Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Di Kantin Sekolah



Happy Reading ...


*****


Di kantin sekolah, selepas Arya menceritakan pengalaman malam minggunya pada Anta, Ria, dan Arga, pemuda itu bangkit. Dia tak sengaja menabrak Mike yang sedang membawa piring berisi siomay.


"Eh, kutu kupret! Belum juga itu siomay masuk perut gue, dia jatohin begitu aja, bujug dah pengen gue gampar ini orang," seru Mike.


"Oh, beli lagi aja, tuh masih banyak!" Arya menunjuk penjual siomay di kantin itu.


"Heh! Ganti siomay gue!" bentak Mike.


"Arya, ganti siomay punya Mike," sahut Anta.


"Oke, aku ganti. Tapi jangan duduk di sini, awas kalau elo gantiin gue duduk di sini," ancam Arya.


"Gue gantiin elo jadi pacarnya Anta juga gue mau, tenang aja jangan khawatir," ucap Mike.


"Duh, ini berdua bener-bener enggak ada yang mau kalah dan keras kepala semuanya," ucap Arga bangkit berdiri dan memisahkan keduanya.


"Elu mau ngapain tadi, Ya?" tanya Arga.


"Beli minum," sahut Arya.


Pemuda itu melangkah seraya berpikir ada yang salah.


"Kok, gue nurut sama si Arga, ya?" gumam Arya.


Di meja kantin tempat Anta dan Ria bersantap.


"Ya udah elu ke sono beli minum sama siomay si Miki Mouse ini, sekalian gue titip teh kotak," ucap Arga.


"Oke," ucap Arya lalu menuju ke arah penjual minum dan siomay.


"Elu duduk di sebelah sini, jangan duduk di bangku Arya, nanti bisulan pantat luh tau rasa loh!" ucap Arga.


"Kenapa Arga logatnya jadi sama ama Mike, y?" tanya Ria.


"Efek sering makan nasi uduk buatan ibunya Mike kali jadi logatnya mirip hehehe."


Tak lama kemudian Arya balik menyerahkan sepiring siomay untuk Mike dan teh kotak untuk Arga.


"Tuh, puas kalian?" keluh Arya seraya nengerucutkan bibirnya.


Bel istirahat tiba-tiba terdengar.


"Yah, baru aja gue mau makan," keluh Mike.


"Udah cepetan makan jangan dikunyah!" celetuk Anta.


Sontak saja Mike menuruti perintah Anta yang langsung memakan siomay itu tanpa mengunyah lebih lama dan langsung telan.


***


Mata pelajaran IPA tengah berlangsung di jam pelajaran terakhir itu.


"Ibu mau kelompok yang sudah ibu bagi tadi harus mengerjakan praktek kerja lapangan dengan benar, dan kumpulkan minggu depan," ujar Bu Hesti.


"Baik, Bu."


Jam pulang sekolah berbunyi. Arya masih saja cemberut di hadapan Anta.


"Arya kenapa, sih?" tanya Anta.


"Kenapa sih harus satu grup sama dia?" Arya menunjuk ke arah Mike yang keluar dari kelas.


"Ya namanya kan dia satu meja sama kamu, sama ama Anta dan Ria. Kita juga satu kelompok, kan?" Anta menoleh pada Ria yang berada di kolong meja.


"Lha, temen Anta kemana ini?" tanya gadis itu.


"Tuh, di kolong," tunjuk Arya.


"Ria ngapain?" tanya Anta melongok ke bawah meja.


"Hehehe, cari anting aku yang sebelah tadi jatoh," ucap Ria.


Tiba-tiba sosok hantu dengan kepala hampir putus muncul di hadapan Ria. Sosok itu tertawa menyeringai ke arah gadis di hadapannya.


"Nta, kok bau ya, kayak bau jigong gitu?" tanya Ria.


"Hahaha, Arya liat deh si Ria lagi hadap-hadapan sama siapa itu?" Anta menarik tangan Arya agar mendekat.


"Buahaha... pantes aja bau jigong itu hantu giginya bukan kuning lagi tapi ijo makanya bau," sahut Arya.


"Ja-jadi ada hantu di belakang aku?" tanya Ria.


Arya dan Anta menjawab dengan anggukan kepala. Mendadak kemudian gadis itu merasa tak bisa menggerakkan kakinya.


"Nta, anterin aku buat antar dompet bapak-bapak yang semalam aku temuin ini, ya?" pinta Arya.


"Ya udah kita balikin sekarang," ucap Anta.


"Cewek gue yang paling cantik mana?" tanya Arga yang baru datang di depan kelas.


"Tuh, di kolong meja!" tunjuk Anta lalu pergi melangkah bersama Arya.


*****


To be continue...