
Happy Reading...
*****
Sore itu, Raja menemani Robi pergi memancing di sebuah rawa. Lokasi tersebut tak terlalu jauh dengan kebun di belakang rumah temannya yang ditanami pohon duren. Anji yang baru sampai langsung menyusul keduanya.
Mereka menyusuri jalan setapak yang ditumbuhi alang-alang di samping kanan dan kirinya. Ketiganya juga menerobos kebun durian yang cukup panjang barulah sampai di rawa. Rawa tersebut cukup luas dan indah. Di seberangnya terdapat makam tua, tetapi tidak terlalu terlihat.
"Ayo, buruan! Jangan sampai nanti keburu magrib," ucap Robi.
"Emangnya kenapa kalau magrib?" tanya Anji.
"Nanti banyak demit yang godain kamu, hahaha." Robi mencibir Anji.
"Justru bagus dong, biar konten aku rame," ucap Anji.
"Halah, didatangi hantu kentang gosong aja nyali kamu ciut terus ngadu aku, iya kan?" Robi menyenggol siku kawannya itu dengan gemas.
"Ah, apaan sih ya namanya ketemu hantu itu takut masa mau diajak ketawa apa ngobrol. Coba tanya si Raja, dia ketemu hantu perempuan itu apa nggak?" Anji menunjuk ke arah Raja seraya menunggu kailnya yang umpannya belum menarik ikan untuk muncul.
"Nggak tau ya, aku tidur pules tuh jadi nggak merhatin apa ada hantu yang ganggu aku," ucap Raja berbohong.
"Gais, kok sepertinya ada yang memperhatikan kita, ya?" tanya Robi.
"Perasaan nggak ada siapa-siapa, jangan ngaco ah!" sahut Anji.
"Jangan pakai perasaan, nanti baper loh!" sahut Raja seraya tertawa cekikikan.
"Itu kan rumah singkong yang waktu itu keliatan dari sini! Pantes aja serem. Jangan-jangan hantu penunggunya itu yang lagi merhatiin kita?" terka Anji.
"Jauh tau, itu jauh banget dari sini," sahut Robi.
"Heh, namanya hantu mana kenal jarak jauh. Mereka juga kan biasanya terbang melayang," ucap Anji.
"Belum tentu, ada hantu yang ngesot sama jalan hahaha," sahut Raja.
Setelah menunggu cukup lama, ketiganya berhasil mendapatkan ikan gabus dan sepat.
"Lumayan ini buat digoreng," ucap Robi.
"Nji, punya kamu nggak mau dibawa pulang?" tanya Raja.
"Nggak lah, buat kalian aja. Aku mah cuma mau main doang sih, kalau perkara ikan kayak gini tiap hari juga bisa aku beli," sahut Anji dengan nada angkuh di sana.
"Sombong amat, luh!" ucap Robi.
"Ya udah, kita balik ke rumah Robi dulu. Aku mau bersih-bersih kaki dulu," ucap Raja.
Saat hendak meninggalkan rawa, ada keanehan yang terjadi. Raja mulai merasa ada yang sedang memperhatikannya. Apalagi saat ketiga anak itu kembali, dia makin merasa ada yang mengikuti. Akan tetapi, setelah anak itu menoleh ke belakang, tak ada siapapun di sana.
"Ada apaan, Ja?" tanya Robi.
"Nggak ada apa-apa, sih." Raja tersenyum dan mengajak Robi untuk menyusul Anji menuju rumahnya.
Duk!
Suara bunyi benda besar yang jatuh ke tanah terdengar dan mengejutkan ketiga anak lelaki itu. Suara itu berasal dari arah belakangnya.
"Gais, kalian denger kan ada suara benda jatoh? Itu apaan, ya?" tanya Anji dengan tangan gemetar dan mulai ketakutan.
"Mungkin suara duren jatoh," sahut Robi.
Raja masih mengamati area belakangnya. Dia memang merasa ada yang mengikuti, tetapi dia tak juga menemukan apapun di sana. Baik manusia maupun makhluk tak kasat mata.
"Ya udah, ayo pulang aja!" ajak Raja.
*****
Jangan lupa favorit, like, komentar, vote, dan follow akun Vie.