Anta's Diary

Anta's Diary
Anan di SMA Satu Jiwa



Happy Reading...


*****


"Hahahaha...!


Anta tertawa terbahak-banyak mendengarnya.


"Kenapa elo?" tanya Arya menatapnya keheranan sama seperti tatapan yang lain.


"Lucu, baru ini Anta denger ada hantu kena gusuran dipindahin ke pohon asem besar itu, kayak manusia yang digusur dipindahin ke rumah susun aja, ya?" Anta menepuk bahu Arya dengan spontan sampai membuat pemuda itu tersedak.


Mey dengan sigap menyerahkan teh kotak itu pada Arya dan ia juga menepuk punggung pemuda itu dengan pelan.


"Ehem, ehem," ucap Arga melirik dan meledek Arya.


"Arga keselek juga, ya? Ini minum!"


Ria melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Mey ke Arya.


Anta mengamati kedua pasangan di depannya itu dengan cemberut.


"Alay banget kalian kayak pasangan di sinetron yang nyebelin itu," gumam Anta.


"Mereka pacaran?" tanya hantu kuntilanak pink itu.


"Tau, mana Anta tau," jawab Anta.


***


Anan datang ke SMA Satu Jiwa, bukan karena ia teringat akan ucapan Tasya, tetapi karena memang ada pemesan ikan tuna di sekolah itu. Dia sendiri lupa kalau itu sekolahnya Anta. Ibu kantin yang berjualan bakso itu memesan ikan padanya untuk membuat bakso ikan.


Saat itu jam sekolah masih berlangsung dan setengah jam lagi baru bel pulang sekolah berbunyi. Anan menuju kantin sekolah.


"Kamu cucunya Nenek Darma?" tanya Ibu Ijah.


"Iya, Bu."


"Ganteng banget, sih, saya enggak nyesel deh pesen ikan sama Nenek Darma, nanti kamu sering-sering ke sini, ya," ucap wanita itu seraya menyerahkan uang pembayaran pada Anan.


"Makasih, Bu."


Namun, sesuatu mengusik pria itu. Ia melihat para Kuntilanak dengan daster lusuh warna -warni. Anan langsung tertawa kala melihatnya.


"Baru ini gue liat kuntilanak pakai gaun pelangi hahahaha... sekolah macam apa ini hantunya enggak ada yang serem," gumam Anan.


"Bu, saya pamit, eh tapi bentar, toilet sebelah mana ya, Bu?" tanya Anan.


"Di sebelah kiri ya, ujung sana!" seru Ibu Ijah.


"Makasih, ya, Bu..."


"Ganteng, sering-sering ke sini, ya..." seru Ibu Ijah.


Anan melambaikan tangan dan melemparkan senyuman khas yang mampu membuat para wanita tergoda.


"Ih, ganteng banget itu cowok."


Dua orang siswi yang sedang mendapat hukuman melihat Anan saat itu. Mereka malah mengendap-endap menuju ke kantin sekolah saat itu.


BRUG!


Salah satu siswi sampai menabrak tiang penyangga di kantin tersebut saat Anan melayangkan senyuman.


"Yeee, si Anti kenapa tiang elo tabrak?"


"Duh, kenapa elo enggak bilang sih ada tiang, kepala gue sakit nih!"


"Malah nyalahin gue, mata elo tuh kaga fokus!" seru siswi satunya yang berambut keriting.


"Heh, ini pada ngapain ke kantin?" tanha Ibu Ijah.


"Enggak ngerjain tugas, Bu, dapet hukuman," jawab Anti.


"Ummm... disuruh bersihin area kantin," jawab Dea berbohong.


"Masa sih bersihin kantin, Ibu baru denger kayaknya."


Bi Ijah masih menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara itu, Anan malah berjalan menuju toilet angker dalam sekolah setelah izin pada pak satpam. Penjaga sekolah itu malah mengerjainya menuju toilet yang tak pernah dijamah para siswa dan siapapun di sana.


"Ini toilet bau banget, mana kotor lagi," keluh Anan.


Dua hantu penjaga toilet sudah menunggunya dan bersiap menggodanya.


"Kita berdiri di sini, nanti kita tampakin diri, ya, terus aku mau menyeringai nakutin dia," ucap si hantu muka rata.


"Gimana caranya kamu menyeringai, muka rata gitu nggak ada mata, hidung, bibir gitu..." ucap si pocong.


"Ah, ini namanya penghinaan, body shamming namanya, dari pada kamu, muka hitam semua, huh...!" keluh si hantu muka rata sampai mendorong si pocong.


"Astagfirullah, item amat muka luh, Cong! Yang ini juga kaga ada mukanya, hehehe..." ucap Anan saat tak sengaja menangkap si pocong itu.


"Sialan, Cong, kayaknya dia enggak takut deh," ucap si muka rata mengejutkan Anan yang masih ditatap terpana oleh hantu pocong yang ia selamatkan sebelum jatuh itu.


"Eh, ada hantunya lagi," ucap Anan seraya tak sengaja menjatuhkan si pocong.


"Duh, sakit Mas Bro!" pekik si pocong.


"Kalian, penunggu di toilet ini?" tanya Anan.


Kedua hantu yang sudah berdiri sejajar itu menganggukkan kepalanya.


"Pantesan ini kamar mandi kotor banget, soalnya yang nempatin juga jelek banget kayak kalian hahahaha..."


Anan masuk ke bilik toilet ke dua sambil tertawa. Ia sudah tak tahan hendak buang hajat karena rasa nyeri di perutnya yang sudah tak tertahan.


"Kenapa sih akhir-akhir ini banyak manusia yang nggak takut sama kita?" tanya si muka rata.


"Iya nih, kirain si Anta doang, taunya ada juga yang kayak dia, huuuuuhuuuu... tolong elap air mataku, susah nih ngeluarin tangannya," ucap si pocong.


"Lagian pake nangis segala," ucap si hantu muka rata seraya mengusap air mata hantu sahabatnya itu.


"Aku sedih harga diri kita jatuh banget lama-lama sama orang macam dia."


"Heh, kalian pacaran sesama jenis, ya?" tanya Anan sambil tertawa.


"Hidih, kita masih normal, sukanya sama cowok kayak kamu, hihihihi..." ucap hantu muka rata.


"Hidih, gue geli! Bersihin tuh toilet, biar mencerminkan penunggunya. Kalau toilet bersih berarti kalian juga cakep kebersihannya," ucap Anan.


"Cong, kita dibilang cakep sama cowok ganteng."


"Iya, aku kok dengernya seneng ya hihihi..."


Anan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu pergi dari kamar mandi itu meninggalkan para hantu.


"Cong, tuh cowok cakep, tapi nyiram kotorannya enggak bersih, ih jorok!"


Hantu muka rata terpaksa membersihkan toilet itu.


"Setau aku emang wc ini mampet kalau buat ee, iyuuhhh bau banget lagi, makan ****** kali tuh cowok."


*****


To be continue…


Jangan lupa kepoin "DERING"


Novel baru aku di Noveltoon ya...


Makasih semuanya… Vie Love You All…


Follow IG : @vie_junaeni