Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Pulang dari Rumah Robi



Happy Reading...


*****


Seorang pria mendorong gerobak penuh dengan perabotan rumah tangga singgah di depan rumah samping rumah Robi. Saat itu, pria tersebut sedang berpapasan dengan kakaknya Robi yang baru pulang dari warung membeli penyedap rasa.


"Ibu Siti ... Permisi ... Ibu Siti ...." Pria itu makin menaikkan volume suaranya memanggil wanita pemilik rumah.


Dia menoleh pada wanita yang melintas di sampingnya.


"Ibu Siti ada di dalam nggak, ya?" tanya si tukang kredit itu.


"Ada kok di dalam, coba masuk aja tuh pintunya kebuka dikit, coba panggil lebih kenceng," sahut kakak perempuannya Robi.


"Oh begitu ... Neng, mau liat dagangan saya, nggak? Ada tas buat kondangan, sepatu, sandal, perabotan dapur juga cakep-cakep murah euy bisa kredit sampai tiga bulan.  Kali aja Neng berminat, sok atuh, silakan diliat dulu!"


Tukang kredit itu langsung masuk ke dalam rumah ibu Siti. Kakaknya Robi menghampiri gerobak itu.


"Kak, airnya mendidih tuh!" teriak Robi dari dalam rumah.


"Oh iya, hampir aja lupa." Kayaknya Robi buru-buru masuk ke dalam rumah.


Ada yang menarik perhatian Raja saat hendak pamit pulang menaiki sepedanya. Di bawah gerobak itu ada sesuatu yang membuat Raja bergerak mendekati gerobak tersebut.


"Heh, ngapain ngumpet di sini? Hayo, mau nyolong, ya?"


Raja membungkuk ke bawah gerobak. Anak itu sampai menggebrak panci di depan makhluk kerdil berkepala botak dengan mata hitam bagai mata panda itu.


"Hehehehe." Hantu yang kerap disebut tuyul itu tertawa.


"Eh, malah ketawa lagi, kamu ngapain ada di lemari bawah gerobak sini, kamu tuyul kan?" tunjuk Raja.


"Hehehe, saya diajak sama bapak tadi."


"Bapak tukang kredit tadi?"


Tuyul itu menganggukkan kepalanya.


"Ja, ngapain kamu di situ? Mau kredit sandal?" Anji menegur Raja mengejutkannya dan membuat dia langsung menoleh.


"Nggak, kok. Ini tadi aku liat tokek," jawab Raja memberi alasan palsu.


Tuyul yang menangis di bawah gerobak tadi langsung menghilang saat Raja menoleh ke arah sosok itu kembali.


"Mau beli apa, Dek?" tanya tukang kredit berkumis itu.


"Nggak, Pak. Oh iya, kata Bunda nggak baik pelihara tuyul," ucap Raja seraya melangkah mendekati sepedanya.


Raja mengayuh sepeda bersama Anji meninggalkan pria di samping gerobak itu melongo.


"Kok, dia ngomongin tuyul, ya? Apa dia nyindir saya, apa dia bisa lihat si tulila?" gumam pria tukang kredit itu.


Raja dan Anji mengayuh sepeda menuju rumah Raja karena sahabatnya itu akan dijemput di sana. Anji menghentikan kayuhan sepedanya kala berhenti di rumah singkong yang tempo hari mereka masuki.


"Kenapa, Nji? Kamu masih penasaran sama penunggu di situ?" tanya Raja.


"Hehehe, penasaran campur takut sih. Nanti aku mau cari tau tentang rumah itu sama papi aku," ucap Anji.


"Oh, begitu ... terserah kamu aja!" Raja melihat wanita dengan tubuh gosong di rumah kosong itu. Hantu wanita yang sama yang datang ke kamarnya waktu itu. Hantu itu melambaikan tangan dan tersenyum pada Raja.


"Udah jangan lama-lama di sini, nanti diikutin lagi repot loh," ucap Raja mengajak Anji segera pergi.


Tak jauh dari rumah kosong tadi di jalan setapak menuju kebun singkong, Raja hampir saja tertabrak oleh sedan corolla milik Pak Aji.


"Hati-hati kalian kalau bawa sepeda!" ucap pria itu dari dalam mobil.


Raja sempat melihat seorang anak perempuan berbaring di kursi kedua pria itu.


"Maaf ya, Om," ucap Anji.


*****


Jangan lupa favorit, like, komentar, vote, dan follow akun Vie.