
Jangan lupa Votenya Anta's Lover, Happy Reading...
******
"Bentar, tanya dulu dia mau apa," ucap Anta yang mendekat ke arah anak perempuan yang sepertinya memilih usia yang sama dengannya.
"Halo, namaku Anta," sapa Anta.
"Ga, perasaan baru ini nemu cewek gesrek demen banget nyapa hantu," bisik Arya.
"Hooh, gue juga heran, demen banget dia main sama hantu dari dulu," sahut Arga.
Wajah hantu itu menatap ke arah Anta dengan cara menengadah, ia lebih pendek dari Anta rupanya. Rambut panjang itu menjuntai hingga pinggang, lalu kemudian kedua tangannya menyibak rambut yang menutupi wajahnya. Lidah hantu wanita itu menjuntai panjang hingga ke tenggorokan miliknya.
"Lho, kok mirip sama Momo?" tanya Anta.
Hantu perempuan muda itu menggeleng. Ia berusaha menggulung lidahnya sampai masuk ke dalam mulut. Anta mundur beberapa langkah merasa jijik. Air liur hantu itu menetes ke tanah.
Ia mengulurkan tangannya pada Anta.
"Namaku, Ratna."
"Oh, halo Ratna, namaku Anta, gak usah salaman ya, tangan Anta kotor," sahut gadis itu berusaha menghindari tangan Ratna yang basah karena air liur.
"Kalian mau ke rumah Ki Romo, ya?" tanya Ratna.
"Iya, kok tau, Ratna peramal, ya?"
"Kan, emang kalau jalanan ke arah situ udah pasti ke rumah Ki Romo," tunjuknya.
"Oh, kirain bisa baca pikiran Anta atau peramal gitu, hehehe..."
"Saya boleh ikut, saya mau balas dendam sama Ki Romo, dia sudah menjerat leher saya dan menggantung saya di pohon asem itu," tunjuk hantu itu ke arah pohon asem.
"Lho, kok bisa digantung, kamu kenapa memangnya sampai dia gantung?" tanya Arga yang mulai berani mendekat dan mendengar pembicaraan Anta dan Ratna.
Ratna menceritakan kejadian dua hari yang lalu di rumah Ki Romo. Saat itu, ia dan sahabatnya Hilma diajak ke rumah dalang itu untuk mengetahui cara pembuatan wayang kulit. Hilma sangat mengagumi pertunjukkan Ki Romo, oleh karena itu ia menuruti dan mengikuti dalang tersebut dengan membawa serta Ratna.
Sampai di rumah Ki Romo, mereka diberi segelas minuman yang membuat mereka terlelap pulas. Keduanya lalu terbangun di atas dipan kayu dengan tubuh tanpa sehelai benang pun menutupi. Ratna menatap langit-langit ruangan itu dan mencoba untuk bangkit. Akan tetapi, ia tak dapat menggerakkan tubuhnya. Rupanya Ki Romo telah memberi suntikan obat bius pada Ratna dan Hilma.
Ratna menoleh ke arah Hilma dengan susah payah menggerakkan kepalanya. Betapa terkejutnya gadis itu kala mendapati tubuh sahabatnya sedang disayati kulit tubuhnya perlahan secara hidup-hidup. Kedua tangan gadis itu diikat ke atas. Kedua kakinya juga diikat diregangkan. Hilma hanya bisa meneteskan air mata tapi tak bisa bergerak. Darah bercucuran dari tubuh gadis itu.Tindakan ini serupa dengan menguliti atau penghilangan kulit saat seseorang yang masih hidup. Kedua mata gadis itu lalu menutup perlahan seiring dengan embusan napas terakhir dari Hilma. Gadis itu tewas seketika.
Kulit milik Hilma lalu digantung di sebuah tali jemuran layaknya kulit yang ingin dikeringkan dan dijadikan bahan pembuat jaket. Lelaki paruh baya nan biadab itu melakukannya seraya bersenandung dengan iringan musik gending jawa yang diperdengarkan dari dvd player milik pria itu.
