Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Ceritanya Tante Dewi (Part 1)



Happy Reading...


*****


"Tante udah nggak punya rahim, kok bisa Tante hamil? Adakah sesuatu yang Tante lakuin sampai keajaiban itu datang dan membuat Tante hamil? Jawab yang jujur Tante, atau Dita panggil Anta supaya menerawang apa yang Tante pernah lakuin," ancam Dita.


Wanita di hadapannya itu hanya bisa menunjukkan deretan giginya saat meringis ke arah Dita.


"Tante ...." Dita masih berusaha mencari informasi dari wanita tersayang di hadapannya itu.


"Oke, Tante akan cerita."


***


Dua bulan yang lalu...


Tante Dewi pulang sekitar pukul sembilan malam dari rumah sakit. Wanita itu menggunakan jasa taxi online. Andri sedang sakit kala itu. Suaminya merasa demam dan pusing karena virus influenza.


Tak ada pembicaraan antar penumpang dan pengemudi sampai mobil tersebut terhenti karena ada kecelakaan di depannya. Seorang wanita paruh baya tergeletak di jalan. Diduga wanita itu korban tabrak lari.


"Ada apa, Pak?" tanya Dewi.


"Ada korban tabrak lari, Bu," sahutnya.


"Lho, bukannya ditolongin kenapa malah pada ngeliatin, sih!"


Akhirnya, Dewi turun dari mobil taxi online dan menghampiri korban.


"Kenapa nggak pada nolong, sih? Memangnya kalau diliatin aja ibu ini bisa sembuh?" tanya Dewi.


"Kami takut, Bu, nanti kami dituduh yang nabrak," ucap salah satu pria pengendara motor yang melintas.


"Dih, nggak jelas banget! Bukannya pada nolong dulu, urusan dituduh itu belakangan. Kita punya banyak saksi kalau bukan kita yang nabrak. Ayo, angkat ibu ini ke mobil itu!" Tante Dewi menunjuk ke arah sedan hitam yang menjadi taxi online pesananya. Dia juta meraih tas berludru warna biru tua yang dibawa korban tadi.


"Lho, ini kok dibawa ke dalam mobil saya, Bu" tanya sang sopir.


"Tolong antar ke rumah sakit atau klinik terdekat, nanti uangnya saya lebihin," ucap Tante Dewi dengan nada memaksa.


"Baiklah, Bu," ucap sang sopir lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.


Mereka berhenti di sebuah rumah sakit kecil yang biasanya dipakai untuk persalinan.


"Ini kan rumah sakit buat melahirkan, kok dibawa ke sini?" tanya Dewi.


"Ya udah lah, tolong bantu saya panggil suster di IGD!"


"Baik, Bu!"


Tak lama kemudian, dua orang suster membawa kursi roda dan menaruh korban tersebut ke kursi roda dan membawanya ke ruang instalasi gawat darurat.


"Mohon ibu urus dulu bagian administrasinya, ya," ucap suster dengan lesung pipi dan menggunakan kaca mata itu.


"Hmmm... takut banget nggak dibayar sih, oke lah saya ke ruang administrasi," ucap Dewi.


"Bu, saya klik selesai aja, ya? Soalnya saya mau narik lagi," ucap sopir taxi online itu.


"Terserahlah, ini uang buat kamu," ucap Dewi seraya menyodorkan selembar uang seratus ribu.


"Ibu udah bayar saya di aplikasi, nggak usah, Bu. Saya jadi ikhlas nolong ibu tadi soalnya inget ibu saya," ucapnya.


"Alhamdulillah, makasih ya, Pak, hati-hati di jalannya."


Tante Dewi lalu melangkah menuju ke bagian administrasi untuk melakukan pembayaran di muka agar bisa dilakukan tindakan pada wanita paruh baya yang ia tolong tadi.


Setelah melakukan pembayaran, Tante Dewi melangkah menuju ke arah kamar perawatan yang sudah disediakan untuk korban tabrak lari tadi. Kaki korban itu mengalami patah tulang dan mengharuskannya dirawat.


"Ibu, bagaimana keadannya?" tanya Tante Dewi.


"Saya sudah lebih baik, terima kasih karena telah menolong saya," ucapnya.


"Sudah menjadi kewajiban sesama manusia untuk tolong menolong, Bu," ucap Dewi.


"Nama kamu siapa?" tanya wanita itu.


"Nama saya Dewi, Bu, kalau Ibu namanya siapa?" Dewi mengulurkan tangan kanannya.


"Panggil saja saya, Nyi Ageng."


*****


To be continue...


Jangan lupa favorit, like, komentar, dan vote. Terima kasih.