Anta's Diary

Anta's Diary
Penjelasan Mey



Jadi...


sebelum membaca, jangan lupa di Vote ya.


Hitung-hitung bayar tulisan ku ini dengan poin 😁


...******...


Malam itu setelah Mey menceritakan kisah pilunya yang meninggalkan rumah karena Ayahnya menikah lagi membuat Tante Dewi jengkel dan terus saja menghancurkan bantal bulu di tangannya sampai membuat Andri ketakutan melihat kelakuan istrinya itu.


"Terus kenapa baju kamu ada darahnya, Mey?" tanya Anta.


"Oh itu, pas di jalan aku ketemu kucing ketabrak mobil terus aku tolong dan kubur karena kucingnya mati."


"Oohh..."


Raja dan Anta menyahut bersamaan. Padahal di dalam hati Anta masih ada rasa curiga dengan aura hitam yang muncul di tubuh Mey tadi. Lagipula gerak-gerik Mey terlihat aneh, wajahnya masih terlihat ketakutan seolah menyimpan sesuatu yang tak ingin diketahui orang lain.


"Ya udah sekarang pada tidur gih daripada bidadari di sebelah aku ini makin ngamuk," celetuk Andri melirik ke arah Tante Dewi yang membalasnya dengan tatapan tajam.


"Raja masuk ke kamar, Mey tidur sama aku, yuk!" ajak Anta.


Mey tersenyum dan menurut.


"Berhubung kasur Anta kecil kamu tidur di atas ranjang aja nanti aku di bawah sini pakai bedcover."


"Anta kamu baik banget sih sama aku," ucap Mey.


"Anta baik sama semuanya, kecuali orang jahat hehehe..."


"Makasih ya Anta kamu udah mau jadi temen aku yang selalu tulus," ucap Mey.


"Iya sama-sama, makasih juga udah mau temenan sama Anta yang gak punya temen ini," ucap Anta yang sudah berbaring di samping ranjang itu.


"Tapi kamu punya Arya sama Arga, cowok-cowok paling cakep seangkatan kita dan itu yang buat cewek-cewek di sekolah sirik sama kamu," ucap Mey.


"What? Hahaha... pada picek kali matanya masa cowok kayak Arga sama Arya dibilang paling cakep, biasa aja deh perasaan apalagi si Arya ih songong!"


"Jangan terlalu benci nanti jadi cinta lho," ledek Mey.


"Idih, jangan sampai deh!"


"Emang kamu gak pernah suka sama cowok di sekolah gitu, Nta?"


"Enggak tuh, Anta mau fokus belajar aja nanti di omelin sama Bunda sama Yanda kalau umur segini pikirannya cowok," sahut Anta.


"Bunda sama Yanda kamu bukannya udah..."


"Tidur udah malem besok sekolah," seru Anta yang langsung memejamkan kedua matanya.


"Nta, tapi aku mau tanya ada gosip di sekolah yang bilang kamu anak indigo tau bisa lihat hantu, makanya teman-teman sd kamu pada takut sama kamu, emang iya?"


"Anta anaknya Yanda Anan sama Bunda Dita bukan anaknya Indigo hoooaaammm."


"Ih si Anta, Anta jawab yang bener..."


Meskipun Mey berusaha mengguncang tubuh Anta, gadis itu sudah terlelap bertemu Yanda dan Bundanya.


...***...


Di sekolah Pak Chairil guru Bahasa Inggris tergalak di sekolah Anta mengadakan ulangan harian dadakan. Mendadak semua murid panik dan hanya bisa pasrah menjawab lembaran soal yang diberikan guru tersebut. Anta memanggil Silla yang sedang lewat melayang di samping kelas Anta.


"Ada apa? Aku juga mau latihan nih," ucap Silla.


"Bantuin jawab!" bisik Anta.


"Gak bisa aku tuh lemah bahasa Inggris, aku bisanya bahasa kalbu hehehe, gimana kalau sama Momo aja!"


"Panggilin ya!"


Tak berapa lama kemudian hantu Momo sudah hadir menuju kelas Anta dan berdiri di samping gadis itu.


Hantu Momo mengangguk, mengiyakan.


"Tapi jangan maju, nanti air liurnya netes," cegah Anta yang langsung melindungi kertas ulangannya.


Hantu Momo mengamati tubuh Mey, tiba-tiba hantu itu berjongkok di samping Anta, ia seperti ketakutan melihat sesuatu. Tapi, berhubung Anta sedang berkonsentrasi Anta tak melihat wajah Momo yang ketakutan sehabis melihat Mey.


Pak Chairil mendapat panggilan telepon dan langsung beralih ke luar ruang kelas. Momen itu langsung dimanfaatkan para murid untuk saling bertanya.


"Anta!" Arga yang duduk di meja depan Anta menoleh ke gadis itu.


"Apa?" jawab Anta.


"Bagilah jawaban Kak Momo!" bisik Arga.


"Belum di koreksi, ini masih jawaban Anta, nah Kak Momo coba koreksi," ucap Anta menyodorkan kertas ulangan itu pada hantu Momo.


"Kamu ngomong sama siapa?" tanya Mey yang tak melihat siapapun di samping Anta.


"Anta ngomong sama Arga," ucap Anta mencoba berbohong.


Hantu Momo kembali melirik ke arah Mey dan berjongkok kembali di samping kursi Anta.


"Kak Momo kenapa sih, kayak takut gitu?" bisik Anta.


Hantu Momo langsung buru-buru memindai dengan cepat jawaban dari Anta. Lalu ia bergegas pergi menghilang.


"Dih benaran nih jawaban Anta cuma salah tiga, awas ya Kak Momo kalau nilai Anta jelek," ucap Anta.


"Anta bagi nomor delapan sampai lima belas," bisik Arga.


"Hei, gue juga mau ya jawaban kalau gak kasih nanti gue aduin," ancam Arya.


"Ah rese kamu, oke deh sepuluh soal aja ya," sahut Anta dengan wajah kesal.


"Cie Anta kasih contekan ke mereka," ledek Mey.


Anta menatap Mey dengan tajam.


"Nanti gak boleh pulang ke rumah Anta lagi, lho," ketus Anta.


"Biasa aja lihatnya, Nta!"


Sepulang sekolah sang Mama datang menjemput Mey dan berterima kasih pada Anta. Akhirnya Mamanya Mey memutuskan untuk bercerai dan membawa Mey tinggal bersamanya di sebuah rumah komplek yang berukuran lebih kecil dari rumah Mey biasanya.


Mama Liemey juga akan menuntut harta gono-gini dari ayah Mey dan menuntut biaya pendidikan dan biaya hidup bulanan pada sang Ayah. Mey akhirnya menuruti perintah ibunya dan ikut tinggal bersama ibunya. Kebetulan rumah komplek itu terletak tak jauh dari apartemen tempat Anta tinggal.


...******...


To be continue...


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All...😘😘😘


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!