakar dan saling menendang. Raja malah asik menertawai sementara Anta berusaha menarik anak itu menjauh.


"Pada liatin apa, sih?" tanya Delima.


"Gak usah tau, Tante, malah serem nanti kalau tau hehehehe," sahut Anta.


"Ke ruangan aku, yuk! Di sini mulai banyak polisi," ucap Delima.


Setibanya di ruangan Delima, wanita itu memberikan dua kaleng soda pada Anta dan Raja. Tangannya masih gemetar karena hampir saja terbunuh.


"Udah, Tante tenang aja, semuanya sudah berakhir," ucap Anta.


"Belum, Kak, masih ada satu orang yang membantu Tante Kelly untuk membunuh Tante Delima, tadi kita curiga sama Bos Chen," sahut Raja.


"Ngapain si Bos Chen membantu Kelly buat membunuh Silla dan Delima?" tanya Anta.


"Nah, itu yang saya juga enggak tau," ucap Delima.


Tok Tok


Suara ketukan terdengar dan kepala seorang pria menyembul dari celah pintu yang ia buka.


"Delima, kamu di sini," ucapnya.


"Iya, Di, aku masih gemetar ketakutan," jawab Delima.


"Mereka ini siapa?" tanya Ardi.


"Ini temen-temannya Silla dan juga temenku sekarang, dan anak ini, ia tadi melihat Kelly mencoba memotong tali lampu sorot untuk mencelakai aku," ucap Delima menyentuh lengan Raja.


"Apa, kamu lihat Kelly yang mencoba memutus lampu sorot itu?" tanya Ardi.


"Iya, dan yang aku tahu tadi kalau Tante Kelly ada yang bantuin, artinya ada tersangka lainnya," ucap Raja.


Ardi lalu berjalan menutup pintu ruangan.


Klik.


"Ardi, kok dikunci?" tanya Delima.


"Biar aman," sahut Ardi.


"Silla, gue tuh iri sama elo, karena Chen selalu muji-muji elo bahkan dia mau nikah sama elo jadi gue cemburu, apalagi elo mau dijadiin top model nomor satu di sini," keluh Kelly yang mendorong tubuh Silla sampai menembus masuk ke ruangan Delima.


"Kamu tuh jahat banget, sih! Sirik tanda tak mampu kalau enggak becus jadi model ya jangan jadi model, pake matiin aku segala," seru Silla membalas.


"Ini berdua masih ribut aja, Kak?" bisik Raja.


"Heh, sembarangan aja elo, bentar lagi tuh Chen bakal jadiin gue top model kalau aja elo gak bunuh gue, tapi pemilik produk kosmetik itu malah milih Delima jadi model, wajar gue bunuh dia!" Kelly mendorong tubuh Silla sampai menabrak Anta dan Raja.


"Aduh!" sahut Anta mengusap lengannya yang terbentur kepala Silla.


"Maaf, Nta. Nih, si nenek lampir nyebelin banget dari tadi," ucap Silla.


Hantu Kuntilanak itu langsung menarik usus di perut Kelly dengan gemas dan melilitnya sampai ke leher hantu wanita itu.


"Iyuuuhhh, jijik!" sahut Anta dan Raja bersamaan seraya menoleh ke arah lain.


"Kamu kenapa?" tanya Ardi melihat sikap Anta yang aneh.


"Ini, Tante Silla sama temennya tadi si Tante Kelly berantem, upss..." Anta menutup bibirnya dia tak sengaja keceplosan di depan Ardi yang langsung terkejut mendengar penuturan gadis itu.


"Silla sama Kelly?" tanya Ardi.


"Iya, Di, gadis ini dan adiknya bisa melihat penampakan Silla yang masih gentayangan menuntut balas karena ia dibunuh sama Kelly," ucap Delima.


"Hmmm... cewek bodoh, dia curhat sama orang yang salah," celetuk Kelly.


"Maksud kamu, Kelly?" tanya Silla.


Anta dan Raja ikut menyimak wajah Kelly meski perutnya masih terlihat menjijikkan untuk dilihat.


"Asal tau aja ya, justru dia yang bantu gue buat merencanakan pembunuhan Delima, dia kan sekarang udah jadi pacar gue," ucap Kelly.


"APA?"


Silla, Raja dan Anta menyahut bersamaan tak percaya.


"Kalian kenapa?" tanya Delima.


Anta langsung menarik lengan wanita itu agar menjauh dari Ardi.


"Om ini jahat!" ucap Raja.


******


To be continue...


Follow IG ku ya @vie_junaeni


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All.


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE buat dapatkan GA pulsa 20K tiap bulannya, semangat...!!!