Ia lalu tersenyum menatap wajah Ratna yang pucat pasi saking ketakutannya. Ia menempelkan pisau tajam itu di pipi gadis tersebut seraya tertawa. Namun, saat ia mengamati tubuh Ratna dengan saksama ia menemukan banyak panu dan jamur di kulit gadis itu. Ada juga borok yang berada di permukaan perut gadis itu yang membuat Ki Romo tampak kecewa.
"Yah, sayang banget kamu, Nak, kamu gak pernah merawat tubuh kamu dengan baik ya, jorok ya kamu," ucap Ki Romo.
Ratna sempat berpikir kalau pria itu akan membebaskannya tapi sayangnya itu tak tak akan terjadi. Ratna yang merupakan saksi mata kematian Hilma itu akhirnya dijerat oleh seutas tambang yang mencekik leher gadis itu. Ki Romo terus menjerat gadis itu sampai membuatnya tak bisa lagi menghirup oksigen dan tewas. Pria itu lalu menggantung tubuh Ratna di pohon asem seolah-olah ia melakukan tindakan bunuh diri saat ditemukan warga.
***
Ratna menyeka air mata yang mengalir di pipinya. itu saat menceritakan kematian yang menimpa dirinya. Anta dan Silla juga melakukan hal yang sama mereka menangis mendengar penuturan Ratna. Anta sampai meraih gaun Silla untuk menyeka lendir dari hidungnya.
"Srot....!"
"Iyuh, Anta jorok, nih!" keluh Silla lalu menarik gaunnya dari Anta.
"Pinjem bentar, Tante Silla, Anta gak bawa tisu," sahut gadis itu.
"Pakai kain aku aja, nih!" ucap Uli menyodorkan kain kafan pembungkus tubuhnya itu.
"Gak mau, ah, Om Uli kain kafannya rada bau apek campur busuk, Anta gak mau, ah!" seru Anta.
"Huuuuu... udah ditawarin bantuan malah dikatain," keluh Uli.
"Udah, deh, kalian pada denger, kan, penuturan Ratna, kita harus segera bergegas sebelum Iman mendapat perlakuan yang sama seperti kawannya Ratna," ucap Arga mengingatkan.
"Iya, Arga bener, ayo kita segera ke rumah dalang kampret itu!" sahut Anta.
Silla langsung memimpin rombongan ketiga anak dengan penglihatan spesial itu.
Sementara itu, Pocong Uli dan Ratna sedang berbincang-bincang saling berkenalan.
"Berarti ada untungnya ya elo banyak panu sama borok, jadi kulit elo kaga kepake," ucap Uli.
"Tetep aja, Kak, aku tetep mati dibunuh, huhuhu..." ucapnya seraya menaruh kepala di bahu Uli.
"Cup, cup, cup, jangan nangis, ada Abang di sini," ucap Uli menepuk kepala Ratna perlahan.
"Woi, buruan! Dia pada pedekate di belakang," pekik Silla kala menoleh ke belakang mencari Uli.
"Cie, Tante Silla, cemburu, ya..." goda Arya yang ditimpali dengan tawa Anta dan Arga.
Silla menatap Arya dengan tatapan tajam.
"Belum pernah ngegendong Kuntilanak, ya?" tanya Silla dengan nada ketus pada Arya.
"Gak usah, Tante, jangan sampe, makasih..." sahut Arya yang berpindah tempat di belakang Anta dan Arga. Ia bersembunyi dari tatapan Silla yang penuh kekesalan padanya.
***
Iman sedang duduk di teras rumah Ki Romo seraya mengunyah cokelat yang diberikan pria paruh baya itu. Kemudian, anak muda nan tambun itu merasakan pusing di bagian kepalanya. Ia tergeletak di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu itu.
"Lho, baru mau dikasih minum udah pingsan duluan," ucap Ki Romo.
******
Follow IG ku ya @vie_junaeni
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE buat dapatkan GA pulsa 20K tiap bulannya, semangat...!!!