Anta's Diary

Anta's Diary
Latihan Renang



Jangan lupa di vote.


Happy Reading


*******


"Anta, temenin gue!" pinta Arya sepulang sekolah.


"Temenin apaan, sih?"


Gadis itu menoleh dengan sinis.


"Gue mau latihan renang, makanya temenin."


"Tinggal latihan renang aja minta temenin, kan ada Ferdian, Jojo sama yang lainnya," ucap Anta.


"Justru itu, gue enggak bisa renang, gimana dong?" rengek Arya.


"Hah, kamu enggak bisa renang, ckckkckckc... Udah pakai gaya batu aja!" seru Anta.


"Gaya batu? Yah, gue nanti tenggelam dong?"


"Nah, itu tau hahaha...!"


"Enggak usah banyak tanya, banyak protes, ayo ikut!"


"Mey, nanti bilang sama Tante Tasya, kalau Anta gue culik, ya?" ucap Arya.


Arya langsung menarik lengan Anta mengikutinya ke kolam renang siswa di sekolah tersebut.


"So sweet banget si Dion, lama-kama cocok juga si Anta sama Dion," gumam Mey.


Sesampainya di sana, semua mata tertuju pada Anta, karena mereka baru kali pertama melihat gadis itu datang ke tempat pelatihan renang.


"Mau ngapain bawa anak itu ke sini?" tanya Jojo dengan sinis.


"Mau gue jadiin asisten gue, enggak boleh?" tanya Arya.


"Asisten apa pacar? Cieeeee..." ledek Ferdian.


Pembicaraan mereka terhenti kala melihat Pak Heru datang bersama Lisna dari ruangan ganti pakaian.


"Kok, cuma berdua, si Fani mana?" bisik Ferdian.


"Emang elo enggak denger ya, gosip kalau sekarang si Lisna deket sama Pak Heru?" bisik Jojo.


"Hah, gila bener tuh guru ganjen banget dong," sahut Ferdian.


"Halo semuanya, eh ada anak baru, kamu mau gabung tim renang?" tanyanya pada Anta.


"Enggak, Pak, Anta cuma, cuma..."


"Dia nemenin saya, Pak," sahut Arya.


"Oh, nemenin kamu, jadi kalian pacaran?" tanya Pak Heru.


"Nemenin, berati temenan, Pak," jawab Arya.


"Oh, oke, semuanya ganti baju, terus pemanasan dulu, Anta ikutan aja, bawa baju renang?" tanya Pak Heru.


"Enggak, Anta duduk aja di sini," ucap gadis itu seraya berpikir mau-maunya dia duduk di sana menunggu si Arya latihan renang.


"Fani kemana, Na?" tanya Jojo pada Lisna.


"Lagi datang bulan, dia enggak bisa datang," jawab Lisna.


"Oh, gitu, gue kapan ya datang bulan, hehehe..." ucap Jojo sambil tertawa.


"Gila elo, Jo!"


Ferdian dan Jojo yang sudah masuk ke dalam air langsung meledek pria gemulai itu dengan menenggelamkannya sambil bercanda.


Sementara Arya masih ketakutan mencelupkan kakinya sedikit demi sedikit dengan gemetar. Sesekali ia menoleh ke arah Anta. Ia benar-benar tak menyukai kolam renang karena trauma masa kecil. Dulu saat ia berusia enam tahun, ia pernah tenggelam di kolam renang sebuah pusat kebugaran. Semenjak itu ia selalu takut jika berada di kolam renang.


"Dion, kamu kenapa?" tanya Pak Heru.


"Saya, saya pusing, Pak, kayaknya saya lupa deh caranya berenang," jawab Arya.


Awalnya, semua rekan-rekan terlihat menertawai Arya, sampai akhirnya mereka menyadari kalau anak muda itu benar-benar panik dan mulai tenggelam. Anta langsung panik dan mulai memanggil Dion untuk membantu Arya.


Jojo langsung menghampiri tubuh Arya dan membawanya ke permukaan. Tapi, saat ia menolong Arya, anak muda itu seperti melihat wajah Dion di sebelah tubuhnya. Hal itu benar-benar mengejutkannya.


"Ini gimana sih, masa dia lupa renang, sebentar lagi kan ada kejuaraan tingkat nasional," keluh Pak Heru.


Anta tak menyangka kalau pria itu benar-benar menyebalkan. Bukannya berusaha menolong Arya, pria itu malah ngomel-ngomel seraya berkeluh kesah.


Jojo sudah bersiap ingin memberikan napas buatan, tapi sebelum bibirnya sampai ke bibir anak muda itu, semburan air dari mulut Arya menyembur ke wajahnya saat anak muda itu sadar dan terbatuk-batuk.


"Arya, nyembur semua nih, baru gue mau kasih napas buatan," ucap Jojo.


"Idih, untung gue langsung sadar!" ucap Arya.


"Ayo semua lanjut lagi!" seru Pak Heru.


Semua mata terkejut dengan ucapan pria itu barusan, bagaimana bisa ia biarkan Arya yang baru kecelakaan di kolam renang itu dengan melanjutkan latihan lagi.


"Kita pulang aja, Ya, si Heru emang suka gitu gue sering disiksa dulu kalau latihan renang, nanti elo malah kenapa-kenapa," ucap Dion.


Anta menganggukkan kepalanya mengiyakan. Gadis itu membantu Arya bangkit berdiri dan merapikan tas sekolah anak muda itu.


"Dion, mau kemana kamu!" seru Pak Heru.


"Mau pulang, Pak," jawab Arya.


"Latihan kita belum selesai, ya, saya belum nyuruh kamu pulang!" hardik Pak Heru.


Arya tak menjawab, ia dan Anta tetap pergi menuju ruang ganti baju.


"Dion, kamu saya coret ya dari tim renang!" ancam Heru.


Langkah Arya dan Anta terhenti kala mendengar ucapan Heru barusan.


"Enggak apa-apa, Ya, gue ikhlas," ucap Dion menepuk punggung Arya.


"Maafin gue, ya," ucap Arya.


Berhubung Arya tak juga kembali untuk latihan renang, akhirnya Heru memaksa yang lainnya untuk latihan lebih keras lagi.


Sosok hantu pria dengan luka terbuka di tempurung kepala bagian belakang itu muncul saat Anta sedang duduk menunggu Arya yang berganti baju. Hantu itu duduk di samping Anta. Dion yang melihat itu sangat terperanjat saking ketakutannya ia masuk ke dalam ruang ganti menyusul Arya.


Anta mengira sosok di sampingnya itu adalah Dion. Ia menepuk paha hantu itu saat bertanya.


"Eh, Dion, menurut kamu ya, Pak Heru itu jahat banget, ya?" tanya Anta.


Tetesan darah menetes ke atas punggung tangan Anta mengejutkannya.


"Kok, Dion, berdarah?" tanya Anta yang langsung menoleh ke arah hantu itu.


Hantu itu tersenyum menyeringai menatap Anta.


*******


To be continue…


Jangan lupa kepoin “POCONG TAMPAN”


biar nyambung sebelum baca ke novel ini.


Makasih semuanya… Vie Love You All…


Follow IG : @vie_junaeni


Dan mampir juga ke novelku lainnya.


Note :


Aku enggak tau bisa update seperti biasa apa enggak, soalnya udah seminggu ini aku sakit dan asmanya keserang terus, jadi mohon maaf ya kalau update dikit atau malah enggak update.


Terima kasih sebelumnya...


Jaga kesehatan buat kalian semua.