
Happy Reading ...
******
Sore itu, Anji menantang Raja dan Robi untuk pergi ke rumah singkong.
"Ayolah, seriusan harus ke situ?" tanya Robi.
Anak itu menatap wajah Anji yang terlihat setengah memelas. Namun, kepala sahabatnya itu malah menggeleng.
"Aku bakalan kasih kamu tablet bekas aku yang aku udah bosen maininnya, mau nggak?" tantangan Anji.
"Wah, kalau itu sih aku mau!" sahut Robi dengan yakin.
"Halah, kamu ini giliran disogok barang keren aja langsung iya iya aja!" sahut Raja.
Raja dan Robi langsung menyusul Anji yang sudah mengayuh sepedanya menuju rumah kosong yang dikenal dengan sebutan rumah singkong.
Sesampainya di sana, mereka jongkok di semak-semak yang cukup tinggi. Anji meraih ponselnya dan meminta Raja untuk mengambil setiap gerakan yang dia lakukan. Anak itu masih aktif dalam mengunggah video di channel sosial media miliknya.
Ketiga sahabat itu segera mengecek setiap jendela yang semuanya dalam kondisi terkunci. Robi menunjuk dinding di pojok kiri bangunan kosong itu. Di dekat dinding tersebut ada tumpukan batu bata dan genteng. Dinding rumah itu juga tidak terlalu tinggi. Bangunan itu juga masih terhubung dengan bangunan rumah tak beratap. Sehingga dengan mudah mereka memanjat tumpukan batu tadi untuk melongok ke balik tembok.
"Aman nggak nih?" tanya Raja memastikan tumpukan baru tersebut.
"Aman kayaknya," sahut Robi.
Akhirnya mereka bergantian memanjat tumpukan material. Mereka mulai mengamati area sekeliling sumur. Ternyata di dalam rumah kosong itu ada bangunan toilet di luar yang sudah ditumbuhi lumut sangat lebat. Anji lantas mendapati salah satu pintu yang sedikit terbuka. Anak itu melangkah lebih dulu untuk memastikan. Tak lama kemudian, Anji memerintahkan Raja dan Robi untuk masuk.
Raja masih merekam semuanya menggunakan ponsel milik Anji. Seketika bulu kuduk ketiganya meremang. Anak itu menatap sekeliling dengan waspada. Sebenarnya untuk rumah tua yang lama tak ditinggali, di dalam rumah itu terlihat bersih seperti dibersihkan secara rutin. Hanya kusen pintu dan jendela yang terlihat berdebu saat mereka meraba-raha mencari pegangan.
"Hmmm ... nggak ada apa-apa yang aku lihat, tapi buli kuduk merinding, dan seperti ada yang mengawasi," gumam Raja.
"Kosong, Guys! Kaga ada apa-apa, pulang aja, yuk!" ajak Robi mulai ketakutan.
"Ya udah, kita pulang aja!" ajak Raja.
Raja dan Robi secara spontan mencoba mengendus-endus udara sekitarnya. Mereka berdua menatap ruangan yang terlihat seperti ruang tamu. Keduanya lalu menoleh ke arah Anji dan menjawab dengan anggukan kepala secara bersamaan.
"Coba lihat ke bagian dapur, kali aja ada yang lagi goreng singkong," ucap Raja.
"Ngaco kamu, Ja! Ini kan rumah kosong!" sahut Anji.
"Ya kali aja."
Aura mistis di dalam rumah itu memang semakin terasa dan semakin menyeruak membuat Anji dan Robi merasa makin merinding.
"Ya udah, pulang aja lah!" ajak Anji yang nyalinya ciut juga kala itu
Anak itu memutuskan untuk segera keluar dari rumah dan memanjat keluar duluan tanpa menunggu kedua sahabatnya. Robi dan Raja mulai menyusul. Namun, kala Robi naik duluan memanjat, Raja mendengar suara tangisan seorang anak perempuan. Dia sempat menoleh ke arah rumah kosong tersebut tapi tak ada siapapun di sana.
"Kayaknya aku denger suara nangis, tapi bukan dari sini. Kayaknya asal suaranya dari rumah sebelah, ah masa sih?" gumam Raja sampai membuat Robi memanggilnya.
"Ja, ayo cepetan! Nanti kalau ketauan Pak Aji bisa diomelin, Lho," ucap Robi.
Raja menyerahkan ponsel milik Anji pada Robi lalu ia memanjat untuk keluar dari rumah kosong itu.
"Pak Aji itu siapa?" tanya Raja.
"Pemilik rumah yang di sebelah, yang punya kebon singkong itu," sahut Robi.
"Oh, gitu ...."
******
To be continue...
Jangan lupa favorit, like, komentar dan vote ya.