Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Masih di Perpustakaan Kota



Happy Reading...


*****


"Idih, geli... yang ngontrak di rambut kamu pada jatoh, hiii...." Anta melepas tangannya dari rambut hantu itu.


"Ampun, ampun, ampuni saya!" pinta si hantu itu dengan suara tercekat.


Ria keluar dari bilik toilet lalu menuju wastafel untuk mencuci tangan. Gadis itu merapikan rambutnya di depan cermin.


"Anta liat apa, sih? Jangan bilang kalau kamu lihat hantu?" tanya Ria.


"Iya emang, nih mau liat?" tanpa menunggu jawaban dari Ria, Anta langsung meraih tangan sahabatnya itu untuk menunjukkan hantu tersebut.


"Kyaaaaaaaaa!" Ria langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Tuh, harusnya kamu kayak dia kalau liat aku!" seru hantu itu menunjuk Ria yang ketakutan.


"Itu sih Ria, bukan Anta wleeek!" Anta menjulurkan lidahnya.


Gadis itu lalu menarik Ria untuk melangkah keluar. Namun, langkahnya terhenti dan menoleh ke arah hantu tadi dengan tatapan tajam. 


"Jangan gangguin manusia lagi! Kamu harusnya bersyukur tinggal di kamar mandi bersih, nggak bau juga. Jadi, tolong jagain kamar mandi ini dan bantu Mbak OB bersihin kamar mandi ini tiap hari, paham!" seru Anta dengan nada ancaman.


"Pa-paham," sahut hantu itu.


Dia berharap tak akan bertemu dengan gadis seperti Anta lagi.


***


Saat menuju koridor tempat penyimpanan buku zaman dahulu dan benda bersejarah, Mike sempat melihat ke arah pria yang dia kenal dari celah jendela di lantai dua. Pria itu membawa seorang anak perempuan masuk ke dalam mobil sedan corola warna silver milik pria itu.


"Bukannya itu Pak Aji, ya? Terus, anak kecil itu siapanya dia, ya?" gumam Mike.


Arya yang melihat Mike dan mengiranya sedang melamun, timbul niat iseng menabrak pemuda itu.


"Duh, sorry Bro, gue nggak liat!" Arya tersenyum sinis.


Namun, Mike tetap fokus pada apa yang dia lihat sampai Arya penasaran ikut melihat ke arah yang sama.


Akan tetapi, pemuda itu malah mengira kalau Mike sedang melihat ke arah wanita yang bertubuh seksi dengan pakaian minim dan sedang membungkuk saat meletakkan sesuatu di bagasi mobilnya.


"Wah, parah luh ngeliatin bemper cewek sampai kayak gitu?" tuduh Arya seraya menoyor kepala Mike.


"Elu ngeliatin bemper tuh cewek montok, kan?" tuduh Arya.


"Ngaco luh! Otak elu tuh ngeres sapu dulu! Gue ngeliatin mobil sebelahnya yang baru pergi itu," sahut Mike.


"Halah bohong!" seru Arya sampai membuat Anta dan Ria mendekat.


"Ada apa, sih? Kalian nggak ada bosen-bosennya berantem!" Anta sampai berkacak pinggang di depan kedua pemuda itu.


Arya menceritakan apa yang dia lihat dan dia tuduhkan pada Mike. Sontak saja Mike langsung membela diri di hadapan Anta.


"Beneran, Nta, otak dia nih mesum! Gue lagi liat tetangga gue yang naksir Nyak gue, dia barusan bawa anak perempuan ke mobilnya," ucap Mike.


"Lha, apa yang aneh sama tetangga elo, wajarlah kalau dia ke sini bawa anaknya," sahut Arya.


"Dia nggak punya anak, dia cuma tinggal sendiri di rumah dan belum pernah menikah. Ya, semacam perjaka tua," ucap Mike.


"Setua apa emangnya?" tanya Ria ikut menimpali.


"Lima puluh tahun kayaknya," ucap Mike.


"Umur segitu mah udah kawin kali, apa bisa jadi calon anaknya dimana-mana tapi nggak nikah," sahut Arya.


"Maksudnya apa sih, Ya?" tanya Ria tak mengerti.


"Udahlah nggak usah dibahas, malah jadi gibahin tetangga kamu gini. Ayo lah kita lanjut nyatet, besok tinggal buat laporannya di rumah Anta."


Keempat anak muda itu berada dalam satu kelompok yang sama dalam tugas laporan kunjungan hari itu.


"Pulang nanti makan pizza dulu ya," ucap Ria.


"Kata Yanda nggak boleh lama-lama suruh langsung pulang," sahut Anta.


"Pizza buat kamu dua loyang deh chillie beef sama chiken mozarela," ucap Ria meyakinkan Anta.


"Oke, Anta setuju."


*****


To be continue...


Jangan lupa favorit, like, komentar dan vote. Terima kasih.