
Happy Reading...
*****
Ayahnya Robi menghubungi Raja sore itu untuk datang ke rumahnya. Tubuh putranya mengalami demam tinggi dan mengigau. Anak itu terus saja memanggil nama Raja.
"Kak, anterin aku, yuk! pinta Raja pada Anta yang sedang membantu Oma Aiko untuk merangkai bunga.
"Anter ke mana memangnya?" Anta menoleh pada sang adik.
"Ke rumah Robi, kata babenya dia sakit demam, dan cariin Raja terus. Katanya gara-gara balik dari ambil duren di kebon belakang rumahnya," ucap Raja.
"Waduh, udah dipanggil dokter apa pak ustaz gitu belum? Kak Anta takut dia kesambet loh," ucap Anta.
"Nggak tau deh, udah anterin aja, yuk!" renhek Raja.
"Tapi Kak Anta ada janji mau pergi sama Arya," ucapnya.
"Ke mana?"
"Ya, nggak tau juga kan yang tau alamatnya si Arya.
"Terus siapa yang anterin aku?" Raja menunjuk dirinya sendiri.
"Ria aja, tuh. Orangnya lagi main sama si kembar," ucap Anta.
"Oh iya ya, Kak Ria bisa naik motor juga. Ya udah aku minta tolong sama dia.
***
"Ja, ini mah aku tau tempatnya. Arga kan suka makan nasi uduk di sini," ucap Ria saat menghentikan motor matic di depan rumah Mike.
"Oh, ini kan nasi uduk terkenal enak, tapi bukannya abis magrib. Kak Ria jalan terus ya nanti belokan depan ke kiri nggak jauh dari situ rumahnya Robi," sahut Raja.
"Oke deh, tapi nanti mampir sini ya pulangnya."
"Oke, Kak."
Raja dan Ria sampai di rumah Robi. Menurut penuturan sang ayah, anak itu sudah diberi obat oleh dokter.
"Raja temenin Robi dulu, ya, Babe mau anter pesanan duren dulu," ucap ayahnya Robi.
"Iya, Beh," sahut Raja.
Kemudian, Raja meraih cermin kecil si sakunya. Dia mengarahkan benda itu ke arah Robi dan memastikan kalau bayangan sahabatnya masih ada di cermin itu.
"Kamu ngapain, Ja?" tanya Ria.
"Oh, aku paham soal itu, Anta pernah cerita. Alhamdulillah kalau begitu, berarti Robi akan baik-baik aja," ucap Ria.
"Ja, kalian ngomong apa, sih? Ada apa dengan bayangan aku?" tanya Robi.
"Nggak ada apa-apa, eh kamu kenapa bisa sakit gini? Katanya kamu dari dalam kebun duren ya terus demam gini, kamu lihat sesuatu gitu yang aneh di sana?" tanya Raja.
"Tolong ambil kardus di bawah ranjang aku," pinta Robi.
Raja dan Ria saling bertatapan, lalu menurut dia meraih kardus yang Robi bilang. Mereka terperanjat kala melihat telur berwarna emas yang dilindungi beberapa kaus milik Robi untuk membuat telur itu hangat.
"Ini telur apa, Bi?" tanya Raja.
"Aku ketemu ular besar di atas pohon duren, tapi pakai mahkota. Dia bilang kasihkan telur itu ke teman aku yang namanya Raja. Nah, temen aku yang namanya Raja kan cuma kamu," ucap Robi dengan suara gemetar karena menggigil.
"Ini telur apa ya, Ja?" tanya Ria.
"Aku juga nggak tau, Kak, apa telur ini harus aku bawa pulang ya? Nanti aku tanya sama Bunda sama Yanda juga," ucap Raja.
"Ya udah, tapi kalau pecah gimana?" tanya Ria.
"Bawa sama kardusnya, Kak."
"Oh iya, ini kan ada kardusnya ya."
Ria mengangguk-angguk mengiyakan.
***
Arya bersama Anta mengendarai motor vespa matic milik Tasya menuju ke alamat dompet yang ia temukan.
"Ya, ada tukang nasi uduk rame tuh, enak banget kayaknya," ucap Anta.
"Iya, nanti mampir situ, kita balikin dompet ini dulu," ucap Arya.
Namun, pemuda itu menghentikan motor yang dia kendarai.
"Bukannya itu pemilik dompet ini?" tanya Arya.
*****
To be continue...
Jangan lupa vote, favorit, like dan komentarnya ya. Terima kasih.