Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Mencari Angel (Part 2)



Happy Reading ...


*****


"Di loud speaker biar aku tau kalian ngomongin apa!" titah Arya.


Ria hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arya yang terlalu posesif.


Anta menutup ponsel Ria setelah mendengar penuturan Mike.


"Abis magrib, kita berangkat ke rumah Mike, Ria kamu hubungi Arga biar nyusul ke sana!" ucap Anta.


"Aku bawa mobil ayah aku aja, ya, kan dia lagi di rumah," sahut Arya.


"Boleh, tenang aja." Arya meyakinkan Anta untuk percaya ke padanya.


***


Di rumah Mike, Arga sudah sampai lebih dulu dan sedang menjelaskan penuturan Nyak Muna.


"Lha, terus kenapa itu si Pak Aji bawa neng Angel ya?" tanya Nyak Muna.


"Nyak yakin sama yang Nyak lihat?" tanya Arga .


"Nyak yakin banget, Ga. Lha, itu rombongan temen elo pada mau ngapain?" Nyak Muna menunjuk ke arah Anta, Ria dan Arya yang baru sampai.


"Tante Wewe sama Lee cari petunjuk sekitar sini ya, Tante Silla ikut aku ke rumah Mike," ucap Anta.


Semua hantu yang dia bawa serta itu mengangguk. Ria juga ikut mengangguk.


"Elu ngapain ikut ngangguk?" tanya Arya.


"Habisnya nggak ada yang jawab pertanyaan Anta ya aku aja yang jawab, hehehe," ucap Ria.


"Kata siapa nggak ada yang jawab, tuh di belakang elu hantunya," tunjuk Arya.


"Wah, pantesan rasanya nano nano merinding gimana di belakang aku dari tadi," sahut Ria.


Ketiga anak muda itu menuju ke arah Nyak Muna.


"Silla, bisa bantu tarik buntut saya, nggak? Ini kayaknya kejepit," pinta Ratu Sanca.


"Hadeh, perasaan cepet banget gedenya ini siluman ular," gumam Silla seraya membantu Ratu Sanca.


"Assalamualaikum, Nyak Muna," ucap Anta.


"Walaikumsalam, eh pada mau ngapain ke sini? Mau makan nasi uduk apa gimana?" tanya Nyak Muna.


"Mau ketemu Mike sama tanya soal Angel juga," sahut Anta.


"Oh iya, ini si Arga juga udah tanya," sahut wanita itu lalu memanggil Mike yang sedang berada di kamar mandi.


"Gue maunya juga gitu. Elu tau rumahnya, Ya?" tanya Arga.


"Nggak."


"Gue pikir elo tau, huh!" Nada suara Arga mulai naik.


"Kan waktu itu gue balikin dompet dia di sini," ucap Arya balas lebih naik lagi nada suaranya.


"Eh, udahan jangan berisik!" Anta melerai keduanya.


Anta berada di samping Arga menahannya sementara Ria berada di samping Arya memegangi lengannya.


"Berasa ada yang aneh, nggak?" tanya Ria.


"Iya, ya, perasaan Anta juga aneh," sahut Anta.


"Memangnya kalian nggak mikir apa siapa yang lagi kalian pegang," sahut Arya mencibir.


Anta dan Ria langsung menyadari dan saling tatap.


"Ketuker, hehehe ... eh, itu Tante Silla kayaknya punya petunjuk ngikutin Mike dari dalam," ucap Anta menunjuk ke arah Mike dan Nyak Muna yang baru saja tiba.


"Ada anak kecil, aku lihat anak perempuan di belakang dia," ucap Silla menunjuk Mike.


"Terus anak perempuanya mana?" tanya Anta.


"Apaan, Nta? Anak perempuan apaan, gue kaga bilang apa-apa," ucap Mike.


"Bukan kamu, tapi dia!" Anta menunjuk belakang tubuh Mike.


"Nah, jangan-jangan si Anta liat demit lagi nih," ucap Nyak Muna lalu bersembunyi di belakang tubuh Ria mulai ketakutan.


Anta menganggukkan kepala.


"Ini Tante Silla, dia kuntilanak temen Anta," jawab gadis itu.


"Astagfirullah ...." Nyak Muna mulai limbung tubuhnya.


"Yah, dia semaput mau pingsan," ucap Arga yang langsung sigap memegangi tubuh Nyak Muna bersama Ria.


"Jadi, anak perempuan itu ke mana?" tanya Anta pada Silla lagi.


"Dia menghilang, dia ketakutan dan sepertinya terjebak di suatu tempat. Pas aku mau tangkap bayangannya itu lenyap gitu aja," ucap Silla.


*****


To be continue...