Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Mereka yang Ada di Tubuh Aji



Note : Harap bijak ya menyikapi cerita ini.


Happy Reading.


*****


Dasar kalian biadab!" pekik Mani.


"Mani, apa yang kau lakukan di sini?" Aji bangkit dan segera meraih sarung menutupi tubuhnya.


"Tega kamu, Mas! Aku rela dijodohkan olehmu, tetapi kau malah seperti ini dengan ibumu sendiri. Dasar kalian biadab!" Mani terus merutuki suami dan ibu mertuanya itu.


Tubuh pria itu mulai kejang dan memunculkan raut wajah yang berbeda.


"Ma, sudah ku bilang wanita ini akan menyusahkan kita," ucap pria dalam dirinya Aji.


"Ari, Mama tak bisa membantah permintaan Aji, dia menyukai wanita ini," ucap Nyonya Linda.


"A-Ari? Siapa Ari?" tanya Mani berusaha mengamati dan memahami keadaan suaminya.


"Ari adalah kembaran Aji yang meninggal saat lahir, tapi sebenarnya dia tetap hidup bersama Aji dalam satu tubuh itu," ucap Nyonya Linda.


Wanita itu mulai berpakaian seperti sedia kala. Harusnya Mani kabur saja dari tempat itu dan menjauh dari para orang gila di hadapannya. Namun, rasa penasaran dan kedua kaki yang enggan digerakkan itu membuatnya masih terpaku di kamar tersebut.


Putra Nyonya Linda kembali mengalami kejang dan menunjukkan raut wajah yang berbeda lagi kali ini.


"Jangan lupakan aku, Linda, kau menghadirkan aku di tubuh anakmu ini," ucap pria di hadapan Mani.


"Kenapa suara Mas Aji berubah berat seperti itu?" tanya Mani.


"Karena aku bukanlah Mas Aji mu! Aku adalah Jamin. Kadang aku menggantikan Aji untuk tidur denganmu. Aku suka membuatmu terkulai lemas tak berdaya. Sementara Ari hanya bisa melihatmu dengan jijik. Dia lebih menyukai anak-anak ketimbang wanita dewasa sepertimu."


"Lalu, bagaimana denganmu sayangku?" Nyonya Linda datang mendekat seraya menyandarkan kedua tangannya di bahu tegap putranya itu.


"Tentu saja aku lebih menyukai wanita yang lebih matang sepertimu. Kau yang membuat aku hadir, karena wanita cantik ini aku ada dalam tubuh ini," ucap Jamin yang berada dalam tubuh yang sama dengan Aji dan Ari itu.


"Kalian itu ibu dan anak, bagaimana bisa kalian melakukan hubungan seperti ini?" tanya Mani setengah berteriak.


"Kau tau kan kalau putraku sangat mempesona, sosok Jamin sudah hadir dalam tubuhnya saat Aji berusia lima belas tahun. Sosok itu makin kuat kala kerap melihatku dan ayahnya bercinta. Dia datang menggodaku dan membuatku makin mencintai sosok anakku sendiri, tidakkah itu fantastis?" Nyonya Linda berucap dengan raut wajah mengerikan.


"Kau gila! Kalian benar-benar gila!" teriak Mani.


Nyonya Linda menatap Mani dengan tatapan tajam. Iris matanya membulat. Wanita itu perlahan mendekat dengan senyum menyeringai. Dia lalu tertawa di hadapan sang mantu.


"Kami gila? Kami gila katamu? Dasar wanita sampah dan tak berguna!"


Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi Mani sampai membuat pipi wanita itu merah.


"Begini saja, jika kau mau bergabung bersamaku, Nyi Ageng pasti akan membuat kita semakin cantik, awet muda dan kaya raya," ucap Nyonya Linda.


Mani memberanikan diri untuk melontarkan air liur ke arah wajah ibu mertuanya.


"Aku tak sudi bergabung dengan kalian para iblis! Aku akan mengadukan kejahatan kalian sekarang!" pekik Mani.


Dia mencoba pergi tetapi Nyonya Linda menarik rambutnya dan menjatuhkan wanita itu ke lantai. Kepala Mani mendarat dan menghantam lantai dengan keras.


"Ma, jangan sakiti Mani!" pinta Aji berlutut di hadapan ibunya.


"Minggir kamu! Mama sudah bilang kalau wanita ini akan membuat kita dalam masalah!" Nyonya Linda berteriak pada Aji yang sudah mengendalikan dirinya.


"Lepaskan Mani, Ma ... aku mohon ...."


*****


To be continue....