Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Kakak Kelas yang Aneh



Happy Reading...


*****


Keesokan harinya saat berada di sekolah dan menuju kantin, Anta tak sengaja melihat seorang gadis berkacamata dengan rambut keriting diikat ekor kuda sedang mendapat perlakukan tak menyenangkan dari teman sebayanya. Mereka berada di kelas XII dan kakak kelas Anta.


"Kamu niat nolong nggak, sih? Masa ngerjain tugas aku aja dapat nilai C, sementara kamu dapat nilai A," ucap gadis dengan rambut lurus dan berponi itu seraya melempar map biru yang berisi tugas makalah.


"Maafin aku, San, aku udah berusaha kok," ucap gadis bernama Mia sambil meraih map tersebut yang jatuh di kakinya.


"Halah, ini pasti kamu bohong sama aku, cuma kasih alasan palsu. Asal tau aja ya, di sekolah ini cuma aku yang mau temenan sama kamu, mereka takut temenan sama kamu karena kamu anak dukun!" Santi meraih map tugasnya dari tangan Mia lalu pergi meninggalkan gadis itu.


Gadis bernama Mia terlihat menghela napas panjang dan menyeka bulir bening yang jatuh bergulir di pipi mulusnya. Gadis itu hendak menuju kantin, ia melirik ke arah Anta.


"Apa yang kamu liat?" tanya Mia.


"Anta nggak liat apa-apa, Kak, tadi Anta liat cicak lagi mau ciuman doang, eh nggak jadi hehehe."


Mia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis itu lalu melangkah menuju kantin.


"Nta, ngapain masih di sini, katanya mau ke kantin?" Ria menepuk punggung Anta.


"Duh, sakit tau!" keluh Anta.


"Yee… maafin ya, habisnya kamu ditungguin lama," ucap Ria.


"Eh, kamu tau ada kakak kelas kita yang dibilang anak dukun?" tanya Anta.


"Oh, Kak Mia? Aku tau gosipnya. Katanya sih mamanya dukun gitu, malah gosipnya dukun santet," bisik Ria.


"Ah, masa sih?" tanya Anta.


"Ya, baru gosip aja, sih."


Kedua gadis itu melangkah ke kantin. Akan tetapi, sekelompok murid pria yang iseng mulai menghadang.


"Hai, Anta! Makin cakep aja, nih!" Fandi berusaha menggoda gadis itu.


Anta hanya menatap datar dan tak menanggapi.


"Kok yang digodain Anta doang, Kakak nggak mau godain aku?" Ria menunjuk dirinya sendiri.


Anta sampai menepuk bahu Ria dengan gemas.


"Oh, elo minta digodain? Nanti biar Firman yang godain elo, tuh orangnya!"


Fandi menunjuk Firman yang tersenyum genit menatap Ria. Bentuk giginya yang agak maju membuat gadis itu bergidik ngeri ketika melihat pemuda itu tersenyum.


"Haduh, tajam banget itu ngilu liatnya, hiiyy," gumam Ria.


"Nah, gimana Anta, kapan kita jalan bareng, yuk!" Fandi masih saja menggoda Anta.


"Eyaaaak… cakep bener gaya elo godain cewek gue, jangan mentang-mentang kakak kelas elo bisa seenaknya ganjen sama cewek gue," ucap Arya seraya menarik kerah belakang milik Fandi seolah sedang mengangkat anak kucing itu.


"Eh, apa-apan nih?" tanya Fandi lalu menoleh ke arah Arya.


"Nggak ada apa-apa, tapi kalau elo mau ada-adain apanya, hayo siapa takut! Nah, elo lupa sama gue?" tantang Arya.


"Eh, Arya, gue inget kok sama elo. Ini cewek elo, Ya? Pantes cocok elo berdua. Gue pamit ke kelas dulu." Fandi langsung mengajak para temannya untuk balik ke kelas.


"Bos, kok nggak jadi godain si Anta? Nanti temennya buat gue," ucap Firman.


"Nggak ah, gue kapok!" sahut Fandi.


"Kapok gimana?"


"Elo mah kaga ikutan sih waktu malam minggu kemaren," ucap Fandi.


"Memangnya ada apa di malam minggu kemaren?" tanyanya lagi.


"Tanya tuh sama si Edi gimana seremnya temen si Arya, hiiyy!" Fandi sampai bergidik ngeri membayangkan kejadian malam minggu yang lalu saat dia bertemu Arya.


*****


To be continue...


Jangan lupa favorit, like, komentar dan vote. Terima kasih.