Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Di Rumah Pak Aji



Happy Reading.


*****


Angel terbangun di sebuah ruangan berlantai kayu. Dia melihat rak yang dipahat di dinding tanah tempat seseorang meletakkan korek api. Ada juga beberapa baterai dan lampu bertenaga baterai yang memancarkan satu-satunya cahaya di ruangan itu.


Cahaya di ruangan itu sangatlah mengerikan karena hanya minim pencahayaan dari lampu. Pemilik rumah pasti sengaja membuat ruangan itu lebih gelap. Gadis itu lalu melihat kalau di atas rak ada cermin, ada juga pisau cukur dan krim cukur. Gadis itu berpikir kalau hal itu adalah ganjil karena bukankah seharusnya alat-alat tersebut berada di dalam kamar mandi? Hawa pengap dan dingin mulai menyeruak.


Gadis itu menyadari kalau ia terbangun dengan tangan sudah terikat ke belakang di sebuah kursi kayu. Angel mencoba mengamati ke sekeliling kamar yang terasa pengap udaranya dan minim pencahayaan.


"Aku di mana, ya?" tanya gadis itu pada diri sendiri.


Gadis itu sempat terkejut kala melihat tiga orang gadis cilik yang usianya sama dengannya sedang menatap ke arahnya.


"Ka-ka-kalian siapa?" tanya Angel ketakutan.


Ketiga gadis itu hanya menatapnya datar. Angel tersadar kalau mereka bukan hantu kala tubuh ketiganya bersimbah darah. Kemudian, terdengar suara derap langkah yang perlahan masuk ke dalam kamar bawah tanah tersebut.


"Halo, gadis yang cantik. Kamu sudah bangun rupanya," ucap Ari melayangkan senyum yang menyeringai.


"Tolong lepaskan dia!" Pria itu mulai terlihat kejang. Aji berusaha menguasai dirinya sendiri tetapi tak bisa.


"Udahlah jangan berisik! Kamu nikmati saja seperti biasanya!" sahut Ari.


"Ini sudah keterlaluan, kamu sudah terlalu banyak memakan korban!" seru Aji mencoba mencekik dirinya sendiri.


Jamin mulai menguasai tubuh itu dan menepis tangan itu.


"Kau tak akan bisa membunuh dirimu sendiri!" seru Jamin.


Angel menatap pria itu penuh ketakutan karena berbicara sendiri dan sesekali tubuhnya terlihat kejang-kejang.


"Lepaskan saya, Pak, saya mohon ...." Angel berusaha meminta belas kasihan.


"Hahaha, setelah kamu tau semuanya terus kamu dengan mudahnya minta dilepaskan? Ckckck... ya mana mungkin sayang ...." 


Ari lantas melepas jaket sweaternya di hadapan Angel. Ia hanya memakai kaos putih dan celana jeans kala itu. Dia makin mendekat ke arah Angel duduk di hadapan si gadis. Pria itu lantas menyentuh pipi mulus gadis itu.


"Kau sangat cantik."


"Lepaskan aku! Jauhkan tangan busuk kamu itu dariku!" pekik Angel.


"Tapi maaf, aku tak bisa melepaskanmu," lirih pria itu.


"Kamu pasti sudah membunuh tiga gadis itu!" seru Angel menatap ke arah para hantu yang dia bisa lihat.


"Apa kau bisa melihat mereka? Wah, kau hebat juga ya? Mereka terhubung bahagia loh karena terkurung di sini. Mereka hanya bisa menangis, hahaha." Sosok pria itu tertawa dengan puasnya.


Ketiga hantu itu mencoba untuk mendekat dan melukai sosok pria pembunuh mereka, tetapi ketiga gadis itu tak dapat menyentuhnya.


"Lihat kan? Mereka tak dapat menyentuhku, kasihan sekali ya mereka hahaha," sahut Ari.


Pria itu bangkit dan menuju cermin. Hal aneh yang selalu ia lakukan sebelum menghabisi korbannya di rumah itu. Ia akan mencukur janggut di cermin tersebut sampai mengeluarkan darah. Pria itu sangat menikmati sensasi tersebut. 


Ketiga hantu itu hanya bisa menangis dan menatap Angel penuh kasihan. Mereka yakin kalau sebentar lagi sosok Angel akan bergabung dengan mereka terkurung di dalam gudang bawah tanah itu.


******


To be continue …