Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Sosok Lain



Happy Reading...


*****


Ratu Sanca dan Silla tampak memasuki area rumah Pak Aji bersama hantu Mani.


"Kok, pada bisa masuk?" tanya Anta.


"Sepertinya aura tubuh Raja menghancurkan pagar gaib yang terpasang di sekeliling rumah ini," jawab Silla.


"Baiklah, kalau begitu kita samperin tuh yang namanya Aji!" Anan melakukan pemanasan menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri sebelum bersiap ke rumah kosong.


"Jangan pada diem aja! Lakukan pemanasan sebelum kita hajar si keparat itu!" perintah Anan pada Arga dan Arya.


"Kita kayak mau senam, pemanasan dulu," bisik Arga.


"Udah ikutin aja kata calon mertua gue!" sahut Arya.


"Udah panas Yanda, udah semangat!" sahut Anta.


"Kurang lama, biar siap kalau kita pukul-pukulan sama si brengsek itu," ucap Anan.


"Duh, kelamaan Yanda, ayo buruan!" seru Anta.


"Oke kalau udah panas dan nggak sabar, kita hantam bajing itu!" seru Anan.


Mereka melangkah menuju rumah kosong bekas rumah Aji terdahulu dan tempat pembuatan panganan berbahan singkong. Anta menarik tangan Arya agar menunduk dan bersembunyi.


"Kita amati dulu," bisik Anta.


Anan dan yang lainnya mengikuti, mereka bersembunyi sesuai perintah Anta.


Sosok Aji tampak sedang memangku Angel dengan berkomat - kamit mengucapkan mantera pemanggilan Nyi Ageng. Gumpalan asap hitam muncul di dekat perapian yang masih terawat. Hantu Mani memang kerap membersihkan rumah itu.


"Kenapa kau memanggilku?" tanya sosok Nyi Ageng yang sudah muncul menggunakan pakaian gaun putih dengan rambut bergelombang.


"Masa baju Nyi Ageng kayak ratu kerajaan Inggris apa putri negeri dongeng gitu?" bisik Arya.


"Mungkin habis jalan-jalan kali," sahut Anta seraya berbisik.


"Gaul banget ya dunia pergaiban si nyai itu," bisik Arga.


"Dulu juga bunda kamu jadi Ratu Kencana Ungu pakaiannya modern, nggak kuno," sahut Anan.


"Wuidih, Anta jadi penasaran sama pakaian bunda yang kekinian," sahut Anta.


"Eh, buruan kita bebasin Angel, nanti dia kenapa-kenapa," ucap Arga.


Mereka menyimak kembali ritual yang dilakukan sosok Aji itu.


"Apa yang kau inginkan, Linda?" tanya Nyi Ageng.


Rupanya selain sosok Aji, Jamin, dan Ari ada sosok Linda yang merasuk ke dalam tubuh putranya.


"Kau pasti tau apa yang aku inginkan dengan membawa gadis ini," ucapnya.


Suara wanita terdengar dari tubuh pria tegap itu.


"Kau ingin hidup kembali dengan menukar jiwa gadis kecil itu?" tanya Nyi Ageng.


"Tentu saja, aku tak bisa terus menerus berada dalam tubuh ini. Rasanya sesak dan selalu mengalah jika mereka bertiga memperebutkan tubuh ini untuk keluar," sahut Linda.


Sementara itu di tempat persembunyian Anta dan yang lainnya.


"Kok, suaranya jadi mirip perempuan?" bisik Arya yang sedang bersembunyi.


"Jangan-jangan ada perempuan juga di dalam tubuh itu," sahut Arga.


"Sssttt ... kita simak dulu," ucap Anan.


Anta menaruh jari telunjuknya di bibir tipis gadis itu. Dia memberi kode agar yang lainnya juga diam sejenak.


Di depan perapian dalam rumah kosong sosok Nyi Ageng mencoba mengamati sekeliling.


"Apa kau mengundang tamu ke sini?" tanya Nyi Ageng.


"Maksud Nyi Ratu?"


Sosok pria tegap itu mengamati sekeliling juga.


"Keluarlah kau Ratu Sanca dan para anak buahmu itu!" titah Nyi Ageng.


Anta menoleh pada Ratu Sanca seraya menggelengkan kepala.


"Sebaiknya aku keluar bersama Silla dan Mani agar dia tidak curiga dengan kalian," ucap Ratu Sanca.


"Nggak boleh, Ratu Sanca masih terlalu muda," ucapnya.


"Tapi aku tak bisa membahayakan kalian," ucap Ratu Sanca.


*****


To be continue...