Anta's Diary

Anta's Diary
Menolong Yanti



Happy Reading...


Jangan lupa di like, komen dan jangan lupa Votenya ya Kakak-kakak semuanya.


******


Anta dan Arya yang tadinya memperhatikan petugas itu lalu mereka saling menatap dan tersenyum. Keduanya memutuskan berbalik badan menuju bus kembali. Anta jadi lupa menemani Mey ke kamar mandi. Lalu, saat Anta dan Arya berbalik badan tiba-tiba wajah pucat pasi milik hantu perempuan yang menggantung di ruangan gudang tadi muncul mengejutkan keduanya.


"Tolong saya!"


Suara itu mengejutkan Arya dan Anta yang mundur beberapa langkah.


"Aduh... Mbak-nya jangan ngagetin Anta kayak gitu, dong! Nanti kalau jantung Anta turun ke perut gimana?" keluh Anta.


Anta melirik ke arah Arya yang telah terduduk lemas, ia tak kuat lagi menahan kakinya yang gemetar.


"Gimana, sih... katanya tadi gak takut?" ledek Anta.


"Gue kaget, woi! lagian dia muncul tiba-tiba gini," sahut Arya.


"Anta, aku tungguin juga di sana malah gak nongol-nongol, malah asik ngobrol di sini, eh ngapain kok Arya jongkok gitu?" tanya Mey yang baru datang bergabung.


"Kaki gue kram," ucap Arya berbohong.


"Aku bantu ya buat jalan," ucap Mey menawarkan diri dan langsung memapah tubuh Arya.


"Lo, bisa sendiri kan, Nta?" tanya Arya melirik ke arah hantu perempuan itu.


"Iya udah sana balik duluan aja ke mobil, panggilin Arga, ya," pinta Anta.


"Mey, gak jadi kayaknya gue udah kuat, elo balik duluan aja ke mobil, gue mau ke kamar mandi," ucap Arya berbohong.


"Oh, ya udah. Anta, ayo balik!" ajak Mey.


"Anta mau beli minum dulu di sana, kamu duluan aja!" ucap Anta.


"Ya udah kalau begitu."


Raut wajah Mey tampak kecewa apalagi saat ia melirik ke arah Anta dan Arya, mereka tampak berdampingan seperti tak ingin diganggu kehadirannya oleh Mey. Gadis itu tetap melangkah menuju bus.


"Arga, siapin semua murid bus tiga, absen satu-satu!" perintah Ibu Lesti.


"Baik, Bu," sahut Arga.


Seorang sopir bus tersebut menghampiri Ibu Lesti dan meminta maaf karena bus yang dikendarainya itu harus berganti ban. Jadi, bus tiga akan terlambat sampai dibandingkan bus lainnya.


Arga lalu menghampiri Mey menanyakan keberadaan Anta.


"Anta mana, Mey?" tanya Arga.


"Di deket kamar mandi sama Arya," sahut Mey.


"Kok, kamu biarin, Mey?"


"Mereka kayaknya gak mau diganggu sama aku," ucap Mey sedih lalu naik ke dalam bus menahan tangis. Ia terlalu cemburu buta pada Arya dan Anta.


Arga yang juga mulai kesal mendengar penuturan Mey langsung menuju ke arah yang ditunjuk Mey tadi. Sontak saja ia terkejut saat mendapati Anta dan Arya sedang berkomunikasi dengan hantu perempuan itu.


"Pada ngapain di sini?" tanya Arga.


Hantu perempuan itu menoleh.


"Jadi, kalian semua dapat melihatku?" tanyanya.


Anta mengangguk.


"Wah, keren... kalian semua bisa menolongku kalau begitu," ucap Hantu perempuan itu lagi.


Hantu perempuan itu lantas meraih tangan kanan Anta dan membawanya ke sebuah peristiwa masa lampau saat gadis itu terbunuh.


***


Yanti yang sudah diberi kunci serep ruang gudang oleh pemilik rest area itu membuka pintu gudang tersebut untuk mencari sapu baru. Tapi, saat dia tiba di dalam ia mendengar dua orang yang terdengar mendesah dari balik lemari kabinet bekas yang menjadi sekat di ruangan gudang tersebut. Di tangan Yanti masih tergenggam gagang sapu yang patah tadi. Ia bersiap menjadikan gagang sapu itu sebagai senjata jika ia menemukan hal aneh.


Yanti yang penasaran mencoba melongok ke balik lemari kabinet. Betapa terkejutnya ia kala mendapati Wanto, kekasihnya sendiri, sedang melakukan perbuatan asusila di lantai gudang tersebut bersama sahabatnya yang bernama Rina. Keduanya terkejut karena tak menyangka hubungan terlarang mereka akan ketahuan oleh Yanti. Apalagi yang Wanto tau hari itu giliran Yanti mendapat jatah shift pagi sehingga ia mengajak Rina ke gudang tersebut.


Sontak saja Yanti berteriak meneriaki keduanya dengan penuh amarah. Karena sudah terlanjur emosi, Yanti berusaha menyerang Wanto dan Rina dengan cara memukulinya. Namun, karena tak ingin kegaduhan itu terdengar Wanto yang menemukan tali tambang di gudang itu segera menjerat leher Yanti sampai membuatnya tak bernyawa.


Demi menutupi jejak pembunuhan itu. Wanto membuat Yanti seolah-olah mati bunuh diri dengan cara menggantung tubuh Yanti tersebut. Ia dan Rina segera kabur dari gudang dan mengunci pintunya meninggalkan jasad Yanti.


***


Anta tersadar dari penglihatannya dan kembali seperti orang yang kehabisan napas. Arya dengan sigap memegangi tubuh Anta. Begitu juga dengan Arga yang tak mau kalah sigap dari Arya.


"Kamu enggak apa-apa, Nta?" tanya Arga.


"Astagfirullah... Anta tau kenapa Kakak ini mati," ucap Anta.


"Dia enggak bunuh diri, tapi dia dibunuh sama pacarnya sendiri," ucap Anta lagi.


Hantu Yanti menangis mengiyakan ucapan Anta.


"Kalian lihat Mas penjaga toko souvenir itu, dia yang bunuh Kakak ini!" tunjuk Anta yang sudah merasa geram dan ingin melangkah menuju Wanto.


Arga menahan lengan Anta.


"Kita enggak punya bukti buat nuduh dia pembunuhnya," ucap Arga.


"Lalu, bagaimana caranya?" tanya Anta.


"Kita buat Kakak ini terlihat olehnya, dengan bantuan kamu," ucap Arga.


"Ide yang bagus, gue juga tadi mau bilang begitu, eh udah keduluan sama elo," sahut Arya.


"Oke kalau begitu. Yuk, kita samperin si Mas itu!" ajak Anta.


"Namanya Wanto, lalu bagaimana caranya saya bisa terlihat?" tanya Hantu Yanti.


"Nanti Anta kasih tau caranya," jawab Anta.


Ketiga anak muda itu bersama hantu Yanti melangkah menuju ke toko souvenir dalam rest area tersebut menghampiri Wanto.


*******


To be continue...


Follow IG ku ya @vie_junaeni


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All...😘😘😘


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!