Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Menuju Rumah Kosong



Happy Reading ...


*****


Mike membuka paksa pintu kayu tersebut. Arga dan Arya membantu pemuda itu. Pintu gudang bawa tanah itu terbuka dan mereka menuruni anak tangganya.


"Astagfirullah!" pekik Anta kala melihat tiga gadis cilik sedang menangis di sudut. Kondisi mereka tampak sama dengan luka sayatan di leher yang menganga.


"Mike, sepertinya harus lihat, Nta," ucap Arga.


"Tanya dulu dia kuat apa nggak," sahut Arya.


"Ya ampun, aku nggak tega lihat mereka seperti itu," ucap Ria yang akhirnya menyerah setelah melihat penampakan ketiga hantu tersebut. Dia menurunkan lensa kameranya tak mau melihat lagi.


"Kalian lihat apa? Coba sini gue pinjam kamera punya elo," ucap Mike mencoba meraih kamera milik Ria.


"Lewat Anta aja," ucap Anta seraya meraih tangan Mike.


Gadis itu memperlihatkan penampakan ketiga gadis tersebut pada Mike.


"Mi-mi-mikha ...."


Tangisan penuh kesedihan langsung menyeruak kala Mike menghampiri Mikha dan memeluk adik kecilnya itu.


"Kakak ...." Suara Mikha terdengar parau dan penuh kesedihan.


"Jadi Pak Aji yang udah bunuh kamu?" tanya Mike.


Mikha mengangguk lemah seraya menangis.


"Dia orang gila, dia yang membunuh kami, dia juga sedang merencanakan pembunuhan pada anak lain, Kak," ucap Mikha.


"Jangan-jangan anak lain yang dia maksud itu Angel?" tanya Arya.


"Bisa jadi," sahut Arga.


"Lalu, apa kamu tau ke mana Pak Aji membawa Angel?" tanya Anta.


"Ke rumah kosong, dia tau kalian datang. Dia segera pergi ke rumah kosong untuk mempersembahkan anak itu," kata Mikha.


"Mempersembahkan anak itu? Sama siapa?" tanya Anta.


"Aku juga tak tahu," sahutnya.


"Lalu, di mana jasad kamu, Dek?" tanya Mike.


"Di sana, Kak, bersama yang lain," ucap Mikha menunjuk ke arah kebun singkong.


"Gue harus menghubungi polisi untuk melaporkan hal ini, tapi sebaiknya kita segera ke rumah kosong itu," ucap Mike.


Semuanya segera bergegas menuju ke rumah kosong. Raja dan Anan melihat ke arah Anta dan yang lainnya. Mereka segera menyusul rombongan Anta dan yang lainnya.


"Heh, tunggu!" seru Anan memanggil putrinya.


"Yanda? Kok, bisa ada di sini?" tanya Anta berbalik arah menuju ayah dan adiknya.


"Kata hantu di dalam gudang, Pak Aji bawa Angel ke sana mau dijadikan tumbal persembahan gitu," ucap Anta.


"Apa? Aku harus menggagalkan rencana Pak Aji," ucap Raja yang melangkah menuju kebun singkong tetapi ditahan oleh Anta.


"Ja, ada yang lebih penting," ucap Anta.


"Keselamatan Angel lebih penting, Kak!"


"Justru kamu harus bebaskan mereka dulu dari gudang supaya arwah mereka bisa keluar kayak Tante Mani," ucap Anta.


"Mereka siapa?" tanya Raja.


"Ada tiga gadis korban Pak Aji, arwah mereka cuma bisa nangis di dalam gudang itu. Kamu yang bisa bawa mereka keluar."


"Bagaimana caranya?"


"Ya, mana Anta tau, mungkin kamu gandeng apa ajak main keluar gudang hehehe," jawab Anta asal.


"Apaan sih, garing banget anak Yanda," sahut Anan.


"Oh iya, Yanda hubungi polisi, ya. Jasad ketiga gadis itu ada di kebun singkong sebelah sana," tunjuk Anta.


"Oke, tapi Yanda mau nemenin kamu ke rumah kosong itu," ucap Anan.


"Sebaiknya aku menemani Raja buat membebaskan arwah di gudang," ucap Arga.


"Gue aja, salah satunya adek gue," ucap Mike.


"Tapi, tanpa Anta kamu nggak bisa lihat mereka," sahut Arga.


"Bisa, nih pakai kamera punyaku," sahut Ria seraya mengalungkan tali kamera ke leher Mike.


"Makasih ya, kalian emang temen yang baik," ucap Mike.


"Jangan sampai rusak, jangan sampai lensa nya pecah, aku nggak punya lagi kamera macam ini," ucap Ria.


"Oke," sahut Mike.


"Tapi, karena kamu nggak pakai kamera itu sebaiknya kamu ikut Mike," ucap Arga pada Ria.


"Ya udah, aku ikut mereka, kamu sama yang lainnya hati-hati, ya," pinta Ria.


Ria, Mike bersama Raja akhirnya kembali ke gudang bawah tanah.


Ratu Sanca dan Silla tampak memasuki area rumah Pak Aji bersama hantu Mani.


"Kok, pada bisa masuk?" tanya Anta.


*****


To be continue...