
Happy Reading...
*****
Mike izin pergi ke toilet saat sedang pelajaran Bahasa Inggris. Pemuda itu bertemu dengan dua orang gadis yang sedang bergunjing membicarakan pemuda itu di depan pintu toilet.
"Pada ngapain, sih?" tanya Mike menunjukkan wajah kesalnya.
"Hai, Mike! Boleh minta nomor telepon?" tanya gadis itu.
"Gue kebelet nih, sakit perut! Kalian pada minggir dulu!" Mike masuk ke dalam toilet murid laki-laki.
"Sombong banget, ya?" tanya si rambut keriting.
"Mungkin dia emang kebelet, kita ke kantin dulu, yuk!" ajak Tia, gadis yang mengenakan hijab itu.
"Yuk!"
Kedua gadis itu meminta izin ke toilet saat pelajaran Bahasa Indonesia mereka belum selesai. Setelah mereka pergi ke kantin, lalu keduanya kembali ke toilet yang ada di dekat kantin tadi.
Menurut kabar yang berembus, toilet itu pernah dijadikan tempat seorang siswi melakukan bunuh diri. Banyak murid yang menduga siswi tersebut masih menghuni toilet itu. Di depan toilet ada satu bangku yang diletakkan. Tia duduk di bangku itu menunggu Mike.
"Aku mau pipis dulu, kamu masih tunggu Mike di sini, kan?" tanya Elin.
"Ya udah sana cepetan!" seru Tia.
Begitu Elin selesai melaksanakan buang hajatnya, ia mengajak Tia untuk kembali ke kelas.
"Yuk, balik!" ajak Elin.
"Sebentar lagi, ya. Mike belum keluar tau!" sahut Tia.
"Kamu yakin dia masih di dalam?"
"Tadi aku panggil dia masih nyaut sambil ngeden, seksi banget suaranya," sahut Tia seraya cekikikan sendiri.
"Dih, nggak jelas banget luh!"
Elin akhirnya berdiri di samping Tia sambil menunggu Mike. Mereka juga berbincang-bincang seru. Mike yang selesai dengan urusannya di dalam toilet melintasi kedua gadis itu.
"Ye, bukannya pada balik kelas malah ngegosip di sini!" seru Mika.
"Kita tungguin kamu tau!" sahut Tia.
"Mau ngapain tungguin gue? Mau cebokin gue kali?"
"Dih, begitu amat ngomongnya, tadi kan gue mau minta nomor hape sama elo," ucap Tia menunjukkan senyum yang genit.
"Gue nggak punya hape!" ketus Mike.
"Emang gue nggak punya hape, yang punya hape nyak gue, elo mau nomor hape nyak gue?" tantangan Mike.
"Tampang bule tapi betawi banget," gumam Elin.
"Eh, gue denger! Gue bule karena tampang gue didapat dari gen bokap gue, tapi gue lahir di Jakarta dirawat sama nyak gue, kenapa emangnya ada masalah sama logat gue?" Mike terlihat berkacak pinggang.
"Hei, kalian pada ngapain di situ bukannya masuk kelas!" Guru Bahasa Indonesia Elin dan Tia keluar dari ruangan kelas menuju kantor untuk mengambil botol minum dan menemukan keduanya di depan toilet.
"Haduh, kenapa ketauan gini, sih?" gumam Elin.
"Eh, kalian pada jajan, ya?" tanya Bu Ika.
"Enggak, Bu, ini yang jajan Mike kita mah disuruh beliin doang," sahut Tia yang menyerahkan jajanan di tangannya pada Mike.
"Lah, bujug dah kenapa jadi gue yang disalahin?" sahut Mike.
Elin dan Tia hanya tertawa saat melihat Mike.
"Ayo, cepetan ke kelas, bisa kena hukuman nanti kita!" Tia menarik tangan Elin seraya berlari sambil cekikikan karena sudah mengerjai Mike.
"Woi, temen elo yang satunya lagi mana?" tanya Mike seraya berseru.
Elin dan Tia saling menoleh dan menghentikan langkah mereka lalu menengok ke arah Mike.
"Temen kita yang mana?" tanya Tia.
"Yanh rambut panjang tadi yang berdiri di belakang elo, kok nggak ada sekarang?" Mike menunjuk ke arah Elin setelah membuang semua bungkus jajanan itu ke tong sampah.
"Yang dia omongin siapa sih, Lin?" tanya Tia.
Elin hanya mengangkat kedua bahunya lalu dia membelalakkan kedua matanya.
"Jangan-jangan ...." Elin menoleh ke arah toilet perempuan tadi.
"Hantu toilet itu, aaaaaa...." Tia berteriak seraya berlari menarik tangan Elin menuju kelas.
Mereka meninggalkan Mike yang masih kebingungan.
"Kamu cari saya?"
Seorang gadis berambut panjang yang mengenakan seragam putih abu-abu menepuk punggung Mike kala itu.
******
To be continue...