Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Hantu Gosong



Happy Reading...


*****


Di kamar Raja.


"Ja, nih minum susunya!" Dita memasuki kamar Raja sambil membawa segelas susu untuk anak itu.


"Oke, makasih Bunda cantik."


Dita meletakkan gelas berisi susu itu ke meja putranya. Wanita itu sempat mengendus sesuatu di ruang kamar Raja.


"Ja, kamu beli singkong goreng, ya?" tanya Bunda.


"Enggak."


"Apa habis makan singkong goreng dibawa ke sini?" tanya Dita lagi.


"Nggak, Bunda."


"Hmmm... apa mami Aiko ya yang masak singkong goreng? Bunda mau liat ke dapur. Jangan lupa nanti susunya dihabiskan!"


"Iya, Bunda cantik."


Dita lalu menutup pintu kamar Raja. Anak lelaki itu lalu menghabiskan segelas susu buatan sang bunda. Dia lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Ternyata benar apa yang dikatakan bundanya, Raja mulai mengendus aroma singkong goreng yang merebak ke seluruh ruangan. Dari sudut mata anak itu menangkap sekelebat bayangan yang mengambang secara horizontal menuju ke arahnya.


Sekelabat bayangan itu mulai membentuk sosok yang makin jelas terlihat oleh Raja. Makhluk dengan rambut panjang berantakan sampai menutupi wajah itu menoleh ke arahnya. Sosok itu memakai daster lusuh dengan bau singkong goreng yang tercium tetapi kali ini aromanya mulai tercium bau gosong.


Raja berusaha untuk tak melihat penampakan itu. Dia meraih ponsel dan bermain game terlebih dahulu sebelum kedua matanya terpejam. Sosok itu mulai mendekat dan melirik ke arah ponsel anak itu.


Raja dengan sengaja merentangkan tangannya sampai memukul kepala hantu itu. Dia bahkan pura-pura menguap dengan lebar. Lalu dia merentangkan lagi tangannya dan memukul wajah hantu itu kali ini.


"Duh, kok sakit sih?" Hantu wanita itu mengusap wajahnya.


Dia tak tahu kalau Raja dan keluarganya dapat menyakiti para hantu.


"Hoaamm... ngantuk juga ya, eh perasaan kayak ada yang ngeliatin aku," gumam Raja berpura-pura takut dan merinding.


"Nggak kelar-kelar tuh pocong curhat, hihihi," gumam Raja.


Anak itu kembali ke atas ranjang, kali ini dia sengaja mendorong hantu itu sampai jatuh dari ranjangnya. Raja berusaha menahan agar tak tertawa. Dia lantas menyelimuti dirinya dan berdalih kalau dia sedang ketakutan.


"Idih, aku merinding banget ini," gumam Raja.


Hantu itu mulai bangkit dan melayang menghampiri Raja. Wajah hantu itu sudah berdekatan di atas wajah anak laki-laki itu. Bau gosong tercium menyeruak ke hidung anak itu.


"Buaaahhh! Bau banget!" seru Raja seraya menepis wajah hantu itu dengan tamparan di pipi.


"Aduh, kenapa anak itu selalu membuatku sakit, sih?" pekik hantu itu seraya memegangi pipinya.


Tiba-tiba, hantu Silla datang ke dalam kamar Raja.


"Ja, kamu tau nggak bunga kantil yang ditanam bunda kamu dipindahkan ke mana?" tanya Silla.


Raja pura-pura tak mau menjawab.


"Heh, siapa kamu? Kenapa kamu ada di kamar ini?" tanya Silla menunjuk hantu perempuan yang gosong itu.


"Ka-kamu, kamu hantu penunggu rumah ini?" tanyanya.


"Iya, emang aku penunggu rumah ini. Kamu mau ngapain di sini? Kamu mau gangguin Raja, ya?" tanya Silla seraya berkacak pinggang.


"Raja? Anak ini namanya Raja? Dia bisa lihat kamu?" tanyanya.


"Bisalah, dia juga pasti bisa lihat kamu."


Silla menarik selimut yang menutupi Raja dan membalikkan tubuh anak itu.


"Ah, Tante Silla mah, aku kan lagi sandiwara depan dia!" keluh Raja seraya menunjuk hantu perempuan gosong itu.


*****


To be continue...


Jangan lupa vote, favorit, like dan komentarnya. Terima kasih...