Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Bayangan Misterius



Happy Reading...


*****


"Jadi, anak perempuan itu ke mana?" tanya Anta pada Silla lagi.


"Dia menghilang, dia ketakutan dan sepertinya terjebak di suatu tempat. Pas aku mau tangkap bayangannya itu lenyap gitu aja," ucap Silla.


"Anta ngomong sama siapa, sih?" tanya Mike berbisik di samping Arga.


"Nanti kalau ditunjukin wujudnya sama si Anta, elo mau?" tanya Arga.


"Tapi Tante Silla cantik, kok. Paling yang serem si Om Lee sama Tante Wewe, belum lagi Ratu Sanca, hidih ...," sahut Ria.


"Apalagi itu?" tanya Mike sampai menggaruk-garuk kepalanya sampai ketombe di kepala pria tampan itu berjatuhan di kaus hitam yang dia pakai.


"Idih, Mike jorok! Masa ganteng-ganteng ketombean!" seru Ria mencibir Mike.


"Gue ganti shampo pakai punya nyak gue malah ketombean. Nyak gue bawa ke dalam aja, biar gue tutup warungnya!" pinta Mike.


"Kayaknya kita harus ke rumah Pak Aji sekarang, deh. Anta curiga ada sesuatu di dalam rumah itu," ucap Anta.


Mike langsung menarik tangan Arya.


"Bantuin gue rapihin warung nyak gue, nanti gue anterin ke rumah Pak Aji," ucap Mike.


"Lho, kok jadi gue?" tanya Arya menunjuk dirinya sendiri.


"Udah sana bantuin Mike!" Anta mengarahkan finger heart pada Arya.


"Duh, nggak bisa nolak gue kalau digituin," gumam Arya. Pemuda itu akhirnya melangkah menghampiri Mike dan membantunya.


***


Raja kembali ke rumah sangat kelelahan setelah bersepeda ke sana ke mari mencari Angel. Anan sampai menemukan anak itu terduduk di sebuah halte di samping sepedanya.


"Lagian kamu juga main panik aja sepedaan nggak jelas gitu cari si Angel. Sekarang capek sendiri, kan?" Anan menggotong sepeda Anta dan meletakkannya di bak mobil pick up miliknya.


"Tapi kan aku khawatir Yanda sama Angel," ucap Raja.


"Ya terus sekarang mau cari ke mana? Udah kita pulang dulu, bunda khawatir banget sama kamu!" seru Anan.


"Ya udah deh, aku coba tanya Kak Arga nanti, mana hape aku ketinggalan di rumah," ucap Raja.


Anak lelaki itu melangkah gontai masuk ke dalam mobil ayahnya. Mereka menyusuri jalan raya tersebut dan sampai di warung nasi uduk Nyak Muna.


"Yanda laper mau beli nasi uduk dulu, eh tapi kok meja kacanya udah nggak ada ya, mana sepi banget lagi," ucap Anan.


"Mungkin tutup," ucap Raja.


"Lho, itu kan si Wewe sama Lee ngapain mereka di situ?" Anan turun dari mobil tersebut dan bergegas menanyakan perihal keberadaan Wewe dan Lee.


"Kalian pada ngapain di sini?" tanya Anan.


"Eh, Om Anan!" sapa Lee.


"Hai, Mas Anan ganteng," ucap Wewe seraya mencolek pipi Anan.


Pria itu langsung bergidik ngeri dan menjauh.


"Idih, Tante Wewe ganjen sama Yanda!" ucap Raja menunjuk ke arah hantu tersebut.


"Heh, kamu ketauan Tante Dita godain Om Anan habis kamu dibanting sama Tante Dita. Dia kalau lagi marah itu serem tau!" sahut Lee.


"Justru mumpung nggak ada Dita aku berani colek pipi Mas Anan yang ganteng," sahut Wewe seraya terkekeh.


"Eh, udah udah udah, jawab pertanyaan gue? Kalian pada ngapain di sini?"


"Kita disuruh jagain rumah ini, yang jualan nasi uduk lagi pingsan. Tuh, orangnya di dalam." Lee menunjuk ke arah rumah Nyak Muna.


"Lha, terus yang bawa ke dalam siapa?" tanya Anan.


"Arga sama Ria."


"Arga sama Ria? Lha, terus yang nyuruh kalian jaga di sini siapa?" tanya Anan lagi.


"Anta yang nyuruh," sahut Wewe.


"Anta? Terus anaknya ke mana?" tanya Anan lagi.


"Ke rumah Pak Aji, katanya sih mau cari Angel," sahut Lee.


"Apa? Cari Angel? Yanda mendingan kita ke saja deh sekarang!" Raja menarik tangan ayahnya penuh permohonan.


*****


To be continue...